Ekstrakurikuler berkuda di sekolah

Kegiatan Weekend di Asrama

Deskripsi: Di sekolah berasrama, setiap harinya dimulai pada pukul 4 atau 5 pagi. Para siswa akan memulai kegiatan dengan melakukan ibadah, merapikan tempat tidur, mebersihkan diri lalu sarapan di ruang makan, dan pelajaran pertama dimulai pada 8:05 pagi. Siang hari akan diisi dengan kegiatan belajar di kelas. Kemudian di sore dan malam hari dapat memilih dari berbagai kegiatan yang ditawarkan sekolah. Para siswa dapat mengerjakan pekerjaan rumahnya masing-masing dan bergaul dengan teman-teman; kemudian kegiatan wajibnya adalah makan malam di malam hari. Begitulah rutinitas umum yang akan dijalani para siswa di sekolah berasrama. 

===

Di pesantren Al Masoem, memiliki dua periode belajar di mana semua siswa diharapkan untuk tinggal di kamar mereka di saat tersebut. Periode belajar tetap membantu para siswa berkonsentrasi pada pekerjaan rumahnya tanpa bertanya-tanya apakah teman mereka terlibat dalam kegiatan yang lebih menyenangkan seperti bermain games atau menonton film. Hal ini dilakukan agar kedisiplinan mereka terbangun serta fokus tetap terjaga tanpa adanya distraksi dari kegiatan yang lain. Di waktu lain, kegiatan entertainment sudah memiliki porsi tersendiri, sehingga para siswa tidak akan merasa bosan dengan kegiatan yang bersifat akademis. 

Selain kegiatan rutin setiap harinya, di penghujung minggu atau weekend, para siswa akan memiliki banyak waktu yang bisa digunakan untuk kegiatan yang sesuai dengan minat mereka. Seperti bermain music, membaca buku, melukis ataupun berolahraga. 

  1. Memainkan alat musik meningkatkan suasana hati, dengan melepaskan hormon perasaan senang atau dopamin, akan memberikan mood yang baik untuk menghadapi hari berikutnya. Bermusik juga membantu membuat otak lebih aktif dengan meningkatkan tingkat konsentrasi, meningkatkan retensi memori, dan menurunkan tingkat stres. Musik membantu meningkatkan keterampilan sosial dan kerja tim saat bermain bersama.
  2. Membaca memberikan ruang bagi imajinasi untuk berkelana ke tempat-tempat yang tidak diketahui dan mengalami hal-hal yang sebelumnya belum pernah dirasakan. Membaca juga membuat para siswa lebih literate, memberikan kosakata yang lebih baik serta memfasilitasi keingintahuan terhadap hal-hal baru. 
  3. Bepergian atau traveling juga menjadi salah satu aktivitas yang membuat para siswa menyadari betapa memesona lingkungan sekitarnya dan betapa menakjubkannya kehidupan di sekitar mereka. Kegiatan ini akan memperkenalkan diri pada budaya yang berbeda, gaya hidup yang berbeda dan juga Bahasa (daerah) yang beragam. Pengalaman yang bervariasi tersebut membantu para siswa memahami diri sendiri dan dunia di sekitar dengan lebih baik. Pada akhirnya, ini akan membantu para siswa menghargai dan bersyukur atas apa yang mereka miliki dan menemukan makna yang lebih dalam dalam hidup mereka.
  4. Selain manfaat kesehatan yang nyata, seseorang yang melakukan aktivitas olahraga sering dikatakan memiliki kecerdasan spasial dan kognitif yang lebih baik. Ini juga menumbuhkan kualitas seperti kepemimpinan, dedikasi, dan semangat tim. Ada banyak kegiatan olahraga yang bisa dipilih di asrama, seperti futsal, sepak bola, tennis, berenang atau bahkan hanya sekadar jogging di trek berlari. 

Kegiatan-kegiatan tersebut bisa menjadi mood changer bagi para siswa dalam mempersiapkan hari berikutnya yang penuh dengan kegiatan rutin bersifat akademis.