Janji Allah Bagi Orang Mukmin

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَقَدْ  صَدَقَكُمُ  اللّٰهُ  وَعْدَهٗۤ  اِذْ  تَحُسُّوْنَهُمْ  بِاِ ذْنِهٖ   ۚ حَتّٰۤی  اِذَا  فَشِلْتُمْ  وَتَـنَا زَعْتُمْ  فِى  الْاَ مْرِ  وَعَصَيْتُمْ  مِّنْۢ  بَعْدِ  مَاۤ  اَرٰٮكُمْ  مَّا  تُحِبُّوْنَ   ۗ مِنْكُمْ  مَّنْ  يُّرِ يْدُ  الدُّنْيَا  وَمِنْكُمْ  مَّنْ  يُّرِ يْدُ  الْاٰ خِرَةَ   ۚ ثُمَّ  صَرَفَكُمْ  عَنْهُمْ  لِيَبْتَلِيَكُمْ   ۚ وَلَقَدْ  عَفَا  عَنْكُمْ   ۗ وَ  اللّٰهُ  ذُوْ  فَضْلٍ  عَلَى  الْمُؤْمِنِيْنَ

“Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 152)

Faktor faktor yang hampir membuat pasukan muslim gagal total dalam perang Uhud ;

  1. Lemah dan berselisih
  2. Mengabaikan perintah rassul
  3. Ada orang yang menghendaki dunia dan ada (pula) orang yang menghendaki akhirat.

Lemah, dan takut karena ada sebagian pasukan yang lari dari medan perang, sehingga mendahulukan meraih harta rampasan perang atas ketaatan kepada rasulullah Muhammad dan berselisih dalam urusan berebut harta rampasan perang itu dan mengabaikan perintah rasul agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditetapkan, walau dalam situasi bagaimanapun. Peristiwa tersebut terjadi setelah Allah memperlihatkan apa yang disukai, yaitu kemenangan dan harta rampasan perang.

Di antara pasukan ada orang yang menghendaki dunia berupa harta rampasan perang dan ada pula orang yang menghendaki akhirat dengan menaati perintah rasulullah, seperti komandan pasukan pemanah, yaitu Abdullah bin Jubair. Kemudian Allah memalingkan dari mereka dengan menggagalkan kemenangan yang sudah hampir diraih untuk mengujimu siapa yang kuat imannya dan siapa yang lemah.

Keunggulan atas kaum kafir di Perang Uhud tiba-tiba berbalik saat ada sekelompok pasukan muslim tidak menaati strategi Rasulullah dan meninggalkan pos mereka.

Umat muslim pun mengalami kekalahan di perang itu, dan pasukan yang mengabaikan perintah Rasulullah amat menyesali perbuatan mereka.

Allah memaafkan kesalahan mereka, karena karunia Allah terhadap orang beriman sangat besar.

Pada akhir ayat ini, Allah menerangkan apa yang telah terjadi dan mereka telah menyesali kesalahan-kesalahan itu, dan Allah telah mengampuni mereka, karena Allah selalu memberikan karunia-Nya kepada orang-orang mukmin.

Para ahli tafsir menguraikan apa yang dimaksud dengan janji Allah yang disebutkan dalam ayat ini sebagai berikut:

  1. Janji Allah akan menolong kaum mukminin dalam Perang Uhud dengan mengirimkan bala bantuan sebanyak lima ribu malaikat, kalau mereka sabar dan bertakwa.
  2. Janji Allah akan memberi kemenangan yang disampaikan oleh Nabi kepada regu pemanah selama mereka tidak meninggalkan tempatnya. Tetapi rupanya banyak yang meninggalkan tempat.
  3. Janji Allah akan menolong setiap orang mukmin yang bersabar dan bertakwa yang banyak disebutkan dalam beberapa ayat dan surah dalam Al-Qur’an.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang bersabar dan bertaqwa.