3 Ciri Orang Mendapat Hidayah Allah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّ  رَبَّكَ  هُوَ  اَعْلَمُ  مَنْ  يَّضِلُّ  عَنْ  سَبِيْلِهٖ  ۚ وَهُوَ  اَعْلَمُ  بِا لْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. Al-An’am 6: Ayat 117)

Muhtadi = Orang yang mendapat petunjuk

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Sesungguhnya Allah yang telah memberi petunjuk kepada Muhammad dan menurunkan wahyu kepadanya. Allah mutlak mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan siapa pula orang-orang yang memperoleh petunjuk-Nya. Oleh sebab itu, kaum Muslimin wajib berpedoman pada hukum-hukum yang telah diterangkan dalam Al-Qur’an dan menjauhkan diri dari segala macam penyelewengan dan perbuatan yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah, karena mengikuti kemauan orang-orang yang sesat yang telah diperbudak oleh hawa nafsu, sehingga mereka tidak mengetahui lagi mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk.

Setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari membaca al fatihah, didalamnya ada permohonan supaya selalu mendapat petunjuk dari Allah SWT.

اِهْدِنَا  الصِّرَا طَ  الْمُسْتَقِيْمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (QS. Al-Fatihah 1: Ayat 6)

Hidayah atau petunjuk adalah kemuliaan yang didapatkan seseorang sebagai sebuah jalan untuk selamat. Namun orang yang mendapatkan hidayah bukanlah sembarang orang, terdapat ciri khusus yang dimiliki oleh orang yang mendapatkan hidayah Allah SWT.

Ciri-ciri orang Mendapat Hidayah Allah dan Dalilnya ditemukan dalam beberapa ayat Al Quran;

1. Beruntung, beriman kepada al Quran dan merasa yakin akan adanya akhirat.

وَا لَّذِيْنَ  يُؤْمِنُوْنَ  بِمَاۤ  اُنْزِلَ  اِلَيْكَ  وَمَاۤ  اُنْزِلَ  مِنْ  قَبْلِكَ   ۚ وَبِا لْاٰ خِرَةِ  هُمْ  يُوْقِنُوْنَ

اُولٰٓئِكَ  عَلٰى  هُدًى  مِّنْ  رَّبِّهِمْ   ۙ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْمُفْلِحُوْنَ

“dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.”-
“Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 4 – 5).

2. Memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

اُولٰٓئِكَ  عَلَيْهِمْ  صَلَوٰتٌ  مِّنْ  رَّبِّهِمْ  وَرَحْمَةٌ   ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْمُهْتَدُوْنَ
“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 157)

3. Beriman, tidak mencampuradukan iman dengan syirik.

اَلَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَلَمْ  يَلْبِسُوْۤا  اِيْمَا نَهُمْ  بِظُلْمٍ  اُولٰٓئِكَ  لَهُمُ  الْاَ مْنُ  وَهُمْ  مُّهْتَدُوْنَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 82)

4. Orang yang mendapat petunjuk (hidayah) dari Allah adalah hatinya lapang dengan Islam (yasyroh shodrohuu lil-islaam). Orang yang dapat hidayah, dia tahu bahwa Islam itu adalah benar dan kebaikan kemudian orang tersebut senang /gembira atas segala kebaikan di dalam Islam.

فَمَنْ  يُّرِدِ  اللّٰهُ  اَنْ  يَّهْدِيَهٗ  يَشْرَحْ  صَدْرَهٗ  لِلْاِ سْلَا مِ   ۚ وَمَنْ  يُّرِدْ  اَنْ  يُّضِلَّهٗ  يَجْعَلْ  صَدْرَهٗ  ضَيِّقًا  حَرَجًا  كَاَ نَّمَا  يَصَّعَّدُ  فِى  السَّمَآءِ   ۗ كَذٰلِكَ  يَجْعَلُ  اللّٰهُ  الرِّجْسَ  عَلَى  الَّذِيْنَ  لَا  يُؤْمِنُوْنَ

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 125).

Doa yang sering didawamkan supaya mendapat petunjuk yang lurus;

رَبَّنَاۤ  اٰتِنَا  مِنْ  لَّدُنْكَ  رَحْمَةً  وَّهَيِّئْ  لَـنَا  مِنْ  اَمْرِنَا  رَشَدًا

“Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)