Select Education Level
Please select an education level to begin registration.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْـكَذِبَ ۗ وَكَفٰى بِهٖۤ اِثْمًا مُّبِيْنًا
“Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 50).
Mengada-adakan kebohongan terhadap Allah
Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H
50. Allah berfirman, “Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah?” yaitu dengan cara menyucikan diri mereka sendiri, karena hal itu merupakan pendustaan yang paling besar atas Allah, karena muatan dari penyucian diri mereka itu adalah sebuah kabar bahwa Allah telah menjadikan apa yang mereka lakukan saat itu adalah benar dan apa yang dilakukan kaum Mukminin adalah batil, ini adalah pendustaan yang paling besar dan sebuah pemutarbalikkan kenyataan dan hakikat dengan cara membuat yang haq menjadi batil, dan batil menjadi haq, Karena itulah Allah berfirman, “Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka),” maksudnya, sangat Nampak dan jelas (bahwa perbuatan itu) mengakibatkan hukuman yang keras dan siksa yang pedih
Kebohongan adalah kebalikan dari kebenaran. Jadi, segala sesuatu yang tidak benar dan dengan sengaja dimaksudkan untuk menyesatkan orang lain adalah dusta.
Berbohong bertentangan dengan sifat dan fisiologi manusia, dan seperti penyakit lainnya, ia memiliki tanda dan gejala uniknya sendiri. Tindakan berbohong menghasilkan konflik batin antara berbagai pusat kendali otak.
Saat seseorang mulai berbohong, tubuhnya mengirimkan sinyal yang bertentangan untuk menyebabkan otot wajah berkedut, kontraksi pupil, keringat, pipi memerah, peningkatan kedipan mata, tremor tangan, dan peningkatan denyut jantung. Ini yang menjadi dasar dari instrumen pendeteksi kebohongan.
Kebohongan yang paling buruk adalah melakukannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Kebohongan dengan memalsukan sesuatu yang datang dari Allah SWT.
“Seandainya dia (Muhammad) mengada-ada sebagian perkataan atas (nama) Kami. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.” (QS. Al-Haqqah: 44-46).
“…Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena barangsiapa menyembunyikannya, sungguh hatinya berdosa…” (QS. Al-Baqarah: 283)
“ Dan janganlah kamu mencampuradukkan yang haq dengan yang batil atau menyembunyikan yang haq sedang kamu mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah: 42)
Dalam beberapa ayat, Allah SWT menyinggung tentang perilaku bohong. Bohong disebut merupakan sifat orang-orang yang tidak diberi petunjuk.
“… Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.” (QS. Al-Mu’min :28)
“… Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang pendusta dan kafir.” (QS. Az-Zumar:3)
“… Kutukan Allah atasnya jika dia termasuk di antara para pendusta.” (QS. An-Nur :7)
Rasulullah SAW : “Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga, dan orang yang jujur terus berbicara kebenaran sampai dia menjadi orang yang paling benar. Kebohongan membawa ke kejahatan dan kejahatan mengarah ke Neraka, dan pembohong terus berbohong sampai dia terdaftar sebagai pembohong tingkat tinggi di hadapan Allah.” (HR. Al-Bukhari).
BENTUK-BENTUK KEDUSTAAN ATAS NAMA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA
Semoga kita semakin berhati-hati, agar tidak terjebak dalam perbuatan berdusta atas nama Allâh sehingga akan mendapatkan kebinasaan. Kita memohon bimbingan kebaikan dan perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari semua bentuk penyimpangan.