kegiatan ekstrakurikuler

Cara Pesantren Membuat Santri Betah

Penulis : Mohamad Ramdan

Membuat anak betah di pesantren bukan hanya tanggung jawab anak itu sendiri sebagai seorang santri pesantren, tapi juga tanggung jawab semua pihak begitu juga pihak pesantren itu sendiri. Jika pesantren mampu membuat sebuah hal yang dapat mengalihkan anak dari rumah, ketika pesantren mampu membuat sebuah kegiatan yang membuat anak menjadi sibuk dan kartika pesantren mampu memberikan “sentuhan” rumah kepada santrinya maka anak akan betah berada di pesantren. Namun sudahkan ada upaya dari pihak pesantren untuk membuat anak betah di pondok? Dan apa saja hal yang dimaksud? berikut penjelasannya :

  1. Membuat fasilitas sekolah yang layak dan terawat

Salah satu hal yang bisa dibuat oleh pesantren agar anak betah berada di pondok adalah dengan menyediakan fasilitas sekolah yang layak pakai dan terawat. Layak pakai disini bukan berarti ada namun sudah tidak bisa digunakan tapi lebih ke fasilitas yang memang bisa digunakan dan mampu untuk mengembangkan minat dan bakat anak anak pesantren.

Fasilitas ini mampu membuat anak betah di pondok apalagi jika fasilitas yang ada di pesantren merupakan fasilitas gratis yang memang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Adapun fasilitas yang memang harus ada di pesantren seperti fasilitas olahraga seperti : 

  • Lapangan olahraga dari basket, voli, badminton, panahan, berkuda, sepak bola, futsal, lapang mini soccer, kolam renang dan lain sebagainya.
  • Fasilitas pengembangan minat dan bakat di bidang seni seperti melukis, kaligrafi, amphitheater, ruang bernyanyi, panggung pentas untuk teater.
  • Fasilitas IMTAQ dan IPTEK seperti lab biologi, lab kimia, lab fisika, mushola, masjid dan lain sebagainya.

Fasilitas merupakan hal yang jangan sampai dipandang sebelah mata dan menganggap bahwa fasilitas sekolah hanya gimmick belaka, padahal fasilitas sekolah merupakan salah satu faktor utama yang membuat anak betah di pesantren. Di Al Masoem juga banyak sekali fasilitas santri yang bisa dimaksimalkan untuk mengisi waktu kosong, maka dari itu santri Al Masoem jarang yang ingin pulang kerumah, karena mereka lebih nyaman berada di pondok bersama teman teman mereka.

Fasilitas sekolah juga selain berguna bagi peserta didik agar merasa betah di asrama juga dapat dijadikan tempat atau wadah perkembangan minat dan bakat peserta didik baik itu ketika di boarding school ataupun di pesantren. 

  1. Program pendidikan yang ramah anak

Program pendidikan juga menjadi salah satu upaya dari pesantren agar santrinya tidak boring dan tidak betah di pesantren. Memang setiap pesantren memiliki cara nya tersendiri dalam mendidik anak, namun beberapa testimoni dari orang tua yang pernah berkunjung kepada kami orang tua banyak yang khawatir terutama tentang program pendidikan pesantren yang memang sangat tidak transparan kepada orang tua. Memang betul mungkin standar operasional pendidikan disetiap pesantren itu berbeda namun jika orang tua saja tidak diberikan kesempatan untuk bertemu dengan anaknya apakah itu hal yang masih disebut layak sebagai program pendidikan yang ramah anak?
Memang betul setiap pesantren memiliki program pendidikannya masing masing, namun cara memaksa bukanlah cara yang baik untuk membuat anak nurut dan menjadi betah dengan program didikan pesantren, justru agar anak betah di pondok pesantren, pesantren sudah seharusnya membuat sebuah program yang perlahan namun mampu membuat anak benar benar betah. Seperti memberikan kesempatan bagi orang tua untuk bertemu dengan penjadwalan pesantren, misalkan untuk bulan pertama diperbolehkan seminggu 1 kali, bulan ke 2 adalah 2 minggu sekali dan bulan ke 3 satu bulan satu kali, itu merupakan cara bijaksana agar anak dan orang tua merasa tidak dikekang oleh pondok pesantren.

Di Al Masoem sendiri anak diberikan kesempatan seperti ini, kemudian penjadwalan kepulangan juga direkomendasikan untuk bulan pertama adalah 3 bulan berada di pondok atau selama 3 bulan tidak diperbolehkan pulang kecuali memang ada hal yang bersifat urgent dan mampu dipertanggungjawabkan.

  1. Membuat jadwal khusus agar anak banyak kegiatan di pesantren

Hal paling penting dalam pendidikan pesantren adalah membuat jadwal khusus pada jam kosong. Jika misalkan santri sibuk di hari Senin sampai Jumat karena memang pada hari itu anak diberikan waktu yang banyak untuk belajar pelajaran umum terutama di Boarding School Al Masoem, mungkin pesantren lain berbeda. Maka pada hari Sabtu dan Minggu yang merupakan hari “kosong” diisi dengan kegiatan santri agar tidak jenuh di asrama. Adapun kegiatan yang bisa dimaksimalkan adalah olahraga dan seni. 

Olahraga berguna demi memaksimalkan kesehatan santri, agar santri tidak hanya tiduran dan rebahan di kamar saja, tapi juga bisa beraktifitas yang dapat meningkatkan imunitas santri selama di pesantren. Selain itu juga santri diberikan beberapa permainan yang bisa digunakan untuk memaksimalkan kerjasama seperti lomba lari estafet, membuat program lainnya seperti santri mencari bakat dan lain sebagainya.

Dalam indeks seni, santri diajarkan untuk memaksimalkan minat mereka dalam kontes seni, seperti lomba nyanyi lagu islami, kosidahan dan yang paling bermanfaat adalah lomba hafalan Quran dan tebak tebakan ayat Al Quran.

Hal seperti ini maklum dan sudah biasa dilaksanakan di pesantren siswa Al Masoem agar santri Al Masoem tidak jenuh dan betah berada di asrama. Dengan adanya jadwal khusus seperti ini juga fasilitas sekolah tidak hanya menjadi sebagai kedok penjualan pendidikan pesantren saja tapi memang bisa dimaksimalkan minimal demi menyehatkan jiwa dan raga santri selama di pondok pesantren dan lebih maksimal lagi untuk santri meraih prestasi di asrama.