20758848277523587

Mengapa Konsep Full Day School di SD Al Ma’soem Menarik untuk Pendidikan Anak?

Memilih sekolah dasar bukan hanya tentang mencari tempat bagi anak untuk belajar membaca, berhitung, dan memahami berbagai mata pelajaran, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana sekolah membentuk kebiasaan, karakter, kemandirian, serta kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Salah satu konsep pendidikan yang banyak dipertimbangkan orang tua saat ini adalah full day school, yaitu sistem pembelajaran yang membuat siswa menghabiskan waktu lebih panjang di lingkungan sekolah dibandingkan sistem sekolah reguler pada umumnya.

Konsep tersebut dapat ditemukan di SD Al Ma’soem Bandung, yang sejak berdiri pada 2002 mengembangkan pendidikan dasar dengan perpaduan antara pendidikan umum dan pendidikan diniyah, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan keagamaan dalam keseharian siswa. SD Al Ma’soem sendiri tercatat memiliki akreditasi A dan membawa visi untuk membentuk generasi yang bertaqwa, berbudi mulia, sehat secara jasmani dan rohani, cerdas, serta terampil.

Full Day School Bukan Sekadar Pulang Lebih Sore

Istilah full day school terkadang dipahami secara sederhana sebagai sekolah dengan jam belajar yang lebih panjang, padahal konsepnya tidak hanya berkaitan dengan durasi siswa berada di sekolah.

Pada sistem full day, waktu yang lebih panjang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam, sehingga kegiatan siswa tidak hanya berpusat pada pembelajaran akademik di dalam kelas, tetapi juga dapat mencakup kegiatan pembiasaan, pengembangan karakter, pendidikan keagamaan, praktik keterampilan, hingga aktivitas yang mendukung perkembangan minat dan bakat.

Di SD Al Ma’soem, konsep full day menjadi bagian dari ciri khas sekolah dengan memadukan kurikulum Diknas dan kurikulum Al Ma’soem. Sekolah juga memberikan sejumlah mata pelajaran tambahan yang berkaitan dengan Imtaq dan Iptek, seperti Bahasa Arab, BTHA, Akidah Akhlak, Fiqih, Tarikh Islam, Mental Aritmatika, Bahasa Inggris, serta pengenalan dan praktik komputer.

Dengan demikian, waktu belajar yang lebih panjang dapat diarahkan untuk memperluas pengalaman anak, bukan hanya menambah jumlah materi pelajaran yang harus dipelajari.

Apa Saja yang Bisa Didapatkan Anak dari Sistem Full Day?

Sistem pembelajaran sepanjang hari dapat memberikan beberapa pengalaman yang berbeda dibandingkan sekolah dengan durasi belajar lebih singkat, terutama ketika waktu tambahan tersebut dirancang secara terarah dan sesuai dengan kebutuhan anak sekolah dasar.

Mengapa Kedisiplinan Menjadi Bagian Penting?

Anak-anak usia sekolah dasar sedang berada dalam tahap pembentukan berbagai kebiasaan yang nantinya dapat terbawa ke jenjang pendidikan berikutnya, sehingga rutinitas yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mereka memahami konsep tanggung jawab dan keteraturan.

Dalam lingkungan full day school, anak terbiasa mengikuti jadwal yang sudah ditentukan, mulai dari waktu belajar, istirahat, kegiatan tambahan, hingga menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan oleh sekolah.

SD Al Ma’soem sendiri menjadikan disiplin dan nilai keagamaan sebagai salah satu ciri khas pendidikannya, dengan tujuan membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tetapi juga mempunyai akhlak yang baik. Konsep tersebut sejalan dengan misi sekolah yang menekankan pembentukan generasi “Cageur, Bageur dan Pinter”.

Bagi anak, kedisiplinan tidak selalu harus dipahami melalui aturan yang kaku, tetapi dapat dibentuk melalui kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, mengikuti kegiatan sesuai jadwal, menyelesaikan tugas, menjaga lingkungan, serta belajar bertanggung jawab terhadap perlengkapan pribadi.

Perpaduan Pendidikan Umum dan Keagamaan

Salah satu hal yang cukup menonjol dari konsep pendidikan SD Al Ma’soem adalah adanya perpaduan antara pendidikan umum dan pendidikan diniyah.

Anak tetap mendapatkan pembelajaran akademik sebagaimana pendidikan dasar pada umumnya, tetapi mendapatkan tambahan materi yang berkaitan dengan pendidikan Islam seperti Akidah Akhlak, Fiqih, Tarikh Islam, dan BTHA. Di sisi lain, sekolah juga memberikan tambahan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Mental Aritmatika, serta pengenalan dan praktik komputer.

Pola tersebut menarik karena perkembangan anak tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan dan nilai yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Anak Tidak Cepat Bosan?

Pertanyaan tersebut cukup wajar ketika membahas sekolah dengan durasi belajar yang lebih panjang karena anak-anak membutuhkan aktivitas yang beragam agar tetap dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Kuncinya bukan hanya pada berapa lama anak berada di sekolah, tetapi bagaimana waktu tersebut digunakan. Jika seluruh waktu hanya diisi dengan pembelajaran satu arah di dalam kelas, anak tentu dapat lebih mudah merasa lelah dan kehilangan fokus.

Sebaliknya, variasi kegiatan dapat membuat pengalaman sekolah menjadi lebih dinamis karena anak mempunyai kesempatan untuk belajar melalui berbagai cara. Pembelajaran bahasa, praktik komputer, kegiatan keagamaan, aktivitas fisik, serta kegiatan pengembangan minat dapat memberikan suasana yang berbeda dari pembelajaran akademik biasa.

Full Day School dan Peran Orang Tua

Meskipun sebagian besar aktivitas anak berlangsung di sekolah, keberhasilan pendidikan tetap membutuhkan keterlibatan orang tua di rumah.

Orang tua dapat membantu dengan menciptakan rutinitas yang seimbang, seperti memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, menyiapkan kebutuhan sekolah, memberikan kesempatan bermain, serta mendampingi anak ketika memiliki tugas atau mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

Komunikasi antara sekolah dan orang tua juga penting agar perkembangan anak dapat dipahami secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan nilai akademik, tetapi juga dari sisi kebiasaan, kedisiplinan, interaksi sosial, dan minat anak terhadap kegiatan tertentu.

Dengan pola tersebut, full day school dapat menjadi bagian dari sistem pendidikan yang lebih terstruktur tanpa menghilangkan kebutuhan anak untuk beristirahat, bermain, berinteraksi dengan keluarga, dan mengembangkan dirinya di luar lingkungan sekolah.