WhatsApp Image 2022 03 23 at 10.01.37

Bedah Bisnis Al Ma’soem Group dalam “Etika Bisnis di Era Digital”

Fenomena bisnis online saat ini sudah merambah ke berbagai sektor dan menjangkau geografis yang luas, terlebih infrastruktur teknologi informasi seperti akses internet yang terus menerus ditingkatkan oleh pemerintah serta penggunaan kepemilikan Personal Computer dan smartphone di Indonesia trend nya terus mengalami peningkatan.  

Menurut informasi dari hootsuite data tren pengguna Internet dan Media sosial di Indonesia tahun 2021 menunjukkan persentase yang cukup tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia sebagai berikut :

  • Total Populasi (jumlah penduduk): 274,9 juta
  • Pengguna Mobile Unik: 345,3 juta (125,6% dari jumlah populasi di Indonesia)
  • Pengguna Internet: 202,6 juta (73,7% dari jumlah populasi di Indonesia)
  • Pengguna Media Sosial Aktif: 170 juta (61,8% dari jumlah populasi di Indonesia)

Latar belakang dilaksanakannya seminar “Ngabedah Bisnis Ma’soem Group” adalah karena potensi yang ada di Pagerageung, khususnya pelaku bisnis atau UMKM yang tergabung di Grup Pagerageung sangat banyak, tapi tidak terkelola dengan baik, menurut Taufik Faturohman dari segi pelayanan saja kurang profesional. Selanjutnya kata Taufiq harapannya dengan dihadirkannya pembicara dari Al Masoem Group bisa memberikan wawasan yang bisa memotivasi pelaku bisnis di Pagerageung.

Sementara itu, Camat Pagerageung Tasikmalaya, Agianto Ahmad Tahir, S.STP., M.Si. dalam sambutannya menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini karena dapat memotivasi warganya untuk bisa mengembangkan bisnisnya, selain itu juga menginstruksikan kepala Desa di Pagerageung untuk mengikuti kegiatan ini

WhatsApp Image 2022-03-23 at 10.01.37 (1)

Pembicara pertama, Dr Asep Sujana memaparkan kisah Bapak H. Ma’soem mulai dari tempat kelahirannya di Tasikmalaya sampai hijrah ke Cipacing yang diambil dari Sinopsis H. Ma’soem karangan Tatang Sumarsono. Sebelum memulai pemaparan, Asep juga menyinggung tentang fenomena crazy rich saat ini yang “kaya” secara instan namun berujung di jeruji besi. Akan tetapi H. Ma’soem mulai dari nol, hidup “peurih”, bisnis kecil-kecilan, hidup sederhana sampai saat ini bisnis Al Ma’soem Group terus mengembangkan sayapnya.

Cibuyut terletak di kaki gunung, kampung terpencil di wilayah Tasikmalaya. Di situlah Dajoen (dibaca: Dayun) lahir, hari Jum’at,  anak ke-4 dari 5 bersaudara, kira-kira tahun 1923. Orang tuanya  bernama Kasih dan H. Soelaeman (dibaca: Sulaeman). Dari Sakola Rakyat, ia melanjutkan ke Vervolgschool di Kecamatan Ciawi. Saban hari berjalan kaki 16 km. Sepulangnya dari sekolah, ia belajar di Pesantren Gereba. Sejak kecil, Dajoen mulai belajar hidup mandiri, memelihara beberapa ekor bebek.

Tamat dari Vervolg, Dajoen berniaga di Cipacing, dan sewaktu-waktu bekerja sebagai buruh tani. Ia tinggal Bersama kakaknya, Kiai Nasihin. Zaman pendudukan Jepang, Dajoen pulang kampung, lalu belajar di Pesantren  Karangsambung, yang dipimpin K.H. Masduki. Dajoen amat disayang kyai, kemudian diberi nama baru: Ma’soem (dibaca: Ma’sum), yang artinya terpelihara dari sifat buruk. Tahun 1944, ia dinikahkan dengan Aisyah, putri  kedua Kyai Masduki.

Pada awal kemerdekaan, Ma’soem berdagang kerbau ke Bandung. Dua-tiga ekor kerbau yang dibeli dari seputar Ciawi, dibawanya ke Bandung, jalan kaki. Kegiatan ini hanya sebentar berlangsung. Memasuki tahun 1950, suasana desa semakin tidak aman, akibat berkecamuknya gerombolan. Ma’soem hampir menjadi korban, lalu diputuskan mengembara ke kota, membuka lembaran hidup baru. Ma’soem dan keluarganya kembali tinggal di Cipacing. Ia menjajakan kerajinan ke Bandung dan Jakarta. Kehidupannya sangat sederhana. Untuk lauk pauk sehari-hari cukuplah peda bakar, dicocol kepalan nasi.

Berdagang kerajinan dihentikan, karena hasilnya tidak mencukupi kebutuhan. Disewanya sepetak warung di depan Pasar Dangdeur, Rancaekek. Ma’soem berdagang minyak tanah, sebanyak satu blek (20 liter) per hari. Jujur dan ramah kepada pembeli menyebabkan perniagaan Ma’soem maju. Dengan upaya keras dan sungguh-sungguh, Ma’soem menjadi agen minyak tanah. Semula ia menggunakan alat angkut pedati, lalu membeli truk bekas. Dirintisnya usaha pompa bensin di Rancaekek, kemudian merambah ke armada angkutan dan pabrik tenun.

