Kekejaman Yahudi Membunuh para Nabi

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَبِمَا  نَقْضِهِمْ  مِّيْثَا قَهُمْ  وَكُفْرِهِمْ  بِاٰ يٰتِ  اللّٰهِ  وَقَتْلِهِمُ  الْاَ نْبِۢيَآءَ  بِغَيْرِ  حَقٍّ  وَّقَوْلِهِمْ  قُلُوْبُنَا  غُلْفٌ   ۗ بَلْ  طَبَعَ  اللّٰهُ  عَلَيْهَا  بِكُفْرِهِمْ  فَلَا  يُؤْمِنُوْنَ  اِلَّا  قَلِيْلًا

“Maka, (Kami hukum mereka) karena mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mereka mengatakan, Hati kami tertutup. Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman,” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 155)

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir menjelaskan di antara dosa-dosa yang mereka lakukan hingga menyebabkan mereka pasti dilaknat, diusir dari rahmat-Nya, dan dijauhkan dari jalan petunjuk, yaitu mereka telah melanggar janji-janji dan ikatan-ikatan yang telah diambil dari mereka, juga karena kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah, yakni hujah-hujah dan bukti-bukti kekuasaan-Nya serta mukjizat-mukjizat yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri dari tangan para nabi mereka.

Firman Allah Swt.: …dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar

Karena kejahatan mereka yang luar biasa dan kekurangajaran mereka kepada nabi-nabi Allah, hingga mereka berani membunuh sejumlah nabi dari kalangan mereka.

Firman Allah Swt.: Hati kami tertutup

Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, As-Saddi, Qatadah, dan lain-lainnya mengatakan, “Yang dimaksud dengan gulfun ialah githaun (penutup), yakni hati “kami dalam keadaan tertutup.” Pengertiannya sama dengan ucapan orang-orang musyrik yang disitir oleh firman-Nya:

Mereka berkata, “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya.” (Al Fushilat:5), hingga akhir ayat.

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah mereka mengaku bahwa hati mereka merupakan wadah ilmu yang telah penuh dengan ilmu pengetahuan. Demikianlah menurut riwayat Al-Kalbi, dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas. Hal yang semisal diterangkan di dalam tafsir ayat surat Al-Baqarah.

Firman Allah Swt.: Bahkan sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya

Berdasarkan pengertian pertama, seakan-akan mereka beralasan kepada Nabi Saw. bahwa hati mereka tidak dapat memahami apa yang dikatakannya karena hati mereka telah terkunci mati dan tertutup. Maka Allah membantah mereka, bahwa hati mereka bahkan telah terkunci mati karena kekufuran mereka sendiri.

Berdasarkan pengertian kedua adalah kebalikan dari pendapat yang pertama tadi dari segala seginya. Pembahasan mengenai hal yang semisal telah dikemukakan di dalam tafsir surat Al-Baqarah.

Firman Allah Swt.: …karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka

Dengan kata lain, hati mereka terbiasa dengan kekufuran, kezaliman, serta keimanan yang minim sekali.

Selanjutnya dalam tafsir Quraish Shihab, Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa Allah kemudian menjadi murka, karena mereka melanggar perjanjian, mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah dan membunuh nabi-nabi secara zalim. Selain itu, juga karena tetap lebih memilih kesesatan dengan mengatakan, “Hati kami telah tertutup dan tidak akan menerima apa yang diserukan kepada kami.” Mereka tidak jujur mengatakan hal itu. Allahlah yang menutup dan mengunci hati mereka akibat kekufuran mereka. Hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman.

Semoga kita dijauhkan dari sifat Yahudi membunuh, melanggar perjanjian, mengingkari tanda tanda kekuasaan Allah SWT, tetap memilih kesesatan dan mengunci hati dengan kekufuran.