Kafilah Menemukan Yusuf di Sumur dan Menjualnya dengan Harga Rendah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَجَآءَتْ  سَيَّا رَةٌ  فَاَ رْسَلُوْا  وَا رِدَهُمْ  فَاَ دْلٰى  دَلْوَهٗ  ۗ قَا لَ  يٰبُشْرٰ ى  هٰذَا  غُلٰمٌ  ۗ وَاَ سَرُّوْهُ  بِضَا عَةً  ۗ وَا للّٰهُ  عَلِيْمٌ  بِۢمَا  يَعْمَلُوْنَ

“Dan datanglah sekelompok musafir, mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya. Dia berkata, Oh, senangnya, ini ada seorang anak muda! Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Yusuf 12: Ayat 19).

Kafilah menemukan Yusuf di sumur dan menjualnya dengan harga rendah

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Setelah mereka berhasil mencelakai Nabi Yusuf dengan memasukkannya ke dalam sumur, ayat ini menceritakan lanjutan kisah Nabi Yusuf, yaitu ditemukannya dia oleh rombongan kafilah yang hendak pergi ke Mesir. Dan setelah Nabi Yusuf diceburkan ke dalam sumur oleh saudaranya, maka datanglah sekelompok musafir dari Madyan yang hendak menuju Mesir, kemudian di antara mereka menyuruh salah seorang pengambil air untuk minum para kafilah.

Lalu dia menurunkan timbanya, ketika timba diturunkan di sumur, bergantunglah Nabi Yusuf pada tali timba itu. Dengan nada terkejut, dia pun berteriak sambil berkata, “Oh, senangnya, ini ada seorang anak muda yang sehat lagi elok parasnya!” Setelah Nabi Yusuf diangkat, kemudian mereka menyembunyikannya dengan maksud akan menjadikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan, karena tidak ada satu pun yang bisa disembunyikan dari-Nya.

Tadabur yang dapat dipetik dari QS. Yusuf ayat 19 terkait skenario Allah dalam menyelamatkan Nabi Yusuf:

  1. Pertolongan Allah sering datang dari arah yang tak disangka; Yusuf dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya, tetapi pertolongan justru datang melalui kafilah asing yang sama sekali tidak ia kenal.  Kadang Allah membuka jalan dari sumber yang tidak pernah kita pikirkan.
  2. Musibah yang tampak buruk bisa menjadi pintu menuju takdir yang lebih besar; Dari sudut pandang manusia, dijual sebagai budak tampak seperti kemunduran besar.
    Namun justru melalui jalan itu Allah mengantarkan Yusuf menuju Mesir, hingga akhirnya menjadi orang yang berkuasa.  Peristiwa yang tampak pahit bisa menjadi proses menuju kemuliaan.
  3. Allah menjaga hamba-Nya dengan cara yang halus (lathif); Ayat ini menunjukkan kelembutan takdir Allah:
    Disembunyikan, ditemukan, dan dijual — semua tampak biasa secara manusiawi, tetapi sebenarnya bagian dari skenario besar.  Allah mengatur tanpa disadari manusia.
  4. Rencana jahat manusia tidak bisa mengalahkan rencana Allah; Saudara-saudara Yusuf berniat membinasakannya, tetapi justru tindakan mereka menjadi jalan keselamatan bagi Yusuf.  Setiap makar manusia tetap berada dalam kendali Allah.
  5. Nilai manusia di sisi Allah tidak diukur oleh nilai yang diberikan manusia; Kafilah menjual Yusuf dengan “harga yang rendah”, tetapi Allah memuliakan beliau dan mengangkat derajatnya.  Nilai sejati seseorang ada pada penilaian Allah, bukan penilaian manusia.

Doa agar Allah memberi jalan keluar dari kesulitan dengan pertolongan yang tak terduga

اللّٰهُمَّ اكْشِفْ لِي مَخَارِجَ الرَّحْمَةِ مِنْ حَيْثُ لَا أَحْتَسِبُ، وَاجْعَلْ لِي مِنْ أَمْرِي فَرَجًا وَمَخْرَجًا، كَمَا أَنْقَذْتَ يُوسُفَ مِنَ الْجُبِّ.

Allahumma ikshif lī makhārijar-raḥmah min ḥaytsu lā aḥtasib, waj‘al lī min amrī farajan wa makhrajan, kamā anqadzta Yūsufa min al-jubb.

“Ya Allah, bukakanlah bagiku jalan-jalan rahmat dari arah yang tidak aku sangka, dan jadikanlah urusanku kelapangan dan jalan keluar, sebagaimana Engkau menyelamatkan Yusuf dari sumur.”