Cara Mendapatkan Harta yang Benar

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اَيَوَدُّ  اَحَدُكُمْ  اَنْ  تَكُوْنَ  لَهٗ  جَنَّةٌ  مِّنْ  نَّ

اَلَّذِيْنَ  يَأْكُلُوْنَ  الرِّبٰوا  لَا  يَقُوْمُوْنَ  اِلَّا  كَمَا  يَقُوْمُ  الَّذِيْ  يَتَخَبَّطُهُ  الشَّيْطٰنُ  مِنَ  الْمَسِّ   ۗ ذٰلِكَ  بِاَ نَّهُمْ  قَا لُوْۤا  اِنَّمَا  الْبَيْعُ  مِثْلُ  الرِّبٰوا  ۘ وَاَ حَلَّ  اللّٰهُ  الْبَيْعَ  وَحَرَّمَ  الرِّبٰوا   ۗ فَمَنْ  جَآءَهٗ  مَوْعِظَةٌ  مِّنْ  رَّبِّهٖ  فَا نْتَهٰى  فَلَهٗ  مَا  سَلَفَ   ۗ وَاَ مْرُهٗۤ  اِلَى  اللّٰهِ   ۗ وَمَنْ  عَا دَ  فَاُ ولٰٓئِكَ  اَصْحٰبُ  النَّا رِ   ۚ هُمْ  فِيْهَا  خٰلِدُوْنَ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275)

Ayat ayat sebelumnya berisi bagaimana cara mengeluarkan harta dengan cara yang benar dan ayat ayat ke depan berisi bagaimana cara mendapatkan harta yang benar.

“…Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba…”

Jual beli halal, riba haram…

Alquran berisi kabar gembira dan peringatan sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Fushilat ayat 3-4:

كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ بَشِيرًا وَنَذِيرًا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ “

“!Kutiba fushilat aayatihi Qur’anan Arabiyyan laqaumin ya’lamun. Basyirun wa nadzirun fa a’radha aktsaruhum fahum laa yasma’un.”

Yang artinya: “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan.”
Ini peringatan tentang riba ;

“…Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”(QS Al Baqarah 275).

Doa Mohon Keselamatan dan Rezeki yang Berkah

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

“Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal-maut. Hawwin alaina fi sakaratil-maut, wannajata minannaari, wal-afwa indal-hisab.”

“Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan taubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul-maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksaan neraka, dan dapatkanlah kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).”