TK Al Masoem

Mendidik Generasi Emas 2045

Tahun 2045 adalah tahun yang bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Ada empat mental model untuk generasi emas 2045 yaitu: creating, innovating, transforming, global, and peacefull mindset. Mendidik generasi emas 2045 adalah mendidik manusia menjadi warga negara yang baik, membangun warga dunia, membangun kedamaian, kesadaran, demokratik, masyarakat inklusif, kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dsb. Proses belajar yang dilaksanakan pada abad 21 ini harus full learning skill.

Adapun trend kondisi yang akan dihadapi pada tahun 2045 yaitu:

  • Teknologi Informasi

Teknologi telah menjadi alat bekerja manusia modern dan ke depannya teknologi akan bertambah kekuatannya. Teknologi dapat mengubah pola hidup dan pola pikir serta digunakan dalam berbagai hal baik itu positif maupun negatif.

  • Kompleksitas Kehidupan

Kondisi daya lingkungan yang semakin kecil mempengaruhi kompleksitas kehidupan manusia, mengganggu kesejahteraan seperti dalam hal SDA, energi, iklim, dsb. Untuk menyikapi kompleksitas kehidupan ini maka dibutuhkan kecakapan dalam merespons setiap masalah.

  • Pola Respon

Pola respon yang diharapkan di antaranya mencari solusi dalam nuansa kolaboratif dan melahirkan pengetahuan baru secara berkelanjutan.

Ada beberapa prioritas kehidupan abad 21 menurut GFF tahun 2013:

  1. Innovation Nation (bangsa yang selalu berpikir terhadap pembaharuan inovatif);
  2. M. Commerce Explodes
  3. Social Media Enterprise
  4. The Predictive Organization (kehidupan organisasi yang didesain untuk mencapai tujuan tertentu)
  5. Sustainable Cities
  6. Extreme Climate Change
  7. The Robots R. Coming
  8. Personalize Medicine (layanan kesehatan yang basisnya pribadi yang didasarkan pada karakteristik DNA masing-masing)
  9. Learning 2.0 (belajar tentang masa depan bukan tentang masalah)
  10. Talent War (dunia persaingan dalam perniagaan)
  11. Neuro-Enhancement (manusia harus diberi makanan yang sehat)
  12. Personal 3D Printing
  13. Energy X (sumber-sumber energi yang bisa diperbaharui)

Menurut Griffin (2012), kecakapan abad 21 meliputi:

  1. Ways of Thinking, meliputi: creativity and innovation; critical thinking, problem solving, decision making; learning to learn, metacognition
  2. Ways of Working, meliputi: communication, colaboration
  3. Tools of Working, meliputi: information literacy, ICT literacy
  4. Living in The World, meliputi: citizenship (local and global), life and career, personal and social responsibility, cultural awareness and competencies.

Berdasarkan tilikan jangka panjang ada perkembangan kondisi dari tahun ke tahun yaitu pada tahun 1950 (teknologi internasional), tahun 2000 (paska industri global, dan tahun 2050 (sustainability). Hipotesis tentang generasi emas 2045 adalah bahwa generasi emas 2045 harus terdiri atas “manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, mempunyai kecakapan global transkultural sebagai warga dunia, memiliki kecakapan berpikir tinggi, memiliki kecakapan dalam menggunakan teknologi dengan berlandaskan nilai kultural, etik, nasionalisme, kedamaian dan kebermanfaatan/kemaslahatan umat.

Adapun komitmen dan misi negara terhadap pendidikan generasi emas 2045 harus berlandaskan pembukaan UUD 1945 alinea ke empat yaitu pelayanan pendidikan dasar wajib dan bebas biaya dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, mengembangkan potensi bangsa, meningkatkan mutu dan keunggulan pendidikan, dan mewujudkan daya saing. 

Pada zaman global, terdapat beberapa hal yang saling berkaitan yaitu: economy, education, dan employment. Pendidikan karir sangat dibutuhkan untuk kesuksesan manusia. Karir adalah perwujudan diri yang bermakna dalam seluruh rentang kehidupan. Adapun bimbingan atau pendidikan karir yang diberikan kepada individu haruslah berbasis karakter. Menurut Prof. Surya, negara yang maju adalah negara yang mempersiapkan dirinya melalui pendidikan. Sebuah pepatah mengatakan bahwa “if you lose character you lose everything”. Akar dari pendidikan yang kuat adalah pedagogik. Manusia harus bisa berkompetisi dengan dirinya dan berkolaborasi dengan orang lain.