Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji. Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 189)
Wukuf di Padang ‘Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah itu merupakan puncak ritual ibadah haji di tanah suci dan menjadi salah satu rukun haji, kalau tidak wukuf tidak sah hajinya. Penentuan 1 dzulhijah ditentukan dengan melihat hilal sehari sebelumnya atau hari terakhir di bulan dzulkaidah.
Bulan dan matahari adalah penunjuk waktu beribadah bagi umat muslim. Waktu waktu sholat ditentukan oleh pergerakan matahari dan bulan. Kapan mulai 1 ramadhan, 1 syawal, mulai puasa, berbuka ditentukan oleh pergerakan matahari dan hilal. awal bulan baru yang menegaskan bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhinya tiga parameter. Ketiga parameter tersebut antara lain:
Hilal dalam bahasa Arab adalah kata isim yang terbentuk dari 3 huruf asal, yaitu ha-lam-lam ( ھـ -ل – ل ), sama dengan asal terbentuknya fi’il (kata kerja) dan tashrif-nya. Hilal (jamaknya ahillah) artinya bulan sabit, suatu nama bagi cahaya bulan yang nampak seperti sabit.
Dalam Kamus Ilmu Falak disebutkan, hilal atau ”bulan sabit” yang dalam astronomi disebut crescent adalah bagian Bulan yang tampak terang dari Bumi sebagai akibat cahaya Matahari yang dipantulkan olehnya pada hari terjadinya ijtima’ sesaat setelah Matahari terbenam. Apabila setelah Matahari terbenam, hilal tampak, maka malam itu dan keesokan harinya merupakan tanggal satu bulan berikutnya.
Berikut beberapa ayat Alquran yang menjelaskan bulan dan matahari sebagai penanda waktu bagi manusia.
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui,” Surat Yunus ayat 5.
Dalam surat Ar-Rahman ayat 5 juga disebutkan bahwa “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungannya,”
Surat Al-Anam ayat 96 juga menegaskan fungsi matahari dan bulan menjadi penanda bagi manusia untuk menentukan waktu dan perhitungan waktu. ayat tersebut berbunyi: “Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
Bulan dan matahari mahluk Allah yang memiliki ketaatan yang luar biasa beredar mengikuti orbitnya, dan membantu muslim untuk melakukan ibadahnya tepat waktu, ketaatan seperti para malaikat bertasbih dan mengikuti perintah Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan hidayah kepada kita untuk selalu taat kepada Allah SWT.