Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَفَاَ مِنُوْۤا اَنْ تَأْتِيَهُمْ غَا شِيَةٌ مِّنْ عَذَا بِ اللّٰهِ اَوْ تَأْتِيَهُمُ السَّا عَةُ بَغْتَةً وَّ هُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
“Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?” (QS. Yusuf 12: Ayat 107)
Azab Allah dan datangnya ajal bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa disadari, sehingga manusia seharusnya selalu patuh dan taat kepada Allah di setiap waktu
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini, Allah mempertanyakan apakah orang-orang yang mengakui Allah swt sebagai Penciptanya tetapi juga menyekutukan-Nya dengan mengadakan sembahan-sembahan selain-Nya, merasa aman dari azab yang akan menimpa mereka secara tiba-tiba. Apakah mereka merasa aman tidak akan menemui kematian secara mendadak dan tidak pernah diduga sebelumnya? Sekali-kali tidak! Sewaktu-waktu Allah SWT dapat saja menimpakan azab kepada mereka, begitu juga Allah swt dapat memerintah-kan Malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya secara mendadak tanpa diduga sebelumnya apabila Allah menghendaki. Allah swt Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki, sebagaimana firman-Nya: Sungguh, Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. (Hud/11: 107)
Sejalan dengan ayat 107 ini, firman Allah swt:
Maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. (an-Nahl/16: 45-47)
Di antara hikmah disembunyikannya waktu kedatangan azab yang seolah-olah dengan tiba-tiba atau pencabutan nyawa oleh Izrail secara mendadak, ialah supaya mereka selalu siap siaga akan datangnya ajal. Dengan demikian, mereka selalu patuh dan taat dalam melaksanakan ibadah serta tidak melakukan maksiat. Mereka sadar hanya kepada Allah SWT manusia menyembah dan tidak menyekutukan-Nya sedikit pun.
Tadabbur dari QS Yusuf:107
1. Rasa aman yang menipu
Manusia sering merasa hidupnya baik-baik saja, padahal azab Allah bisa datang tanpa aba-aba, bahkan saat seseorang merasa paling aman.
2. Ajal tidak menunggu kesiapan manusia
Kematian bisa datang siang atau malam, saat lalai atau sibuk, bukan hanya saat sakit atau tua.
3. Bahaya menunda taubat dan ketaatan
Ayat ini menegur orang yang berkata “nanti saja”, karena kesempatan bisa terputus secara mendadak.
4. Ketaatan bukan musiman
Karena azab dan ajal tidak terjadwal, maka ketaatan pun tidak boleh menunggu waktu tertentu,bukan hanya saat Ramadhan atau saat diuji.
5. Hidup dalam keadaan waspada yang menenangkan
Waspada di sini bukan panik, tapi hidup dengan kesadaran akan Allah (murāqabah): menjaga iman, amal, dan sikap setiap hari.
6. Nikmat dunia bukan jaminan keselamatan
Kelapangan hidup tidak berarti ridha Allah; bisa jadi itu adalah istidraj bila tidak diiringi ketaatan.
Penutup tadabbur (kalimat renungan)
“Karena kita tidak tahu kapan azab dan ajal datang, maka cara paling aman adalah hidup dalam ketaatan hari ini, bukan nanti.”
“Ya Allah, tetapkanlah kami dalam ketaatan kepada-Mu setiap waktu,
jagalah kami dari kelalaian dan maksiat,
jadikanlah amal terakhir kami amal yang saleh,
akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah,
dan wafatkanlah kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.”