Tahun 1955, Ma’soem dan istri pergi berhaji ke Tanah Suci. Ia memperoleh makna dari berserah diri dan tawakal kepada Allah. Sering dikatakannya, “Jadi jelema mah kudu jujur. Lamun urang jujur, insya Allah, di mana waé urang aya, bakal bisa hirup.”

WhatsApp Image 2022-03-23 at 10.01.36 (1)

Ma’soem tidak membeda-bedakan orang atas dasar kekayaan. Pintu rumahnya selalu terbuka untuk menerima kehadiran siapa saja. Jika ada undangan, ia selalu menyempatkan datang. Ma’soem dan Aisyah selalu bagi-bagi tugas dengan jelas. Istri itu ibarat pabéasan, demikian dikatakannya. Keberhasilannya sebagai pengusaha banyak ditunjang  jasa istrinya.

Menurut pendiriannya, mencari rezeki halal itu mudah, dan masih banyak. Hal itu sudah dibuktikannya sendiri, dengan syarat mau kerja keras serta jujur. Ma’soem selalu memelihara agar jarak majikan karyawan, atau atasan-bawahan, tidak mencolok.  Namun, ia bisa keras dan tegas, bahkan marah, jika menemukan karyawan tidak jujur dan melanggar aturan.

Ma’soem ingin berbagi keberhasilan dengan yang lain. Ia berharap, bantuannya memberikan manfaat panjang. Berdirilah Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem, bertujuan mendidik anak bangsa, dengan moto: cageur-bageur-pinter. Ma’soem tergerak beramal di bidang sosial-ekonomi syariah, serta membangun masjid dan mushola, juga sarana dan fasilitas kepentingan umum diantaranya diwujudkan melalui program pembangunan BPR Syariah, medical centre, dan kolam renang dengan tempat khusus terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Ahad, 30 Desember 2001, bertepatan dengan 14 Syawal 1422 H, ba’da magrib, sehabis wiridan dan shalat sunat, Ma’soem bersalaman dengan jamaah masjid. Saat isya, ia melaksanakan sholat berjamaah, lalu pulang untuk beristirahat. Itulah hari terakhir beliau dan dipanggil sang khalik untuk selama-lamanya.

Jenis usaha Al Ma’soem Group bidang Pertamina dibagi menjadi dua, yaitu Bidang SPBU berjumlah 38 SPBU yang tersebar di wilayah kota & kab. Bandung, Kab. Cianjur, Kab. Sumedang, Kab. Majalengka, kota Cirebon, Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab. Purwakarta, Kab. Subang dan Indramayu dan yang kedua adalah bidang Non SPBU yang meliputi Dealer Pelumas produk Pertamina, Dealer Elpiji Pertamina dan SPPBE dan Transportir (angkutan) produk pertamina (saat ini memiliki 17 tangki).

Adapun jenis Al Ma’soem Group bidang Non Pertamina, yaitu Bank Al Ma’soem Syari’ah (1 kantor pusat, 6 kantor cabang dan 2 kantor kas), Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Sport Centre (Kolam Renang terpisah pria & wanita serta bulu tangkis), Al Ma’soem Khadimul Hajj (Tour & Travel) mengelola Umroh & Haji dan Apotek & Medical Centre (saat ini memiliki 17 Apotek & Poliklinik).

Sedangkan jenis kegiatan bidang pendidikan meliputi Playgroup & TK, SD, SMP, SMA, Ma’soem University dan Pesantren Siswa dan mahasiswa Al Ma’soem.

WhatsApp Image 2022-03-23 at 10.01.36

Sementara itu Dr. Tonton Taufik Rachman, selaku wakil rektor MU sekaligus merupakan salah satu cucu dari H. Ma’soem menyoroti bisnis di era digital, menurutnya orang-orang yang sukses itu bukan sekedar bakat tapi yang terpenting adalah usaha dan latihan, dia mencontohkan seperti Michael Jackson, Chairul Tanjung, Tiger Woods, Lionel Messi, mereka sukses karena mimpi besar mereka dengan berusaha kerja keras dan latihan. Lebih baik mencoba terus gagal daripada telat atau tidak mencoba sama sekali.

Menyinggung soal potensi yang ada, khususnya yang tergabung di fanspage facebook Pagerageung sangat banyak, puluhan ribu pengikut bisa menjadi modal untuk menggerakkan bisnis kita ungkapnya, namun perlu pengelolaan yang baik.

Menurut Tonton, dalam bisnis itu perlu adanya product research, apalagi dengan menjamurnya pelaku bisnis yang ada saat ini. Kebutuhan konsumen banyak terhadap barang atau jasa, namun diperlukan penelitian untuk menemukan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen tersebut. Salah satu aplikasi yang bisa membantu untuk research ini adalah dengan menggunakan free keyword generator.

Mengingat peserta yang mengikuti seminar masih banyak yang menggunakan platform media sosial untuk bisnisnya, maka perlu adanya pengelolaan engagement yang baik. Engagement adalah aspek yang sangat penting untuk meningkatkan jangkauan perusahaan di dunia digital, apabila nilai engagement media sosial bisnis kita kurang memuaskan, maka bisnisnya juga akan kesulitan menarik pelanggan.