Select Education Level
Please select an education level to begin registration.
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَلَمْ تَرَ اِلَى الْمَلَاِ مِنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى ۘ اِذْ قَا لُوْا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِکًا نُّقَا تِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ قَا لَ هَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ کُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَا لُ اَ لَّا تُقَا تِلُوْا ۗ قَا لُوْا وَمَا لَنَاۤ اَلَّا نُقَا تِلَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَدْ اُخْرِجْنَا مِنْ دِيَا رِنَا وَاَ بْنَآئِنَا ۗ فَلَمَّا کُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَا لُ تَوَلَّوْا اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لظّٰلِمِيْنَ
“Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah. Nabi mereka menjawab, Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga? Mereka menjawab, Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami? Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 246)
Bani Israil sebagai suatu bangsa atau kabilah diawali dari seorang Israil. Sebutan Israil adalah nama lain untuk Nabi Yaqub AS.
Nabi Yaqub memiliki nama lengkap Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim, yang tumbuh di wilayah bangsa Kan’an dari Jazirah Arab. Awalnya mereka hidup di tengah Palestina, lalu pindah ke pedalaman di padang pasir Naqab Selatan Palestina dekat Sinai.
Bani Israil sebetulnya adalah kaum yang disayang Allah SWT. Tercatat ada 12 nabi yang diutus untuk membimbing kaum tersebut menjalankan ajaran tauhid, termasuk Nabi Yaqub AS.
Mereka adalah Nabi Yaqub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Ilyas, Nabi Ilyasa, Nabi Yunus, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, hingga Nabi Isa. Sayangnya kaum ini tidak mengikuti ajaran tauhid serta tidak bersyukur atas nikmat dari Allah SWT.
Bani Israil dari zaman dulu hingga sekarang selalu berulah, timbul pertanyaan kenapa tidak Allah musnahkan seperti kaum kaum sebelumnya…
Dalam Al-Qur’an, ada beberapa kaum yang disebutkan memiliki akhlak dan perilaku tercela seperti menyekutukan Allah (Musyrik), mengingkari ajaran para nabi dan rasul-Nya, hingga melakukan perbuatan yang melampaui batas sehingga menuai azab dan siksa hingga binasa.
Seperti halnya Kaum Nabu Nuh, Kaum ‘Ad, Kaum Tsamud, Kaum Sodom, dan Kaum Madyan dan Aikah.
“Kenapa tidak Allah matikan saja Yahudi itu? Kaum ‘Ad binasa, Tsamud binasa, Madyan binasa, Firaun binasa, Kenapa Allah tidak membinasakan Israel ini?,” tanya UAS kepada Sheikh Muhammad Jibril.
Sheikh Muhammad Jibril pun senyum sambil menunjuk UAS dan berkata, “Seandainya Allah membinasakan Israel, lalu apa yang tersisa untukmu. Allah sengaja sisakan Israel ini sebagai medan jihad kita menolong agama Allah.”
Namun UAS menegaskan, jihad yang dimaksud bukan berarti berangkat langsung ke Palestina dan memerangi kaum Yahudi Israel.
“Bukan berarti selesai acara ini kau beli tiket ke Palestina. Belajar kau serius sampai doktor, sampai profesor lalu dengan uangmu, hartamu, dan ilmumu kau akan menolong saudaramu di Palestina,” kata UAS.
“Berjuang engkau jadi anggota legislatif sampai DPR RI. Bayangkan kalau kalian yang menjadi anggota dewan kalian bisa mendukung pemerintah untuk menolong permasalahan Palestina, betul?,” kata UAS, menyambungkan.
Membiarkan golongan semacam Yahudi dan kelompok Zionisme agar umat Islam mawas diri dan bersatu. Dengan kehadiran musuh bersama di sana (common enemy), umat akan diharapkan bersatu.
Itu sangat mungkin. Karena, secara kodrati, mereka lemah bila umat Islam bersatu. Lihat saja perangai mereka seperti disebutkan dalam Alquran surah al-Hasyr, mereka tidak akan berperang kecuali di balik benteng yang kokoh atau belakang tembok (illa fi qura muhasshanatin aw min warai judur). Kuncinya, ada di umat Islam itu sendiri.
Rusia menyerang Ukraina, semua negara Barat mengutuknya, Israel sudah 72 tahun terus terusan menyerang Palestina enggak ada negara barat yang mengutuknya, ini yang disebut standar ganda.
Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah saudara, muslim satu dengan yang lain ibarat satu tubuh, muslim yang lain disakiti harus merasakan sakitnya, muhasabah apakah kita merasa sakit apabila muslim disakiti ?
Dunia ini adalah medan perjuangan, untuk menjadi sebaik-baik hamba. Allah Ta’ala berfirman :
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 1-2)
Semoga kita berhasil meleati ujian, baik ujian kebaikan, maupun ujian keburukan.