Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Memasuki jenjang pendidikan yang baru merupakan sebuah tahapan penting bagi setiap siswa. Selain mempersiapkan dokumen pendaftaran, siswa juga perlu mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai rangkaian tes masuk. Dalam program penerimaan peserta didik baru Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028, terdapat beberapa bentuk tes yang perlu diikuti oleh calon siswa, mulai dari psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, Tes Bahasa Inggris, hingga wawancara. Hal tersebut tercantum baik dalam informasi penerimaan SMP Al Ma’soem Full Day & Boarding School maupun SMA Al Ma’soem Full Day & Boarding School.
Lalu, mengapa Tes Bahasa Inggris menjadi bagian dari tes masuk? Kehadiran tes ini dapat dipahami dalam konteks program pendidikan yang ditawarkan Al Ma’soem. Baik SMP maupun SMA Al Ma’soem mencantumkan program seperti kelas internasional. Pada jenjang SMA, program yang ditawarkan juga mencakup kelas interaktif dan native teacher, sementara pada jenjang SMP terdapat kelas internasional, program Future Skills, serta kegiatan kokurikuler yang salah satunya adalah English Day.
Setiap tes dalam proses penerimaan siswa memiliki fungsi yang berbeda. Psikotes dapat memberikan gambaran tertentu mengenai aspek psikologis calon siswa, sedangkan Tes Potensi Akademik berkaitan dengan kemampuan akademik. Tes Baca Al-Qur’an menjadi bagian yang relevan dengan karakter pendidikan Al Ma’soem yang juga memberikan pembelajaran keagamaan. Sementara itu, Tes Bahasa Inggris memberikan ruang bagi sekolah untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris calon siswa.
Dalam informasi penerimaan Al Ma’soem, Tes Bahasa Inggris disebut secara langsung sebagai salah satu komponen tes masuk bersama psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, dan wawancara. Dengan demikian, tes tersebut bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan tercantum sebagai bagian dari rangkaian seleksi penerimaan siswa baru.
Kehadiran Tes Bahasa Inggris juga dapat dilihat sebagai bagian dari upaya mengenali kesiapan calon siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Dengan mengetahui kemampuan awal siswa, sekolah memiliki informasi yang lebih lengkap mengenai latar belakang kemampuan peserta didik.
Salah satu informasi penting dalam program SMP Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028 adalah adanya Kelas Internasional. Program yang sama juga tercantum dalam informasi SMA Al Ma’soem.
Keberadaan kelas internasional membuat kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu aspek yang relevan untuk diperhatikan. Bahasa Inggris dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang berhubungan dengan materi, komunikasi, maupun aktivitas pembelajaran tertentu dalam lingkungan yang memiliki orientasi internasional.
Karena itu, Tes Bahasa Inggris dalam proses masuk dapat dipahami sebagai salah satu cara untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan awal calon siswa. Tes tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi berada di antara berbagai bentuk penilaian lain yang digunakan dalam proses penerimaan.
Penting untuk dicatat bahwa materi yang diberikan tidak merinci bentuk soal atau standar nilai minimum Tes Bahasa Inggris. Oleh karena itu, informasi mengenai tingkat kesulitan, jenis soal, atau nilai kelulusan tidak dapat disimpulkan hanya dari brosur. Yang tercantum secara jelas adalah bahwa Tes Bahasa Inggris merupakan salah satu bagian dari tes masuk.
Al Ma’soem juga menyediakan fasilitas laboratorium yang mendukung kegiatan pembelajaran. Pada jenjang SMP maupun SMA, terdapat laboratorium komputer, Biologi, Fisika, Kimia, dan Bahasa.
Keberadaan laboratorium Bahasa menunjukkan bahwa bahasa mendapatkan ruang tersendiri dalam fasilitas pendidikan. Hal ini menjadi konteks tambahan untuk memahami mengapa kemampuan Bahasa Inggris diperhatikan sejak proses penerimaan siswa.
Untuk calon siswa, kondisi tersebut menjadi alasan untuk tidak menganggap Tes Bahasa Inggris sebagai sesuatu yang terpisah dari kehidupan belajar di sekolah. Sebaliknya, calon siswa dapat mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu kemampuan yang akan mendukung proses belajar mereka.
Pada jenjang SMP, salah satu kegiatan kokurikuler yang tercantum dalam brosur adalah English Day. Kegiatan tersebut berada dalam rangkaian kokurikuler yang juga mencakup Math Day, Cooking Day, Expression Day, Moeslim Day + Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, Career Day, serta Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.
Hal ini memperlihatkan bahwa penggunaan dan pengenalan bahasa Inggris dapat hadir dalam kegiatan sekolah, tidak hanya dalam pembelajaran di kelas. Bagi siswa, kegiatan seperti English Day dapat menjadi pengalaman untuk mengenal penggunaan bahasa Inggris dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran rutin.
Karena itu, calon siswa yang mengikuti proses penerimaan sebaiknya melihat kemampuan Bahasa Inggris sebagai salah satu bagian dari kesiapan belajar secara keseluruhan. Tidak berarti bahwa kemampuan Bahasa Inggris menjadi satu-satunya ukuran calon siswa, karena proses masuk juga mencakup beberapa tes lainnya.
Pada jenjang SMA, Al Ma’soem mencantumkan beberapa program yang memiliki karakter akademik dan pengembangan kompetensi, yaitu Kurikulum Merdeka, Kelas Internasional, Program Sukses PTN, Kelas Interaktif, Native Teacher, serta Beasiswa Akademik & Non Akademik.
