Ayat Al Qur’an tentang Haid

IMG_1281_ed

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

‎ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَ  يَسْــئَلُوْنَكَ  عَنِ  الْمَحِيْضِ   ۙ قُلْ  هُوَ  اَذًى  فَا عْتَزِلُوْا  النِّسَآءَ  فِى  الْمَحِيْضِ   ۙ وَلَا  تَقْرَبُوْهُنَّ  حَتّٰى  يَطْهُرْنَ   ۚ فَاِ ذَا  تَطَهَّرْنَ  فَأْتُوْهُنَّ  مِنْ  حَيْثُ  اَمَرَكُمُ  اللّٰهُ   ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  التَّوَّا بِيْنَ  وَيُحِبُّ  الْمُتَطَهِّرِ يْنَ

“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, Itu adalah sesuatu yang kotor. Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)

Ayat ayat Quran bukan buatan Nabi Muhammad, tapi kalamullah…ucapan Allah SWT, banyak ayat yang orang bisa mengernyitkan dahi, enggak mungkin nabi Muhammad seorang yang ummi (yang tidak pernah belajar) bisa tahu bahwa haid sesuatu yang kotor, dan kesehatan sekarang membuktikan bahwa haid sesuatu yang kotor.
Dan yang menarik diakhir ayat menyebutkan Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
Yang menarik disini tidak menyebut Allah menyukai orang yang tidak pernah berbuat dosa, karena Allah SWT yakin betul bahwa manusia tidak mungkin tidak berbuat dosa. Yang terbaik setelah berbuat dosa, bertobat dan berniat untuk tidak mengulangi lagi.
QS as-Syams ayat 9-10. Berbahagialah orang mensucikan dirinya ;

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاها وَقَدْ خابَ مَنْ دَسَّاها

Sungguh beruntung orang yang menyucikan dirinya dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

Alangkah beruntungnya orang yang mensucikan dirinya dan alangkah meruginya orang yang mengotori dirinya”. Bagaimana bentuk pembersihan diri? Bentuk pembersihan diri secara syariat adalah dengan cara melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. dan membiasakan diri untuk tidak melakukan perilaku atau akhlak yang hina lagi rendah. Bagaimana bentuk pengotoran dirinya? Seseorang disebut mengotori dirinya apabila dia menjauh dari petunjuk Allah, menjauhi al-Quran, menjauhi Sunnah, menjauhi para ulama, sehingga dia akan melakukan kemaksiatan dan tidak melakukan ketaatan.

قَدْ  اَفْلَحَ  مَنْ  تَزَكّٰى
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 14)

Semoga kita terhindar dan dijauhkan dari perbuatan maksiat dan terus istiqomah berbuat kebaikan.