Whatsapp Image 2024 08 19 At 09.17.24

Etika Memasuki Masjid yang Dilaksanakan di Pesantren Modern Al Masoem Bandung

Etika dalam memasuki masjid sering dijadikan pembahasan di setiap mata pelajaran PAI di sekolah. Baik sekolah islam maupun sekolah negeri, di negara yang mayoritas islam Pendidikan Agama Islam bisa menjadi bekal dan pedoman bagi setiap umat muslim bahkan di lingkungan pesantren modern sekalipun pelajaran ini diperdalam hingga tingkat tertentu. Mengingat pembelajaran di pondok pesantren memang sangat detail dan memang harus dan sangat diwajibkan untuk bisa mewadahi setiap peserta didiknya, mengingat pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai nilai islam.

Dalam memasuki masjid ada beberapa etika yang menjadi panduan setiap orang, tidak hanya bagi para peserta didik tapi juga bagi para jamaah yang akan memasuki masjid. Namun di lingkungan sekolah hal ini sakral dilaksanakan oleh apra peserta didik, mengingat mereka adalah calon calon bibit unggul yang harus bisa menerapkan etika ini bahkan agar bisa diamalkan kepada teman, keluarga bahkan kepada anak anaknya kelak. Dan berikut beberapa poin tentang etika memasuki masjid yang bisa dijadikan panduan:

  1. Mengucapkan Salam

Ketika memasuki masjid, dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada siapa saja yang ada di dalam masjid.

  1. Memasuki dengan Kaki Kanan: 

Sunnah memasuki masjid dengan mendahulukan kaki kanan sebagai tanda penghormatan.

  1. Membaca Doa Masuk Masjid: 

Bacalah doa ketika memasuki masjid, boleh menggunakan doa masuk masjid yang pendek seperti : 

اللَّهُمَّ افْتَحْ لي أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Arab latin: Allahummaftha lii abwaaba rahmatika.

Artinya: “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

ataupun bisa menggunakan doa memasuki masjid yang panjang seperti : 

أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ؛ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Arab latin: A’uudzu billaahil ‘adzhiimi wa biwajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim, alhamdulillah, allahumma shalli wa sallim ‘ala muhaammadin wa ‘ala aali muhammadin, allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatik.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada Zat-Nya Yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari setan yang terkutuk. Segala puji bagi Allah. Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.”

  1. Berpakaian Sopan dan Menutup Aurat: 

Pastikan pakaian yang dikenakan bersih, rapi, dan menutup aurat sesuai dengan ketentuan Islam. Bahkan dianjurkan juga untuk menggunakan wewangian ketika akan mendatangi masjid terutama di hari jumat seperti dalam HR Ibnu Majah : 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

Artinya: Hari ini (Jumat) adalah hari raya yang dijadikan Allah SWT untuk umat Islam. Siapa yang ingin melaksanakan shalat Jumat, hendaklah mandi, memakai wangi-wangian kalau ada, dan menggosok gigi (siwak). (HR Ibnu Majah).

5 Melakukan Shalat Tahiyatul Masjid

Setibanya di masjid, dianjurkan untuk segera melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat. Shalat tahiyatul Masjid ini dilakukan sebagai tanda penghormatan dan kesyukuran atas tempat ibadah yang disucikan di mata Islam, yakni masjid.

  1. Tidak Mengganggu Jamaah Lain

Hindari berbuat sesuatu yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah jamaah lain, seperti menggunakan ponsel dengan suara keras. Jika memang membawa alat komunikasi juga dianjurkan untuk di silent atau di nonaktifkan ketika di dalam masjid. Selain dapat mengganggu kekhidmatan masjid smartphone juga dapat mengganggu jamaah lain yang ingin khusyuk di dalam masjid.

Adab santri Al Masoem dalam Memasuki Masjid

Santri Al Ma’soem dituntut untuk bisa menjadi santri yang beradab, selain beradab juga harus berilmu. Tapi adab jauh lebih penting daripada ilmu. Etika dalam memasuki masjid dijadikan sebuah kewajiban bagi para santri agar mereka bisa menjadi santri yang beradab, sehingga ketertiban di masjid bisa terlaksana dengan baik.