Gunung yang Kokoh, Bukti Kebesaran Allah di Muka Bumi

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لْاَ رْضَ  مَدَدْنٰهَا  وَاَ لْقَيْنَا  فِيْهَا  رَوَا سِيَ  وَاَ نْۢبَتْنَا  فِيْهَا  مِنْ كُلِّ  شَيْءٍ  مَّوْزُوْنٍ

“Dan Kami telah menghamparkan Bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 19)

Gunung Sebagai Pasak Bumi: Bukti Kekuasaan Allah dalam Menjaga Keseimbangan Alam

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa usai menyebut tanda kekuasaan-Nya di langit, Allah lalu beralih menyebut tanda kekuasaan-Nya di bumi. Allah menyatakan, “Dan Kami telah menghamparkan bumi sebagai pijakan bagi manusia, dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung yang kukuh sebagai pasak bagi bumi agar tidak roboh dan berguncang sehingga manusia menjadi aman, serta Kami ciptakan dan tumbuhkan di sana segala sesuatu, seperti tumbuhan yang beragam, menurut ukuran yang seimbang dan tepat; semuanya demi kemaslahatan makhluk-Nya.

Allah SWT berulang kali menyebut gunung sebagai sesuatu yang ditegakkan di bumi agar bumi tetap kokoh dan tidak goncang. Ini menunjukkan konsistensi Al-Qur’an dalam menggambarkan fungsi gunung sebagai bagian dari sistem yang Allah ciptakan untuk menjaga kestabilan bumi.

1. Surah An-Naba’ Ayat 6–7

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا ۝ وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (An-Naba’: 6–7)

Ayat ini adalah yang paling tegas karena Allah menggunakan kata “awtād” (أوتاد) yang secara harfiah berarti pasak-pasak.

2. Surah An-Nahl Ayat 15

وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung yang kokoh di bumi agar bumi itu tidak mengguncangkan kamu…”

Gunung disebut sebagai rawāsiya, yaitu sesuatu yang kokoh dan menetap, yang Allah letakkan agar bumi tidak berguncang.

3. Surah Luqman Ayat 10

وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu…”

Ayat ini hampir sama dengan An-Nahl ayat 15, menunjukkan penegasan kembali tentang fungsi gunung.

4. Surah Al-Anbiya’ Ayat 31

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ

“Dan Kami telah menjadikan di bumi gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu tidak guncang bersama mereka…”

Allah kembali menyebut gunung sebagai penstabil bumi.

5. Surah Ar-Ra’d Ayat 3

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ

“Dan Dialah yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung padanya…”

Ayat ini menghubungkan hamparan bumi dengan keberadaan gunung yang kokoh.

6. Surah Al-Hijr Ayat 19

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung yang kokoh…”

Inilah ayat yang sedang Anda kaji. Gunung disebut sebagai bagian dari pengaturan bumi yang sempurna.

Benang Merah Ayat-Ayat Tersebut. Jika diperhatikan, Allah menggunakan dua istilah utama:

  1. أَوْتَادًا (Awtād) → pasak-pasak (An-Naba’: 7).
  2.  رَوَاسِيَ (Rawāsiya) → gunung-gunung yang kokoh dan menancap kuat (Al-Hijr: 19, An-Nahl: 15, Luqman: 10, Al-Anbiya’: 31, Ar-Ra’d: 3).

Keduanya menggambarkan gunung sebagai sesuatu yang Allah letakkan dengan kokoh untuk menjaga kestabilan bumi.

Sebagaimana pasak menjaga tenda agar tetap tegak, Allah menjadikan gunung-gunung sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya di bumi. Ketika manusia melihat gunung yang menjulang tinggi dan kokoh, hendaknya ia teringat bahwa bumi yang ditempatinya tidak dibiarkan berjalan tanpa pengaturan, tetapi berada dalam penjagaan dan pengaturan Allah SWT Yang Maha Bijaksana.

“Gunung-gunung yang Allah tegakkan di bumi adalah tanda kebesaran dan hikmah-Nya. Karena itu, manusia tidak hanya dituntut untuk mengagumi ciptaan Allah, tetapi juga menjaga keseimbangan alam yang telah Dia ciptakan. Merusak gunung, hutan, dan lingkungan secara berlebihan berarti mengabaikan amanah Allah, yang pada akhirnya dapat mendatangkan berbagai kesulitan dan bencana bagi manusia sendiri.”

“Ketika kita memandang gunung yang menjulang tinggi, hendaknya kita tidak hanya melihat keindahannya, tetapi juga menyaksikan salah satu tanda kebesaran Allah yang mengatur bumi dengan penuh hikmah dan keseimbangan.”

اللَّهُمَّ زِدْنَا إِيْمَانًا بِآيَاتِكَ الْكَوْنِيَّةِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَفَكِّرِينَ فِي خَلْقِكَ

Allahumma zidnā īmānan bi āyātikal-kauniyyah, waj‘alnā minal mutafakkirīna fī khalqik.

“Ya Allah, tambahkanlah keimanan kami melalui tanda-tanda kekuasaan-Mu di alam semesta, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang senantiasa merenungkan ciptaan-Mu.”