Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Beberapa waktu lalu ketika pandemi masih semeliwir di nusantara hingga pembelajaran di sekolah digantikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring demi meminimalisir penyebaran virus covid 19. Hingga karena Pembelajaran Jarak Jauh itu berbagai persoalan muncul baik dialami pihak sekolah, guru maupun siswa dan orang tuanya. Salah satu hal yang tak bisa tergantikan oleh PJJ adalah komunikasi interpersonal antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa lainnya. Meski ada teknologi untuk menjembatani komunikasi ini, namun tetap saja hubungan personal dalam mendidik tak bisa tergantikan.
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terkandung dalam tatap muka dan saling mempengaruhi, mendengarkan, menyampaikan pernyataan, keterbukaan, kepekaan yang merupakan cara paling efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung.
Komunikasi interpersonal menurut Devito dalam Liliweri (1991) didefinisikan sebagai pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik secara langsung.
Sementara menurut Mulyana (2010:81) mengatakan bahwa komunikasi interpersonal atau antar pribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka atau berhadapan langsung yang memungkinkan setiap pelakunya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal, bentuk khususnya adalah diadik yang melibatkan satu atau dua orang.
Menurut R. Wayne Pace, komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi adalah proses komunikasi antara dua orang atau lebih secara tatap muka. Ini memungkinkan komunikator menyampaikan pesan secara langsung dan komunikan menanggapinya pada saat yang bersamaan.
Dan menurut Deddy Mulyana dalam bukunya yang berjudul Ilmu Dan Komunikasi Suatu Pengantar (2010) menuliskan bahwa komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antar manusia secara tatap muka yang memungkinkan pesertanya menangkap reaksi orang lain dengan langsung, baik secara verbal maupun nonverbal.
Dari semua pengertian komunikasi interpersonal menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang dilakukan para pelakunya dalam skala jumlah yang terbatas dan kecil. Diantaranya komunikasi interpersonal dilakukan dengan para pelakunya yang saling mengenal dan akrab, oleh karena itu komunikasi interpersonal (antar pribadi) bisa dikatakan komunikasi yang paling efektif dalam mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang
Komunikasi interpersonal selain menunjukkan perhatian juga menunjukkan seberapa jauh perhatian itu diberikan. Semakin besar interaksi interpersonal yang ada menunjukkan semakin besar perhatian seseorang pada orang lain yang diajak komunikasi, sebaliknya semakin sedikit komunikasi interpersonal yang terjadi semakin kecil orang memperhatikannya. Dari beberapa pengertian tentang komunikasi interpersonal di atas, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam menerapkan komunikasi jenis ini, yaitu tatap muka, mendengarkan, keterbukaan, kepekaan, dan umpan balik secara langsung.
Seseorang merasa dihargai bila ditatap wajahnya pada waktu berkomunikasi, walaupun ada beberapa orang yang tidak senang karena alasan budaya atau agama misalnya. Menatap seseorang biasanya antara 1 sd 2 detik, kecuali ada hubungan yang dekat atau ada alasan tertentu.
Dengan melihat raut muka orang yang Anda ajak berkomunikasi, kalau dalam proses pembelajaran dengan melihat raut muka peserta diklat, mahasiswa, atau murid, Anda dapat secara langsung mengerti apa yang sedang mereka pikirkan dan rasakan, apakah dia setuju atau sebaliknya dengan Anda, dan sebagainya.
Bagaimana perasaan Anda seandainya pada waktu berbicara tidak ada yang mau mendengarkan? Tentu merasa jengkel, terhina, sakit hati, diremehkan, tidak dipedulikan, dsb. Sebaliknya bagaimana perasaan Anda jika waktu berbicara orang lain mau mendengarkan? Pasti merasa senang, puas, dihargai, dipedulikan, dan akhirnya terbina hubungan baik.
Dalam proses pembelajaran, keterampilan mendengarkan senantiasa harus ditingkatkan baik oleh peserta maupun pemberi materi. Beberapa hal yang menghambat proses mendengarkan sudah seharusnya dapat diminimalisir.
Hambatan itu antara lain sibuk dengan diri sendiri, sibuk dengan masalah-masalah eksternal, terpengaruh apakah yang bicara ada faktor kawan atau lawan, dan hanya mendengar hal-hal yang diharapkan. Seorang pemberi materi akan memperoleh rasa hormat bila dia mampu mendengarkan emosi dan pikiran orang lain.
Sikap yang mampu mendengarkan dengan penuh perhatian, untuk segala sesuatu yang dikatakan, akan menjadikan dia semakin berkualitas. Mendengarkan membutuhkan sikap rendah hati dan jiwa besar dalam kualitas diri yang cerdas bertoleransi, berempati, dan melayani. Pendengar yang baik pasti mau mengetahui apa yang dipikirkan orang lain.
Biasanya, seorang pemberi materi terbaik selalu menyimak dengan cerdas tentang apa yang dikatakan orang lain, dan bila apa yang dia dengarkan masuk akal baginya, maka dia akan menjadikannya sebagai pengetahuan untuk pengembangan ide-ide kreatifnya. (Djajendra,2012)
Terbuka dan spontan mencerminkan pikiran positif dalam berkomunikasi. Keterbukaan hati dan telinga penuh kesadaran mendengarkan baik yang terdengar maupun yang dirasakan, keterbukaan diri terhadap orang lain, kebersamaan dan hubungan, keterbukaan terhadap kesepakatan dan tidak mudah memilih konflik.
Umpan balik adalah masukan atau pendapat orang lain tentang kita, berdasarkan pengamatan dan perasaan orang tersebut waktu berinteraksi dengan kita. Dalam komunikasi interpersonal harus ada keseimbangan antara komunikator dan komunikan sehingga tidak ada yang mendominasi.