Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Pengembangan karakter merupakan salah satu hal yang wajib untuk disematkan di dalam proses pendidikan selama di pondok pesantren. Baik santri putra maupun santri putri, keduanya harus memiliki karakter dan akhlakul karimah layaknya seorang muslim sesungguhnya.
Hendak dipungkiri atau tidak. Lulusan dari pondok pesantren biasanya memiliki legitimasi tersendiri di masyarakat. Karena mereka menganggap bahwa lulusan pesantren yang kaya dengan basic keagamaan dapat menjadi seorang agen penggerak di dalam masyarakat. Oleh sebab itu, santri wajib memiliki karakter yang berbudi.
Selain belajar ilmu pengetahuan formal, dan ilmu keagamaan, keseharian para santri di pondok pesantren putri juga diselingi dengan kegiatan pengembangan karakter. Karakter yang dimaksud di sini dapat berupa karakter jujur, karakter mandiri, dan disiplin.
Dengan melalui serangkaian proses belajar di pondok pesantren tentunya akan membuat santri putri memiliki ilmu yang kompleks, dan karakter yang lebih baik dari yang sebelumnya.
Begini cara yang dilakukan oleh pondok pesantren dalam upaya pendidikan karakter!
Pondok pesantren menerapkan beberapa tahap untuk santri dalam upaya pengembangan karakter jujur. Yang pertama adalah memberikan kesadaran tentang etika, pengetahuan mengenai etika, penentuan sudut pandang, dan logika etika serta pengenalan diri.
Kemudian yang kedua adalah memberikan pengarahan mengenai kesadaran jati dirinya, rasa percaya diri, rasa peka terhadap penderitaan orang lain, cinta dengan kebenaran, pengendalian terhadap diri sendiri, serta rasa rendah hati.
Tahap yang ketiga adalah upaya untuk membiasakan diri supaya santri berhenti membuat kebohongan, bertaubat, mencerna perkataan sebelum bicara, merenungi dampak dari tindakan berbohong, dan memberikan konsekuensi kepada diri sendiri jika melakukan kebohongan.
Dari karakter jujur, maka akan membawa santri untuk selalu melakukan hal apapun dengan pondasi yang sama, yaitu kejujuran. Dengan sikap jujur tersebut insyaAllah akan membuahkan hasil yang memuaskan dalam setiap hal yang dilakukannya.
Pembentukan karakter disiplin pada santri putri diawali dengan pemberian motivasi sebagai pemantik agar santri tergugah untuk berlaku disiplin. Kemudian tahap selanjutnya adalah memberikan pelatihan serta pendidikan berupa pembiasaan diri dalam kehidupan berkelompok yang diharapkan dapat mendorong jiwa tenggang rasa.
Menjalani kegiatan sehari-hari di pondok pesantren dengan menekankan kemampuan untuk menjalin kerja sama yang erat terutama dalam hal beribadah, saling mengingatkan serta memiliki rasa persatuan dengan santri yang lain.
Dalam menegakkan sebuah aturan, hendaknya santri berorientasi pada tujuan pembuatan peraturan tersebut dan bukan kepada orang yang menetapkan peraturan pesantren. Dengan melihat segala sesuatu secara objektif, maka potensi kedisiplinan santri akan lebih tinggi.
Karakter yang mandiri dapat terlihat ketika santri menyelesaikan semua tugas, persoalan, dan tanggung jawabnya seorang diri tanpa melibatkan ataupun melemparnya kepada orang lain. Dengan adanya karakter mandiri, maka santri akan lebih handal dan pandai dalam menyelesaikan segala sesuatu dengan lebih efisien.
Pengembangan karakter mandiri pada santri putri dapat dilakukan melalui 3 tahap, yang pertama yaitu membekali santri dengan pengetahuan secara lebih mendetail dari kegiatan pembelajaran.
Kemudian yang kedua adalah memberikan pengarahan kepada santri terkait dengan kemampuan menganalisis serta menyimpulkan bahwa kegiatan keseaharian telah sesuai dengan kebutuhan santri di masa yang akan datang.
Dan tahap yang ketiga adalah upaya mengembangkan kemampuan santri untuk menikmati pengalaman belajarnya. Selain adanya tahap-tahap pengembangan karakter santri, ada juga orientasi dari keberhasilan pengembangan karakter santri.
Disiplin yang merupakan salah satu dari akhlakul karimah akan membuat santri menjadi peduli dengan dengan waktu yang ada. Karena waktu sempat merupakan salah satu nikmat Allah swt yang sering kali dilupakan oleh kebanyakan manusia. Dengan karakter disiplin, akan mendorong santri lebih produktif dalam berkegiatan sehari-hari.
Dalam proses pembentukannya, upaya tersebut didasari oleh beberapa tujuan, di antaranya yaitu;
Selain tiga karakter utama yang harus dimiliki santri yaitu jujur, disiplin, dan mandiri, masih ada karakter lain yang wajib untuk dimiliki santri yaitu tanggung jawab. Karakter ini berarti santri harus siap dalam mempertanggung jawabkan semua tugas dan kegiatan yang menyangkut pribadinya.
Di pondok pesantren al masoem, para santri putri akan melewati tahap-tahap dari proses pengembangan karakter yang berguna untuk bekal mereka kelak ketika menjalani kehidupan bermasyarakat dan terjun ke dunia kerja.
Mengingat seorang perempuan akan menjadi madrasah pertama dalam mencerdaskan anak-anaknya, tentunya ilmu dan karakter adalah dua hal pokok yang wajib untuk dimiliki.
Nah itu dia beberapa tahap dan tujuan dari pengembangan karakter santri di pondok pesantren putri. Semua proses pengembangan tersebut tentunya akan berhasil apabila didukung dengan rasa siap dan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik. Karena seketat apapun peraturan yang ditetapkan jika tidak ada dua hal tersebut maka potensi keberhasilan capaiannya akan semakin kecil.