Ciri-ciri Orang yang Bertaqwa (lanjutan..)

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

هٰذَا  بَيَا نٌ  لِّلنَّا سِ  وَهُدًى  وَّمَوْعِظَةٌ  لِّلْمُتَّقِيْنَ

“Inilah (Al-Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 138)

Al Quran, petunjuk dan pelajaran untuk orang yang bertakwa

ذٰلِكَ  الْكِتٰبُ  لَا  رَ يْبَ    ۛ   فِيْهِ    ۛ هُدًى  لِّلْمُتَّقِيْنَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2)

Tanda -tanda orang yang bertakwa yang mendapatkan petunjuk Alquran.

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka.

Jadi di antara tanda orang bertakwa yang mendapatkan petunjuk Alquran,
Pertama, yang beriman kepada yang gaib. Yaitu sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh panca indra. Pengetahuan tentang yang gaib semata-mata berdasar kepada petunjuk-petunjuk Allah.

Dalam tafsir Alquran Kementerian Agama RI dijelaskan beriman kepada yang gaib, termasuk di dalamnya beriman kepada Allah dengan sesungguhnya, menundukan diri serta menyerahkan diri pada-Nya. Iman pada Allah adalah dasar dari pembentukan watak dan sifat-sifat seseorang manusia agar dia menjadi manusia yang sebenarnya, sesuai dengan maksud Allah menciptakan manusia. Termasuk perkara gaib juga adalah para malaikat, hari kiamat, surga, neraka, mahsyar dan lainnya. Sementara pangkal iman kepada yang gaib adalah iman kepada Allah.

Kedua adalah yuqimunas sholat, mendirikan sholat. Mengerjakan sholat dengan menyempurnakan rukun-rukun dan syaratnya, mengerjakannya sesuai yang diperintahkan Allah. Mengerjakan shalat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan sunah Rasul. Mengerjakan sholat dengan hati khusyuk, dengan ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, dan merasakan keagungan dan kekuasaan Allah.

Tak hanya sebatas memaksa sholat namun juga mendirikan sholat yakni menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam segala gerak dan bacaan sholat pada kehidupan sehari-hari.

Ketiga, adalah yang menginfakan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan Allah. Harta yang akan diinfakkan itu ialah sebagiannya, tidak seluruh harta.

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

“Dan orang-orang yang membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Alquran surat Al Furqan ayat 67).

الَّذِيْنَ  يُنْفِقُوْنَ  فِى  السَّرَّآءِ  وَا لضَّرَّآءِ  وَا لْكٰظِمِيْنَ  الْغَيْظَ  وَا لْعَا فِيْنَ  عَنِ  النَّا سِ   ۗ وَا للّٰهُ  يُحِبُّ  الْمُحْسِنِيْنَ

(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134)

Lanjutan ayat 133. Syurga disediakan bagi orang yang bertakwa…
1. orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit,
2. orang-orang yang menahan amarahnya
3. dan memaafkan (kesalahan) orang lain.

Semoga kita diberi kemudahan untuk memahami makna serta kandungan yang ada di dalam Alquran, serta rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya.