Kekejaman Yahudi, para Rasul Mereka Dustakan dan Ada yang Dibunuh

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

لَقَدْ  اَخَذْنَا  مِيْثَا قَ  بَنِيْۤ  اِسْرَآءِيْلَ  وَاَ رْسَلْنَاۤ  اِلَيْهِمْ  رُسُلًا  ۗ كُلَّمَا  جَآءَهُمْ  رَسُوْلٌ  بِۢمَا  لَا  تَهْوٰۤى  اَنْفُسُهُمْ  ۙ فَرِ يْقًا  كَذَّبُوْا  وَفَرِ يْقًا  يَّقْتُلُوْنَ

“Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 70)

Kekejaman Yahudi, sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh

Al Quran menyampaikan bahwa kaum Yahudi telah membunuh para nabi, tetapi tidak disebutkan secara eksplisit berapa jumlahnya. Bani Israil dikenal sebagi kaum yang sesat yang tak segan-segan membunuh para nabi. Sebagian ahli tafsir seperti Tafsir al-Baidhawi menyebutkan beberapa nama nabi yang dibunuh Bani Israil. “Mereka membunuh Isaia (Yesaya), Zakariya , Yahya dan nabi-nabi yang lainnya yang mereka tahu itu tidak dibenarkan,” ujarnya. Allah juga menyebutkan bahwa mereka telah berupaya untuk membunuh Nabi Isa as, namun tidak berhasil.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. ( QS an-Nisa: 157 )

Tak hanya itu, mereka juga berupaya membunuh Nabi Muhammad SAW , namun gagal. Ketika beliau sedang tidur, ada Yahudi yang hendak menjatuhkan batu besar ke badan beliau, dilemparkan dari atas rumah. Termasuk ketika beliau diundang wanita Yahudi Khoibar untuk makan daging kambing, ternyata sudah dibubuhi racun. Namun, beliau muntahkan dan tidak jadi menelannya, karena tulang kambing panggang itu menyampaikan kepada Nabi SAW bahwa dia telah dibubuhi racun. Ibnul Qayim dalam buku berjudul “Hidayah al-Hayara” ketika menyebutkan generasi yang datang setelah Musa , mereka adalah pembunuh para nabi. Mereka membunuh Zakariya dan putranya, Nabi Yahya dan banyak nabi-nabi yang lainnya. “Hingga dalam waktu sehari mereka membunuh 70 nabi, lalu mereka mengadakan pasar di sore hari, seolah-oleh mereka tidak berbuat kesalahan apapun,” ujarnya.

Di antaranya adalah pembunuhan terhadap Nabi Yahya dan percobaan pembunuhan terhadap Nabi Isa.
Nabi Yahya dibunuh karena menegur Herodes Antipas, Raja Yahudi yang menjadi bawahan Romawi. Herodes Antipas menikahi mantan istri saudaranya, padahal saudaranya tersebut masih hidup, di mana hal ini melanggar hukum Taurat. (Markus 6:18)

Sedangkan Nabi Isa hendak dibunuh karena kerap mengkritik ahli-ahli Taurat dan imam-imam Bait al-Maqdis di masanya, disebabkan perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ajarkan. (Matius 23:3)
Nabi Isa juga berkata kepada ahli-ahli Taurat di masanya,
“Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.”
“Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.”
(Lukas 11:47–48)

Saat orang yang diserupakan dengan Nabi Isa ditangkap dan dibawa ke Sanhedrin (Mahkamah Agama), imam-imam Yahudi mencari kesaksian palsu supaya ia dihukum mati, termasuk menuduhnya hendak merubuhkan Bait al-Maqdis. (Matius: 26: 59–61)

Namun, Allah Ta’ala telah menyelamatkannya sebelum peristiwa tersebut.
بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
“Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. An Nisaa’: 158).
Kekejaman Yahudi disampaikan dalam Quran, bukan berarti harus membenci Yahudi, tapi waspada itu lebih baik dan tidak harus kerja sama dan membina hubungan dengan Yahudi.

Sampaikanlah kisah kisah untuk dijadikan ibrah (pelajaran)

فَا قْصُصِ  الْقَصَصَ  لَعَلَّهُمْ  يَتَفَكَّرُوْنَ

“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kisah terdahulu.