Pendidikan Karakter

Proses Penerapan Pendidikan Karakter Anak

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang berasal dari falsafah bangsa dan norma-norma. Budaya dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional tertuang dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan karakter yaitu integritas, religius, gotong royong, nasionalis, dan mandiri. Santika dkk (2019, hlm 98) bahwa pendidikan karakter memiliki tiga fungsi utama. Pertama, fungsi pembentukan dan pengembangan potensi sesuai falsafah. Kedua, fungsi perbaikan dan penguatan. Ketiga, fungsi penyaring. Pendidikan karakter memilah budaya bangsa sendiri dan menyaring budaya bangsa lain yang  sejalan dan sesuai dengan karakter dan martabat bangasa.

Pendidikan karakter sangat perlu diberikan terhadap bangsa Indonesia sejak dini. Mengapa demikian?. Pengembangan karakter yang terbaik adalah jika dimulai sejak dini dikarenakan membentuk suatu paradigma dan karakteristik mempersiapkan menjadi bangsa maju yang tentunya harus didukung dengan moral yang baik. Dengan pendidikan karakter itu diharapkan pula anak-anak dapat tumbuh kembang secara paripurna atau sempurna. Pada usia 0 – 6 tahun, pada periode ini otak anak sedang berkembang dengan sangat pesat atau disebut dengan masa golden age. Mereka akan mampu menyerap dengan cepat segala sesuatu yang dilihat atau didengarnya. Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan kurun waktu yang sangat penting dan kritis dalam hal tumbuh kembang fisik, mental, dan psiko sosial, yang berjalan sedemikian pesatnya sehingga keberhasilan tahun-tahun pertama untuk sebagian besar menentukan hari depan anak.

Pendidikan anak usia dini merupakan penentu pembentukan karakter manusia Indonesia di dalam kehidupan berbangsa. Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. Yang dilakukan melalui stimulasi atau rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani rohani agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, informal dan non formal. 

Pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, pada generasi anak usia dini menjadikan pribadinya nanti akan cerdas secara emosi. Kecerdasan emosi ini adalah bekal yang penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena individu akan dapat berhasil  menghadapi berbagai macam tantangan kehidupan, termasuk didalamnya keberhasilan akademis. Menurut ahli sebut saja Dorothy Law Nolte menyatakan bahwa anak belajar dari kehidupan lingkungannya.

Penerapan Pendidikan karakter pada anak usia dini dilakukan dengan tumpuan utamanya adalah dari orang tua yang memberikan pendidikan pemahaman yang pertama dan bersinergi dengan sekolah misalnya kelompok bermain/playgroup, TPA dan lain sebagainya. Sehingga penanaman nilai karakter bangsa dengan dasar  olah hati, olah pikir, olah raga, dan olah karsa menjadi lebih teraktualisasi dan mengkristal dalam sanubari individu, karena sudah dibentuk sejak usia dini.