Allah Menciptakan Segala Sesuatu Berpasang-pasangan Sebagai Tanda Bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir dan Meyakini Kebangkitan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَهُوَ  الَّذِيْ  مَدَّ  الْاَ رْضَ  وَجَعَلَ  فِيْهَا  رَوَا سِيَ  وَاَ نْهٰرًا  ۗ وَمِنْ كُلِّ  الثَّمَرٰتِ  جَعَلَ  فِيْهَا  زَوْجَيْنِ  اثْنَيْنِ  يُغْشِى  الَّيْلَ  النَّهَا رَ  ۗ اِنَّ  فِيْ  ذٰلِكَ  لَاٰ يٰتٍ  لِّـقَوْمٍ  يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 3)

Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan sebagai tanda bagi orang-orang yang mau berpikir dan meyakini kebangkitan

DaTafsir ringkas Kementrian Agama RI; Usai berbicara tentang matahari dan bulan, Allah melalui ayat ini menjelaskan perihal bumi dan isinya. Dan Dia Yang Maha Pencipta adalah Tuhan yang juga menghamparkan bumi untuk tempat kamu berdiam, dan menjadikan gunung-gunung yang beragam tingginya, dan sungai-sungai yang mengalir di atas permukaan-nya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan dari bermacam jenisnya secara berpasang-pasangan sehingga dapat berkembang biak. Dia pula yang menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau berpikir.

Dalam Al-Qur’an, khususnya QS Ar-Ra’d ayat 3, Allah menyebutkan tanda-tanda kekuasaan-Nya: bumi dihamparkan, gunung ditegakkan, sungai dialirkan, dan segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan, agar manusia berpikir dan yakin akan kebangkitan.

1. Tauhid Rububiyah (Mengakui Allah sebagai Pengatur)
Alam semesta berjalan dengan hukum (sunatullah) yang rapi dan teratur. Tidak ada yang sia-sia. Semua menunjukkan adanya Pengatur Yang Maha Kuasa.

2. Konsep Berpasang-pasangan
Allah menciptakan banyak makhluk dalam sistem pasangan—laki-laki dan perempuan, siang dan malam, darat dan laut, yang saling melengkapi dan menjadi sebab keberlangsungan kehidupan. Ini menunjukkan:
– Ada desain dan tujuan.
– Kehidupan berlanjut melalui mekanisme yang Allah tetapkan.

3. Tanda bagi Orang yang Berpikir
Ayat ini ditutup dengan penegasan bahwa semua itu adalah tanda bagi orang yang mau berpikir.

Orang yang benar-benar berpikir adalah yang melihat tanda-tanda Allah, merenung dengan akal, melembut dengan hati, menahan hawa nafsu, dan terus berusaha memperbaiki diri…

Doa orang yang merenungi ciptaan Allah; Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilaa, subhaanaka faqinaa ‘adzaaban naar.

“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.” (QS Ali ’Imran ayat 191)