Hati-Hati Jangan Membenci Orang yang Taat

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ  مَنْ كَا نَ  عَدُوًّا  لِّجِبْرِ يْلَ  فَاِ نَّهٗ  نَزَّلَهٗ  عَلٰى  قَلْبِكَ  بِاِ ذْنِ  اللّٰهِ  مُصَدِّقًا  لِّمَا  بَيْنَ  يَدَيْهِ  وَهُدًى  وَّبُشْرٰ ى  لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), Barang siapa menjadi musuh Jibril maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 97)

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI Dalam satu riwayat disebutkan bahwa orang-orang yahudi berkata, kami benci jibril karena ia membawa bencana dengan menyampaikan wahyu bukan kepada golongan kami. Ia juga membongkar rahasia kami. Menjawab pernyataan itu, katakanlah, wahai nabi Muhammad, barang siapa menjadi musuh jibril maka ketahuilah bahwa dia hanya akan mendapatkan keburukan, karena sesungguhnya dialah, jibril, yang telah menurunkan Al-Qur’an ke dalam hatimu dengan izin Allah, bukan atas kehendaknya sendiri dan bukan pula atas kehendakmu.

Dengan demikian, memusuhi jibril sama dengan memusuhi Allah. Sungguh aneh kalau kamu memusuhinya padahal wahyu-wahyu yang disampaikannya membenarkan apa yang terdahulu, yakni kitab-kitab suci termasuk taurat, dan wahyu-wahyu itu juga menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman. Memusuhi jibril berarti memusuhi Allah, dan memusuhi Allah berarti memusuhi semua makhluk-Nya yang taat.

Bila seseorang memusuhi Allah, maka Allah pun akan memusuhi nya dan menjauhkan rahmat darinya. Barang siapa menjadi musuh Allah dengan memusuhi salah satu makhluk-Nya yang taat, atau memusuhi salah satu dari malaikat malaikat-Nya, atau salah seorang dari rasul-rasul-Nya, atau jibril yang membawa wahyu dan mikail yang pembawa rezeki, maka sesungguhnya dia telah kafir dan mengantar dirinya menuju kebinasaan. Sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir. Allah tidak membedabedakan para rasul dan malaikat-Nya.

Kepercayaan, ketaatan, dan kecintaan kepada mereka adalah satu paket. Siapa pun yang memusuhi mereka atau salah seorang dari mereka, maka ia akan menjadi musuh Allah. sanksi kepada pelanggar tidak hanya diterapkan kepada orang yahudi, tetapi kepada siapa saja yang kafir dan memusuhi-Nya.

Bedanya mu’min dengan Yahudi dan Nasrani, Mu’min tidak membeda bedakan malaikat dan rosul rosulnya.
Hati hati dengan membenci orang yang taat, sama dengan memusuhi Allah dan menjauhkan dirinya dari Rahmat Allah. (Membenci dan memperolok olok rossul, dan jangan sampai membenci ulama yang taat)

اٰمَنَ  الرَّسُوْلُ  بِمَاۤ  اُنْزِلَ  اِلَيْهِ  مِنْ  رَّبِّهٖ  وَ  الْمُؤْمِنُوْنَ   ۗ كُلٌّ  اٰمَنَ  بِا للّٰهِ  وَمَلٰٓئِكَتِهٖ  وَكُتُبِهٖ  وَرُسُلِهٖ   ۗ لَا  نُفَرِّقُ  بَيْنَ  اَحَدٍ  مِّنْ  رُّسُلِهٖ   ۗ وَقَا لُوْا  سَمِعْنَا  وَاَ طَعْنَا  غُفْرَا نَكَ  رَبَّنَا  وَاِ لَيْكَ  الْمَصِيْرُ
“Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya. Dan mereka berkata, Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 285)

Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali