Dampak Kesehatan Mental Anak Akibat Bullying Di Sekolah

Kiat-Kiat Mengajar Efektif Bagi Guru

Cara mengajar yang baik di kelas adalah cara mengajar yang efektif untuk membentuk peserta didik. Dan setiap guru tentu harus memiliki kompetensi tersebut, agar mampu mendidik siswa dengan baik. Adapun kiat-kiat mengajar efektif adalah sebagai berikut:

  1. Miliki persiapan yang Matang

Bagi seorang guru tentunya dia mesti memiliki persiapan yang sangat matang sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Jika tanpa persiapan, tentunya seorang guru akan kesulitan dalam proses menyampaikan materi yang berdampak pada ketidaktuntasan dalam sebuah proses pembelajaran.

Oleh sebab itu, guru diharuskan mempersiapkan materi bahan ajar yang akan disampaikan baik berupa RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) atau silabus pembelajaran. Dua hal ini tentunya sangat penting sebagai landasan bagi batasan-batasan materi, serta mengarahkan kegiatan bagi peserta didik dalam mencapai kompetensi yang diinginkan. Ada juga persiapan lain, salah satunya menyediakan alat peraga sebagai media penunjang dalam proses penyampaian materi yang akan disajikan.

  1. Bekali dengan Pengetahuan

Dalam proses penyampaian pelajaran, setiap siswa akan menerima serta menyimak seluruh informasi yang diberikan oleh gurunya. Dan siswa akan tertarik dalam menyimak ketika guru yang mengajar menguasai materi yang disampaikan. Dengan demikian, seorang guru harus mempunyai pengetahuan yang luas berkaitan dengan konsep-konsep, teori, atau hal-hal lain yang memiliki bidang studi atau materi yang sedang mengajar. Jika tidak maka siswa biasanya akan merasa bosan dan kemungkinan siswa akan mengantuk atau memilih ngobrol bersama. Akhirnya penjelasan guru tidak tersampaikan dengan efektif.

  1. Miliki rasa percaya diri yang tinggi.

Guru harus mempunyai rasa kepercayaan diri yang tinggi. Percaya diri yang dimaksud disini adalah yakin dan percaya bahwa dirinya memiliki kompetensi dalam menguasai materi dan menyampaikannya kepada siswa. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, seorang guru harus bisa memberi sugesti positif pada dirinya sendiri.

  1. Berikan motivasi saat pembelajaran.

Memberikan motivasi kepada siswa supaya mempunyai semangat dalam belajar merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Bentuk motivasi yang dapat diberikan oleh guru kepada siswa adalah menanamkan prinsip-prinsip belajar seperti fokus, telaten dan disiplin waktu. Menginspirasi siswa dengan menyampaikan kisah-kisah inspiratif sebagai contoh dalam setiap gerak kehidupan. Tujuannya tentu supaya siswa agar terus belajar dan mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Howard Gardner mengatakan bahwa tujuan belajar adalah proses Interaksi antara pelajar dengan kondisi eksternal yang dapat diakses. Kondisi luar yang dimaksud dapat berupa interaksi dengan teman sejawat, lingkungan keluarga maupun masyarakat luar. Oleh karena itu agar mampu, maka siswa perlu ilmu. Dan ilmu hanya diperoleh dengan motivasi yang kuat.

  1. Pilih tutur kata yang baik

Guru tentunya harus memilih kata-kata yang baik dalam berbicara dan bertutur kata. Seperti kata-kata yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa, perbuatan baik dan sebagainya. Hal ini sebagai contoh bagi siswa sebab guru ada untuk digugu dan ditiru.

  1. Pahami karakter peserta

Memahami karakter peserta didik tidak boleh diabaikan oleh seorang guru. Sebab proses pembelajaran perlu berorientasi pada peserta didik. Dan peserta didik pasti memiliki karakter, sifat, dan bakat yang berbeda-beda. Ada diantara siswa yang aktif dan ada juga yang pasif. Ada siswa yang rajin dan ada siswa yang malas.

Disini peran aktif seorang guru diperlukan untuk melihat sifat-sifat, bakat, bahkan sampai pada latar belakang dari keluarga siswa. dikirimi agar hilang guru tidak salah dan tergesa-gesa dalam memberikan apalagi otoriter kepada siswa.

  1. Kelola kelas dengan baik.

Mengelola kelas dengan baik-baik saja tidak hanya membantu kelas agar tetap terlihat bersih, wangi dan indah. Akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana guru mampu menciptakan kondisi belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Kita mengenalnya dalam proses pembelajaran dengan istilah belajar mengajar yang menyenangkan. Hal ini penting karena kondisi yang menyenangkan atau rileks, akan mudah membantu siswa menerima dan menanggapi setiap informasi yang diberikan oleh gurunya. Untuk itu diperlukan strategi yang bervariasi, agar siswa tidak bosan dan terus mengikuti pelajaran sampai akhir.