4 Jalan untuk Mencapai Derajat Mulia

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

دَرَجٰتٍ  مِّنْهُ  وَمَغْفِرَةً  وَّرَحْمَةً   ۗ وَكَا نَ  اللّٰهُ  غَفُوْرًا  رَّحِيْمًا

“(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 96)

Menurut tafsir lengkap Kemenag Kementrian Agama RI, ayat ini merupakan lanjutan dan keterangan bagi ayat yang lalu, karena akhir ayat yang lalu menyebutkan bahwa Allah akan memberikan pahala yang lebih besar kepada mereka yang berjihad, tetapi belum dijelaskan apa wujud pahala yang besar itu. Maka ayat ini menjelaskan bahwa pahala yang paling besar ialah: keunggulan martabat mereka beberapa derajat di sisi Allah Yang Maha Pengampun serta ampunan dan rahmat-Nya.

Sedangkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir di dalam kitab Sahihain telah disebutkan melalui Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus derajat (tingkatan) yang disediakan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya, jarak antara tiap-tiap dua derajat sama dengan jarak antara langit dan bumi.

Al-A’masy meriwayatkannya dari Amr ibnu Murrah, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : Barang siapa yang melepaskan anak panah (di jalan Allah), baginya pahala satu derajat. Seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah derajat itu?” Nabi Saw. menjawab: Ingatlah, sesungguhnya derajat itu bukan tangga naik yang ada pada pintu rumah ibumu, jarak antara dua derajat adalah seratus tahun (perjalanan).

Pengorbanan umat terdahulu sungguh luar biasa, dihadapkan dengan kematian di medan perang.
Allah tinggikan derajatnya sesuai dengan dikehendakiNya.

اَهُمْ  يَقْسِمُوْنَ  رَحْمَتَ  رَبِّكَ   ۗ نَحْنُ  قَسَمْنَا  بَيْنَهُمْ  مَّعِيْشَتَهُمْ  فِى  الْحَيٰوةِ  الدُّنْيَا  وَرَفَعْنَا  بَعْضَهُمْ  فَوْقَ  بَعْضٍ  دَرَجٰتٍ  لِّيَـتَّخِذَ  بَعْضُهُمْ  بَعْضًا  سُخْرِ يًّا   ۗ وَرَحْمَتُ  رَبِّكَ  خَيْرٌ  مِّمَّا  يَجْمَعُوْنَ
“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Az-Zukhruf 43: Ayat 32).

1.  Allah tingikan derajat orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah

اَلَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَ  هَا جَرُوْا  وَجَاهَدُوْا  فِيْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  بِاَ مْوَا لِهِمْ  وَاَ نْفُسِهِمْ   ۙ اَعْظَمُ  دَرَجَةً  عِنْدَ  اللّٰهِ   ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْفَآئِزُوْنَ
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 20)

2. Allah tinggikan derajat yang menginfakkan hartanya dijalan Allah

وَ  مَا  لَـكُمْ  اَ  لَّا  تُنْفِقُوْا  فِيْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  وَلِلّٰهِ  مِيْـرَا ثُ  السَّمٰوٰتِ  وَ  الْاَ رْضِ   ۗ لَا  يَسْتَوِيْ  مِنْكُمْ  مَّنْ  اَنْفَقَ  مِنْ  قَبْلِ  الْفَتْحِ  وَقَا تَلَ   ۗ اُولٰٓئِكَ  اَعْظَمُ  دَرَجَةً  مِّنَ  الَّذِيْنَ  اَنْفَقُوْا  مِنْۢ  بَعْدُ  وَقَا تَلُوْا   ۗ وَكُلًّا  وَّعَدَ  اللّٰهُ  الْحُسْنٰى   ۗ وَا للّٰهُ  بِمَا  تَعْمَلُوْنَ  خَبِيْرٌ
“Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid 57: Ayat 10)

3. Allah tinggikan orang beriman dan mengerjakan kebajikan

وَمَنْ  يَّأْتِهٖ  مُؤْمِنًا  قَدْ  عَمِلَ  الصّٰلِحٰتِ  فَاُ ولٰٓئِكَ  لَهُمُ  الدَّرَجٰتُ  الْعُلٰى
“Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 75)

4. Allah tinggikan derajat orang yang beriman dan berilmu

يٰۤاَ يُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا  اِذَا  قِيْلَ  لَـكُمْ  تَفَسَّحُوْا  فِى  الْمَجٰلِسِ  فَا فْسَحُوْا  يَفْسَحِ  اللّٰهُ  لَـكُمْ   ۚ وَاِ ذَا  قِيْلَ  انْشُزُوْا  فَا نْشُزُوْا  يَرْفَعِ  اللّٰهُ  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  مِنْكُمْ   ۙ وَا لَّذِيْنَ  اُوْتُوا  الْعِلْمَ  دَرَجٰتٍ   ۗ وَا للّٰهُ  بِمَا  تَعْمَلُوْنَ  خَبِيْرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11).

Banyak jalan untuk mencapai derajat mulya.

Semoga kita termasuk orang yang berusaha untuk mendapatkan derajat lebih tinggi yang Allah inginkan.