6 Bentuk Jihad di Era Modern

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَ  جَآءَ  الْمُعَذِّرُوْنَ  مِنَ  الْاَ عْرَا بِ  لِيُؤْذَنَ  لَهُمْ  وَقَعَدَ  الَّذِيْنَ  كَذَبُوا  اللّٰهَ  وَرَسُوْلَهٗ  ۗ سَيُصِيْبُ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  مِنْهُمْ  عَذَا بٌ  اَ  لِيْمٌ
“Dan di antara orang-orang Arab Badui datang (kepada Nabi) mengemukakan alasan, agar diberi izin (untuk tidak pergi berperang), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 90)
Yang tidak ikut berjihad, termasuk orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya
Tafsir Lengkap Kementrian Agama RI; Ayat-ayat ini menerangkan bagaimana pula keadaan orang-orang munafik yang tinggal di luar kota Medinah yang tinggal di kampung-kampung penduduk padang pasir yang biasa dipanggil orang dengan Arab Badui. Mereka sengaja datang menghadap Rasulullah untuk mengemukakan alasan agar Rasulullah berkenan memberi izin untuk tidak ikut berperang. Kejadian ini diterangkan dalam suatu riwayat yang diceritakan oleh seseorang yang bernama adz-ahhak, yaitu: “Ada suatu kelompok Badui dari golongan Amir bin thufail datang menghadap Rasulullah seraya berkata, “Ya Nabi Allah, kami tidak turut berperang bersama engkau, kami merasa khawatir, kalau-kalau perempuan kami, anak-anak kami, dan binatang-binatang ternak kami habis dirusak dan dirampok oleh penjahat-penjahat.” Maka Rasulullah menjawab, “Allah sudah memberitahukan kepadaku tentang keadaanmu; semoga Allah akan memaafkan dan menyelamatkanmu.” Bermacam-macam alasan yang mereka kemukakan kepada Rasulullah, ada alasan yang dibuat-buat dan ada alasan yang sebenarnya agar mereka diberi izin untuk tidak turut berperang.
Mereka yang datang menghadap Rasulullah dengan mengemukakan alasan yang sebenarnya itu adalah kalangan orang-orang mukmin, dan mereka yang datang dengan alasan yang dibuat-buat adalah dari golongan orang-orang munafik. Ada segolongan lagi, yaitu orang-orang yang tidak datang menghadap Rasulullah untuk minta izin. Mereka itu sengaja duduk dan tinggal di rumahnya, tidak mau turut berjihad dan berperang. Mereka ini jelas termasuk orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Merekalah orang-orang munafik yang sudah parah dan sangat berbahaya. Menurut pendapat Umar bin Ala’, baik mereka yang minta izin dengan mengemukakan alasan yang dibuat-buat, maupun yang duduk tinggal di rumah, tidak mau ikut berjihad dan berperang, kedua golongan itu sama-sama jeleknya dan sama-sama berbahaya. Kedua golongan itu sudah termasuk golongan orang kafir yang akan mendapat siksa yang pedih dari Allah, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.
Jihad di zaman Nabi Muhammad ﷺ sering kali dikaitkan dengan perang fisik melawan musuh-musuh Islam yang menindas kaum Muslimin. Namun, jihad tidak hanya terbatas pada peperangan, tetapi juga mencakup berbagai bentuk perjuangan di jalan Allah sesuai dengan kondisi zaman.
Di era modern, jihad dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain:
1. Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Menjaga hati dan diri dari dosa serta memperbaiki akhlak.
  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
  • Menghindari maksiat dan memperbanyak ibadah.
2. Jihad Ilmu
  • Mencari ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
  • Menyebarkan ilmu yang benar sesuai ajaran Islam.
  • Menggunakan ilmu untuk membangun peradaban yang lebih baik.
3. Jihad Ekonomi
  • Berusaha mencari rezeki yang halal dan berkah.
  • Menghindari riba dan praktik ekonomi yang zalim.
  • Membangun ekonomi umat agar tidak bergantung pada pihak yang merugikan Islam.
4. Jihad Sosial dan Dakwah
  • Berdakwah dengan cara yang baik dan bijak.
  • Menolong sesama, khususnya yang tertindas dan miskin.
  • Melawan kezaliman dan ketidakadilan dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam.
5. Jihad dalam Keluarga
  • Mendidik anak-anak dengan nilai-nilai Islam.
  • Menjadi teladan dalam keluarga.
  • Menjaga keharmonisan rumah tangga sesuai syariat.
6. Jihad dalam Teknologi dan Media
  • Menggunakan media untuk menyebarkan kebaikan dan kebenaran.
  • Melawan informasi yang menyesatkan tentang Islam.
  • Mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi umat.
Jihad  di masa sekarang bukan hanya tentang angkat senjata, tetapi lebih luas dari itu, yaitu berjuang untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat, dan umat Islam secara keseluruhan. Yang paling penting adalah niat yang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Doa Memohon Kekuatan dan Keteguhan Hati;
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِكَ بِأَنْفُسِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ، وَثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ، وَأَعِنِّي عَلَى طَاعَتِكَ وَمَرْضَاتِكَ
Allāhumma aj‘alnī mina alladzīna yujāhidūna fī sabīlika bi-anfusihim wa amwālihim, wa thabbit qalbī ‘alā dīnika, wa a‘innī ‘alā thā‘atika wa marḍātik
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang berjihad di jalan-Mu dengan diri dan hartaku. Kokohkanlah hatiku di atas agama-Mu, dan bantulah aku dalam ketaatan serta meraih ridha-Mu.”