Ciri Yahudi; Fasik dan Munafiq

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اَلَّذِيْنَ  قَا لُوْۤا  اِنَّ  اللّٰهَ  عَهِدَ  اِلَيْنَاۤ  اَ  لَّا  نُؤْمِنَ  لِرَسُوْلٍ  حَتّٰى  يَأْتِيَنَا  بِقُرْبَا نٍ  تَأْكُلُهُ  النَّا رُ   ۗ قُلْ  قَدْ  جَآءَكُمْ  رُسُلٌ  مِّنْ  قَبْلِيْ  بِا لْبَيِّنٰتِ  وَبِا لَّذِيْ  قُلْتُمْ  فَلِمَ  قَتَلْتُمُوْهُمْ  اِنْ كُنْتُمْ  صٰدِقِيْنَ

“(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api. Katakanlah (Muhammad), Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 183)

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 182

Azab yang menimpa orang-orang fasik dan munafik dari kalangan yahudi dan semisal mereka, yang demikian itu menurut Allah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri membunuh para nabi, melanggar janji, kikir, memakan yang haram, berkata bohong, mengambil suap dan sebagainya, dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. Mereka yang beramal saleh dan memenuhi perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya akan menerima imbalan berupa kebahagiaan di surga, dan mereka yang ingkar akan menerima balasan siksa yang amat pedih di neraka.

Orang-orang yang mendapat laknat dan murka Allah yaitu orang-orang yahudi yang mengatakan, dengan melontarkan perkataan bohong diatasnamakan Allah, sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api sebagai tanda diterimanya kurban seseorang. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi kamu tetap mendustakan mereka dan mengingkari semua yang diturunkan kepada mereka. Bahkan mengapa kamu membunuhnya jika kamu orangorang yang benar. Padahal, kamu sebenarnya hanya mengada-ada terhadap Allah, berbohong atas nama agama-Nya, dan tidak taat pada perintah-Nya.

Ayat ini khotobnya untuk Yahudi tapi bisa berlaku untuk semua manusia…
… membunuh para nabi, melanggar janji, kikir, memakan yang haram, berkata bohong, mengambil suap….
Sesunguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. Mereka yang beramal saleh dan memenuhi perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya akan menerima imbalan berupa kebahagiaan di surga, dan mereka yang ingkar akan menerima balasan siksa yang amat pedih di neraka.

اَمْ  حَسِبَ  الَّذِيْنَ  اجْتَـرَحُوا  السَّيِّاٰتِ  اَنْ  نَّجْعَلَهُمْ  كَا لَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَعَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ   ۙ سَوَآءً  مَّحْيَاهُمْ  وَمَمَا تُهُمْ   ۗ سَآءَ  مَا  يَحْكُمُوْنَ

“Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mereka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu.”
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 21)

جَزَاءً وِفَاقًا

“Sebagai pembalasan yang setimpal.” (QS. An-Naba’: 26)

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

“Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman: 60)

Demikian juga di dalam hadis-hadis Nabi ﷺ, dari Sahl bin Sa’d t, bahwa Jibril u datang dan berkata kepada Rasulullah ﷺ,

وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ

“Lakukanlah sesuai yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau akan dibalas dengan perbuatanmu tersebut.

sebagai manusia yang penuh dosa dan tak luput dari kesalahan, mulailah melakukan perbuatan baik dan jauhi segala larangan Allah SWT.

Semoga Allah SWT mengumpulkan kita dalam syurganya Allah bersama para kekasih Allah SWT