Firaun Beriman Kepada Allah Aaat Akan Tenggelam, Tetapi Imannya Tidak Diterima Karena Datang di Saat Ajal Menjemput

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَجَاوَزْنَا  بِبَنِيْۤ  اِسْرَآءِيْلَ  الْبَحْرَ  فَاَ تْبـَعَهُمْ  فِرْعَوْنُ  وَجُنُوْدُهٗ  بَغْيًا  وَّعَدْوًا  ۗ حَتّٰۤى  اِذَاۤ  اَدْرَكَهُ  الْغَرَقُ  قَا لَ  اٰمَنْتُ  اَنَّهٗ  لَاۤ  اِلٰهَ  اِلَّا  الَّذِيْۤ  اٰمَنَتْ  بِهٖ  بَنُوْۤا  اِسْرَآءِيْلَ  وَ  اَنَاۡ  مِنَ  الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir’aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam, dia berkata, Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri).” (QS. Yunus 10: Ayat 90)

Firaun beriman kepada Allah saat akan tenggelam, tetapi imannya tidak diterima karena datang di saat ajal menjemput

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini, Allah menceritakan tentang kepergian Bani Israil dari bumi Mesir. Ketika Nabi Musa meminta kepada Firaun agar dia membebaskan Bani Israil yang ada di Mesir dari belenggu perbudakan, kemudian mengizinkan mereka kembali ke Palestina, untuk menjalankan agama mereka dengan bebas, Firaun menolak permintaan itu.
Akhirnya Musa dan kaumnya lari meninggalkan Mesir. Firaun dan tentaranya kemudian mengejar mereka Rombongan Firaun dan tentaranya hampir menyusul Musa dan kaumnya ketika mereka akan menyeberang lautan.

Bani Israil merasa ketakutan jika tertangkap oleh pasukan Firaun, lalu Musa menenteramkan rombongannya dengan meyakinkan kepada mereka bahwa mereka akan menyaksikan kehancuran musuh mereka. Maka Tuhanpun mewahyukan kepada Musa supaya dia memukulkan tongkatnya ke laut. Lautanpun terbelah, masuklah Musa dan kaumnya berjalan di celah-celahnya yang kering hingga tiba dengan selamat di seberang lautan. Firaun bersama pasukannya mengikuti jalan yang sama tapi ketika tiba di tengah perjalanan, Musa mengulurkan tangannya ke arah lautan, maka lautanpun kembali seperti sedia kala. Firaun tenggelam ditelan gelombang bersama pasukannya. Ketika dia merasa akan mati tenggelam, dia menyatakan iman dan Islamnya.

Dia menyatakan beriman kepada Tuhan yang diimani oleh Bani Israil. Pernyataan iman kepada Allah dan Musa a.s., diucapkannya dengan kalimat: “Aku termasuk orang Islam”. Pengakuan Islam mengandung iman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi pernyataan iman ini sangat terlambat karena dinyatakan pada saat dia hampir tenggelam dan tidak seorangpun yang dapat menolongnya. Pernyataan dalam keadaan demikian itu tidak diterima oleh Allah.

“Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, “Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.”Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir. (Gafir/40: 84-85)

Surah Yunus ayat 90 mengandung banyak pelajaran (tadabbur) yang sangat penting, terutama tentang iman, waktu, dan penyesalan di akhir hayat. Berikut beberapa poin tadabbur yang bisa dipetik:

1. Iman di saat sakaratul maut tidak diterima

“Maka tatkala mereka telah hampir tenggelam, berkatalah Fir‘aun: ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’.” Tadabbur: Iman harus datang sebelum ajal tiba. Jika seseorang baru beriman ketika menghadapi kematian, maka tidak ada lagi ujian atau keikhlasan di dalamnya — dan itu tidak lagi bermanfaat.

2. Contoh dari kesombongan yang terlambat sadar

Fir‘aun adalah simbol kesombongan, kekuasaan, dan penindasan. Tapi pada akhirnya, ia tunduk juga — bukan karena keimanan yang tulus, tetapi karena takut menghadapi kematian. Tadabbur: Jangan tunggu sampai musibah besar atau kematian untuk bertaubat. Kapan saja bisa terlambat.

3. Kesempatan hidup adalah waktu untuk memperbaiki diri

Allah memberi umur, peringatan, dan tanda-tanda kekuasaan-Nya, tapi Fir‘aun mengabaikannya. Ketika waktu habis, tidak ada jalan kembali.  Tadabbur: Kita masih hidup hari ini—artinya pintu taubat dan kesempatan memperbaiki diri masih terbuka.

4. Akhir hidup seseorang adalah cerminan hidupnya

Ulama mengatakan bahwa “seseorang akan mati sebagaimana ia hidup.” Fir‘aun hidup dalam keangkuhan, dan matinya pun dalam penyesalan tanpa diterima.

1. Doa Memohon Husnul Khatimah

اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَلَا تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِالسُّوْءِ

Allāhumma akhtim lanā bil-ḥusnā, wa lā takhtim ‘alainā bis-sū’.

“Ya Allah, wafatkan kami dalam keadaan yang baik dan jangan wafatkan kami dalam keadaan yang buruk.”