Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Kegiatan tidur larut malam atau yang biasa disebut dengan “Begadang” nampaknya sangat erat dengan keseharian seorang anak yang sedang tumbuh di usia remaja. Mungkin anda selaku orang tua menduga anak remaja anda sedang menderita gangguan tidur atau gangguan insmonia, tapi sebenarnya ada alasan lain sehubungan perubahan pola tidurnya yang drastis, yang membuatnya terjaga hingga larut malam dan bangun lebih siang. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa remaja sepertinya hidup dalam jam biologis yang berbeda dengan anak-anak dan orang dewasa.
Pubertas yang dialami remaja tampaknya menyebabkan perubahan dalam mekanisme yang memicu kapan sang remaja perlu tidur dan bangun. Memaksa seorang remaja bangun pagi tidak akan mengubah siklus tersebut dan kebanyakan anak remaja sulit untuk tidur sebelum pukul 10 malam, terlebih jika dia sekolah di sekolah yang menerapkan Full day dengan banyak pekerjaan rumah. Hal ini bisa membuat waktu bangun pagi untuk sekolah cukup menantang bagi mereka. Namun walaubagaimana pun tidur penting bagi remaja betapa pun keras ia menentangnya.
Para remaja umumnya sedang berjuang menghadapi berbagai bentuk tekanan; perasaan cepat marah, kurangnya rasa percaya diri dan perubahan suasana hati sangat umum terjadi, tapi kekurangan tidur membuat konidisinya memburuk. Depresi dapat terjadi akibat kekurangan tidur yang kronis. Selain itu, durasi tidur yang tidak cukup dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, sehingga anak lebih rentan penyakit. Kekurangan tidur juga dapat mengganggu penilaian seseorang dan ini bisa membahayakan keselamatannya karena banyak remaja sudah diberikan kebebasan untuk membuat keputusannya sendiri. Lantas bagaimana solusi mengatasi gangguan tidur pada anak remaja? Berikut tips yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anaknya yang memiliki gangguan tidur: