Azab Allah akan Ditimpakan kepada Orang-orang Zalim

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  لَا  تَـتَّخِذُوا  الَّذِيْنَ  اتَّخَذُوْا  دِيْنَكُمْ

قُلْ  اَرَءَيْتَكُمْ  اِنْ  اَتٰٮكُمْ  عَذَا بُ  اللّٰهِ  بَغْتَةً  اَوْ  جَهْرَةً  هَلْ  يُهْلَكُ  اِلَّا  الْقَوْمُ  الظّٰلِمُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?” (QS. Al-An’am 6: Ayat 47)

Azab Allah akan ditimpakan kepada orang orang zalim

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bawha kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan mengingkari seruan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka, akan datang azab, adakalanya dengan tiba-tiba, adakalanya dengan tanda-tanda yang datang sebelum azab itu, adakalanya dapat dilihat langsung dengan mata adakalanya tidak dapat dilihat langsung, adakalanya datang di waktu siang hari dan adakalanya datang di malam hari.

Maka hendaklah orang-orang musyrik itu ingat orang-orang zalim dan orang-orang yang mengingkari seruan Rasul pasti ditimpa azab, sedangkan orang-orang yang mengikuti seruan Rasul akan dilindungi dan diselamatkan dari azab itu. Orang yang beriman tidak akan merugi, dan orang yang ingkar akan disiksa.

Ayat yang sejalan dengan QS. Al-An’am 6: Ayat 47;

وَا تَّقُوْا  فِتْنَةً  لَّا  تُصِيْبَنَّ  الَّذِيْنَ  ظَلَمُوْا  مِنْكُمْ  خَآ صَّةً  ۚ وَا عْلَمُوْۤا  اَنَّ  اللّٰهَ  شَدِيْدُ  الْعِقَا بِ

“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 25)

Tafsir Lengkap Kemenag
Kementrian Agama RI

Allah menyerukan kepada orang-orang beriman, agar memelihara diri mereka dari siksaan, yang tidak hanya khusus menimpa orang-orang zalim itu saja di antara orang-orang beriman. Maksudnya ialah apabila di dalam suatu kaum perbuatan maksiat telah merata maka Allah akan menyiksa mereka itu secara keseluruhan. Siksaan itu tidak hanya bagi orang yang melakukan kemaksiatan itu saja, akan tetapi siksaan itu akan menimpa mereka secara merata tanpa pilih kasih, meskipun di dalamnya terdapat juga orang-orang yang saleh yang berada di antara mereka itu.

Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada suatu kaum yang sebagian besar orang-orangnya lebih terpedaya melakukan kemaksiatan dari yang tidak melakukan, kemudian mereka tidak mau mengubahnya selain Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang merata.” (Riwayat Ahmad dari Jarir)

Oleh sebab itulah di dalam masyarakat ada lembaga yang mengurus kemaslahatan dan mengurus amar maruf dan nahi mungkar. Lembaga ini hendaknya bertugas meneliti kemaksiatan yang timbul dalam masyarakat, serta berusaha pula untuk mencari cara-cara pencegahannya. Juga lembaga ini berusaha untuk menggiatkan masyarakat melakukan segala yang diperintahkan oleh agama dan menghentikan segala sesuatu yang dilarang. Apabila kemaksiatan itu telah merata, dan masyarakat telah melupakan agama, maka bencana yang akan menimpa masyarakat itu tidak hanya akan menimpa suatu kelompok atas golongan tertentu saja, tetapi bencana itu akan dirasakan oleh anggota masyarakat, secara keseluruhan dan merata.

Azab akan ditimpakan baik kepada orang zalim maupun orang yang beriman secara keseluruhan dan merata apabila kemaksiatan telah merata, dan masyarakat telah melupakan agama , tidak ada amar ma’ruf nahi munkar.

Doa mohon perlindungan dari Allah SWT.

Allaahumma innii a`udzu biKa min jahdi-l balaa wa daraki-sy syaqaa wa suu-il qadhaa wa syamaatati-la`daa`

Ya Allah! Aku berlindung kepadaMu dari bencana yang sangat berat, kesengsaraan dan segala faktor penyebabnya, hal-hal yang tidak disukai, serta kebahagiaan musuh atas musibah yang menimpa diriku