Cara Mengingat Mati yang Benar Menurut Iman Ghazali

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اُولٰٓئِكَ  عَلَيْهِمْ  صَلَوٰتٌ  مِّنْ  رَّبِّهِمْ  وَرَحْمَةٌ   ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْمُهْتَدُوْنَ
“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 157)

Mempertegas ayat yang sebelumnya;

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ  بِشَيْءٍ  مِّنَ  الْخَـوْفِ  وَا لْجُـوْعِ  وَنَقْصٍ  مِّنَ  الْاَ مْوَا لِ  وَا لْاَ نْفُسِ  وَا لثَّمَرٰتِ   ۗ وَبَشِّرِ  الصّٰبِرِ يْنَ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

الَّذِيْنَ  اِذَاۤ  اَصَا بَتْهُمْ  مُّصِيْبَةٌ   ۙ قَا لُوْۤا  اِنَّا  لِلّٰهِ  وَاِ نَّـاۤ  اِلَيْهِ  رٰجِعُوْنَ
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)

Selamat dunia dan Akherat ; Memperoleh ampunan, rahmat dan selalu mendapat petunjuk, untuk mendapatkan ini semua harus sabar, akidah/tauhid diperkuat dan selalu ingat bahwa kita akan kembali (ingat kematian).
Sabar ; sabar dalam melaksanakan ketaatan, sabar menghindari kemaksiatan, sabar dalam menghadapi takdir.
Akidah/tauhid; tidak melakukan kemusryikan
Ingat kematian, cara mengingat mati yang benar (Menurut Iman Ghazali) adalah membebaskan hati dari semua pikiran lainnya dan hanya ingat mati saja yang mendominasi pikiran dan hati,”

Semoga kita termasuk orang yang memiliki kecerdasan, yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian.