Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اٰمِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَا لْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَا لْكِتٰبِ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِا للّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 136).
Ada 6 rukun iman dalam surat An Nisa ayat 136 yang wajib diamalkan oleh seluruh umat Islam, yaitu:
1. Iman kepada Allah
Urutan rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT.
Hal ini berarti mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah itu ada.
Mengimani Allah tidak hanya sekedar dengan kata-kata, namun harus dibuktikan melalui tindakan.
Caranya adalah dengan amar ma’ruf nahi munkar, yaitu melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Seseorang dapat dikatakan beriman kepada Allah jika ia telah mengimani 4 hal berikut:
Mengimani adanya Allah SWT.
Mengimani Rububiyah Allah, yaitu mengimani bahwa hanya Allah lah yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta.
Mengimani Uluhiyyah Allah, yaitu mengimani bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan lain selain Allah.
Mengimani semua asma dan sifat Allah yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya dan yang telah Nabi-Nya tetapkan untuk Allah. Selain itu, menjauhi sikap yang menghilangkan makna, mempertanyakan, memalingkan makna, dan menyerupakan asma dan sifat Allah.
2. Iman kepada Malaikat
Malaikat diciptakan oleh Allah dari cahaya dan tidak diberikan nafsu.
Meskipun malaikat tidak terlihat, namun kita sebagai makhluk ciptaan Allah haruslah mengimani adanya malaikat yang merupakan makhluk ciptaan Allah.
Selain itu, kita juga wajib mengimani amalan dan tugas yang telah Allah berikan kepada para malaikat.
Jumlah malaikat hanya Allah yang mengetahuinya secara pasti.
3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah
Allah menjelaskan ajaran-Nya melalui kitab yang diturunkan melalui malaikat kepada para Rasul Allah.
Kitab-kitab yang telah diturunkan ini dijadikan sebagai pedoman dan pegangan hidup umat.
Hal ini bertujuan agar kita tidak lalai hingga terpecah belah akidahnya dan keyakinannya.
Iman kepada kitab-kitab Allah berarti mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan yang merupakan sifat Allah.
Selain itu, kita juga harus mengimani 4 kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT, yaitu Kitab Taurat, Kitab Zabur, Kitab Injil, dan Kitab Alquran.
Seorang muslim juga wajib mengimani bahwa Alquran merupakan penyempurna dari kitab-kitab suci terdahulu.
4. Iman kepada Nabi dan Rasul
Iman kepada nabi dan rasul berarti mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang telah Allah SWT pilih menjadi perantara antara diri-Nya dan para makhluk-nya.
Manusia wajib mengimani bahwa semua wahyu yang telah diberikan kepada nabi dan rasul adalah bersumber dari Allah.
Nabi dan rasul yang wajib diketahui berjumlah sekitar 25 orang.
Namun, ada juga nabi dan rasul yang tidak diketahui namanya, tetapi kita tetap wajib untuk mengakui dan mengimaninya.
5. Iman kepada Hari Akhir
Hari akhir atau hari kiamat adalah hal nyata yang terkadang diingkari oleh manusia.
Seorang muslim wajib mengimani hari akhir agar menjadi semangat untuk beribadah.
Selain itu, hal ini juga menjadi bukti bahwa hari pembalasan itu nyata.
Seluruh manusia harus siap mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.
6. Iman kepada Qada dan Qadar
Iman kepada qada dan qadar artinya mengimani bahwa semua kejadian yang baik ataupun buruk adalah atas izin dari Allah SWT.
Rukun iman itu satu paket, tidak boleh mengimani salah satunya saja.
Orang yang tidak beriman kepada seluruh rukun iman, maka ia akan tersesat dengan kesesatan yang sangat jauh.
Meskipun iman yang dimiliki seorang bisa bertambah dan berkurang, orang-orang yang beriman hendaknya selalu berusaha untuk menyempurnakan iman yang dimilikinya.
Sebagai seorang mukmin, kita sering merasakan turunnya semangat beribadah dan sebaliknya. Hal ini disebabkan kondisi iman yang tidak stabil. Naik turunnya iman adalah sesuatu yang lumrah. Imam Sufyan As-Tsauri berkata:
الإيمانُ يَزيدُ ويَنقُصُ
Iman bertambah dan berkurang
Selain itu, Imam Ibnu Abdil Barr berkata, “Iman menurut mereka (para ulama) bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.”
Semoga Iman kita selalu naik dengan selalu melakukan ke taatan kepada Allah SWT dan semoga Allah selalu membimbing kita untuk berada di jalan-Nya. Amiin.