أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَ خْبَـتُوْۤا اِلٰى رَبِّهِمْ ۙ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Hud 11: 23)
Ciri penghuni surga ; beriman, mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membuktikan kebenaran dan ketulusan iman mereka dengan mengerjakan kebajikan dengan tulus ikhlas, dan merendahkan diri menghadapkan wajahnya kepada Tuhan Pemelihara alam semesta. Mereka itu adalah penghuni surga yang tidak pernah keluar darinya, karena mereka kekal berada di dalamnya.
Merendahkan diri kepada Tuhan mereka (wa akhbatû ilâ rabbihim):
Frasa “wa akhbatû ilâ rabbihim” diterjemahkan sebagai “merendahkan diri kepada Tuhan mereka”, atau bisa juga dimaknai sebagai:
•Tunduk dengan penuh ketundukan dan kelembutan hati kepada Allah.
•Tenang dan mantap dalam iman, serta pasrah atas takdir dan perintah-Nya.
•Beribadah dengan hati yang khusyuk dan tidak sombong.
•Selalu kembali kepada Allah dalam suka maupun duka.
Tafsir dan Makna:
1.Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa “akhbatu” berarti tawadhu’ (rendah hati), tenang, dan pasrah kepada Allah, tidak tergesa-gesa dan tidak sombong.
2.Tafsir Al-Muyassar menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki hati lembut, mudah menerima kebenaran, dan kembali kepada Allah dalam semua urusan.
3.Tafsir As-Sa’di menambahkan bahwa ini mencakup sifat-sifat seperti khusyuk, sabar, tidak mengeluh, dan selalu ridha terhadap ketetapan Allah.
Merendahkan diri kepada Tuhan dalam QS Hud:23 adalah sikap hati yang lembut, tunduk, dan penuh kepasrahan kepada Allah, disertai iman dan amal saleh. Orang-orang seperti inilah yang dijanjikan masuk surga dan kekal di dalamnya.
Hidup di dunia ini hanya sementara dan hidup yang abadi, kekal dan panjang tidak berkesudahan adalah di akhirat, semua orang yang beriman tentu mendambakan surga sebagai tempat kembali yang terbaik.
Doa memohon kebaikan dunia dan akhirat, termasuk permohonan masuk surga:
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةًۙ وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةًۙ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.’” (QS Al-Baqarah: 201)