Khusus mengenai Native Teacher, keberadaannya menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan SMA Al Ma’soem menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan pengajar penutur asli. Dalam konteks tersebut, kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu kemampuan yang relevan untuk menunjang interaksi dan pengalaman belajar siswa.
Namun, brosur tidak menjelaskan secara khusus apakah hasil Tes Bahasa Inggris digunakan untuk menentukan penempatan kelas, menentukan program tertentu, atau tujuan lainnya. Karena itu, calon siswa dan orang tua sebaiknya tidak menganggap fungsi tersebut sebagai ketentuan resmi tanpa informasi lebih lanjut dari pihak sekolah.
Yang dapat dipastikan dari dokumen adalah bahwa Tes Bahasa Inggris menjadi bagian dari rangkaian tes masuk SMA Al Ma’soem bersama psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, dan wawancara.
Al Ma’soem menggunakan konsep pembentukan generasi CAGEUR, BAGEUR, PINTER. CAGEUR memiliki makna takwa, disiplin, dan tangguh; BAGEUR mencakup akhlak, jujur, dan manfaat; sedangkan PINTER berarti cerdas, adaptif, dan mandiri.
Pada jenjang SMA, konsep yang sama juga digunakan dalam pembentukan generasi.
Dalam kerangka tersebut, kemampuan Bahasa Inggris dapat dilihat sebagai salah satu kemampuan yang dapat mendukung proses belajar dan adaptasi siswa dalam lingkungan pendidikan yang memiliki kelas internasional serta berbagai kegiatan pengembangan diri. Akan tetapi, kemampuan bahasa tetap menjadi salah satu bagian dari keseluruhan kemampuan siswa, bukan satu-satunya aspek yang dinilai.
Hal tersebut juga terlihat dari rangkaian tes masuk yang beragam. Sekolah tidak hanya mencantumkan Tes Bahasa Inggris, tetapi juga psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, dan wawancara.
Karena Tes Bahasa Inggris tercantum sebagai bagian dari proses masuk, calon siswa dapat mempersiapkan kemampuan Bahasa Inggris sejak sebelum mengikuti tes. Persiapan tidak harus selalu dilakukan dengan mempelajari materi yang terlalu kompleks. Siswa dapat membangun kembali kemampuan dasar seperti kosakata, pemahaman kalimat, membaca teks sederhana, serta memahami instruksi dalam Bahasa Inggris.
Selain itu, siswa juga dapat membiasakan diri menggunakan Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari secara bertahap. Membaca teks pendek, mengenali kosakata baru, atau berlatih memahami percakapan sederhana dapat menjadi bagian dari persiapan pribadi.
Namun, perlu diingat bahwa dokumen penerimaan yang tersedia tidak mencantumkan kisi-kisi khusus Tes Bahasa Inggris. Oleh sebab itu, persiapan sebaiknya tidak didasarkan pada asumsi mengenai bentuk soal tertentu. Informasi resmi mengenai teknis pelaksanaan tes dapat dikonfirmasi kepada pihak Al Ma’soem.
Hal lain yang perlu dipahami calon siswa dan orang tua adalah bahwa Tes Bahasa Inggris merupakan salah satu bagian dari keseluruhan proses penerimaan. Pada SMP Al Ma’soem, calon siswa mengikuti psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, Tes Bahasa Inggris, dan wawancara.
Sementara itu, SMA Al Ma’soem juga menggunakan rangkaian tes yang sama dalam informasi penerimaan Tahun Ajaran 2027–2028.
Artinya, persiapan calon siswa sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Selain meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, siswa juga dapat mempersiapkan kemampuan akademik, kemampuan membaca Al-Qur’an, kesiapan mengikuti psikotes, serta kemampuan berkomunikasi ketika wawancara.
Pendekatan yang menyeluruh ini sejalan dengan program pendidikan Al Ma’soem yang tidak hanya berfokus pada satu bidang. Pada SMP, misalnya, terdapat program Tahfidz, 10 kokurikuler, peminatan Olimpiade, ekstrakurikuler, serta program pengembangan lainnya.
Jadi, mengapa Tes Bahasa Inggris menjadi bagian tes masuk? Berdasarkan informasi dalam materi penerimaan Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028, Tes Bahasa Inggris memang ditetapkan sebagai salah satu rangkaian tes masuk, baik untuk SMP maupun SMA.
Kehadiran tes tersebut juga dapat dipahami dalam konteks program sekolah yang mencakup Kelas Internasional. Pada SMA terdapat program Native Teacher dan Kelas Interaktif, sedangkan SMP memiliki English Day sebagai salah satu kegiatan kokurikuler. Kedua jenjang juga memiliki laboratorium Bahasa sebagai bagian dari fasilitas pembelajaran.
Dengan demikian, Tes Bahasa Inggris menjadi salah satu bagian untuk mengenali kesiapan calon siswa dalam memasuki lingkungan pendidikan Al Ma’soem. Meski demikian, tes ini bukan satu-satunya komponen penerimaan. Psikotes, Tes Potensi Akademik, Tes Baca Al-Qur’an, dan wawancara juga menjadi bagian dari proses tersebut.
Bagi calon siswa, persiapan terbaik adalah mempersiapkan diri secara menyeluruh. Kemampuan Bahasa Inggris perlu diperhatikan, terutama karena Al Ma’soem menyediakan program yang berkaitan dengan penggunaan Bahasa Inggris. Pada saat yang sama, kesiapan akademik, keagamaan, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi juga perlu dipersiapkan sebagai bagian dari perjalanan menuju jenjang pendidikan berikutnya.