Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَا كَا نَ صَلَا تُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ اِلَّا مُكَآءً وَّتَصْدِيَةً ۗ فَذُوْقُوا الْعَذَا بَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
“Dan sholat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 35)
Nabi Muhammad merubah zaman kegelapan/zahiliyah menuju alam terang
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menerangkan sebab-sebab mereka tidak berhak menguasai Baitullah, dan daerah haram, yaitu karena mereka dalam waktu beribadah, mengerjakan tawaf, mereka bertelanjang dan bersiul-siul serta bertepuk tangan.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra: “Orang-orang Quraisy mengitari Baitullah dalam keadaan telanjang, bersiul-siul dan bertepuk tangan.” (Riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas).
Dan katanya: “Bahwa orang-orang Quraisy itu, baik laki-laki maupun perempuan, mengelilingi Kabah dalam keadaan telanjang. Mereka saling bergandengan tangan, bersiul-siul dan bertepuk tangan.” (Riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas)
Ath-thasti menceritakan sebuah riwayat yang ditanyakan Nafi bin al-Azraq bahwasanya dia berkata kepada Ibnu Abbas: “Beritahukanlah kepadaku tentang makna firman Allah Azza wa Jalla “Illa mukaan wa tashdiyah.” Ia berkata, “Al-Muka ialah suara burung Qunburah dan Tashdiyah ialah suara burung pipit sama dengan bertepuk tangan. Dan demikian itu ialah pada ketika Rasulullah mengerjakan salat, sedang beliau pada tempat di antara hajar aswad dan rukun yamani (yaitu beliau menghadap ke utara agar dapat mempersatukan arah Kabah dan Baitul Makdis pada suatu arah tujuan). Maka datanglah dua orang laki-laki dari Bani Sahm yang seorang berdiri di sebelah kanan Nabi, sedang yang lain bertepuk tangan seramai suara burung pipit mengganggu salat Nabi saw.” (Riwayat Ath-thasti dari Nafi bin Azraq)
Kemudian Allah mengancam perbuatan mereka itu dengan ancaman yang keras, berupa azab karena kekafiran mereka itu. Siksaan ini meliputi siksaan dunia dan siksaan akhirat. Siksaan dunia yang mereka alami ialah tewasnya pemimpin-pemimpin mereka dan tertawannya tentara mereka pada waktu Perang Badar serta kekalahan total mereka pada saat penaklukan Mekah. Sedangkan siksaan mereka di akhirat ialah penyesalan yang tak berkeputusan ketika merasakan dahsyatnya derita akibat panasnya api neraka.
Allah Pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan.
مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ يُخْرِجُهُمْ = Yuhridzuhum min dulumati ila nuur, mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya, habis gelap terbitlah terang.
اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِيٰۤــئُهُمُ الطَّا غُوْتُ ۙ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Allah Pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 257)
Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana Engkau telah memberi petunjuk kepada hamba-hamba-Mu yang Engkau beri petunjuk, berilah kami perlindungan sebagaimana Engkau telah memberi perlindungan kepada hamba-hamba-Mu yang Engkau beri perlindungan, pimpinlah kami sebagaimana Engkau memimpin hamba-hamba-Mu yang Engkau pimpin, berkahilah kami atas apa yang Engkau berikan, dan jauhkanlah kami dari keburukan yang telah Engkau tentukan.