IMG

Bagaimana Pilihan Mata Pelajaran SMA Kurikulum Merdeka Al Ma’soem Mendukung Siswa yang Aktif di Ekstrakurikuler Gitar dan Biola?

Masa SMA merupakan periode penting ketika siswa mulai mengenali minat, kemampuan, serta rencana masa depannya dengan lebih serius. Tidak semua siswa memiliki tujuan yang sama. Ada yang ingin fokus pada sains, ada yang tertarik teknologi, olahraga, bahasa, dan ada pula yang memiliki bakat kuat dalam bidang musik.

Karena itu, sekolah perlu memberikan lingkungan yang memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan akademik sekaligus nonakademik.

SMA Al Ma’soem menerapkan Kurikulum Merdeka pada program reguler dan menyediakan berbagai kegiatan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler. Informasi terbaru sekolah juga menunjukkan bahwa siswa diwajibkan memilih minimal satu kegiatan ekstrakurikuler.

Bagi siswa yang menyukai gitar dan biola, keberadaan kegiatan musik dapat menjadi ruang penting untuk mengembangkan kreativitas. Namun, pertanyaannya adalah bagaimana aktivitas musik dapat berjalan seimbang dengan pembelajaran akademik?

Kurikulum Tidak Harus Mematikan Kreativitas

Salah satu kekhawatiran orang tua adalah ketika anak terlalu aktif dalam kegiatan seni, prestasi akademiknya justru menurun.

Kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak selalu benar. Aktivitas seni yang dikelola dengan baik justru dapat membantu siswa mengembangkan berbagai keterampilan yang berguna dalam pembelajaran.

Belajar memainkan gitar atau biola membutuhkan konsentrasi, ketekunan, memori, koordinasi motorik, serta kemampuan mengevaluasi kesalahan.

Seorang siswa harus berlatih secara konsisten untuk menguasai teknik tertentu. Proses tersebut secara tidak langsung mengajarkan bahwa kemampuan tidak muncul secara instan.

Kurikulum Merdeka dan Pengembangan Potensi

Kurikulum Merdeka memiliki pendekatan yang memberikan ruang lebih besar terhadap pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik.

Dalam konteks SMA Al Ma’soem, program akademik tersebut berjalan berdampingan dengan kegiatan pengembangan diri. Sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas seperti ruang multimedia, studio mini dan podcast, reading corner, laboratorium, dan fasilitas olahraga.

Lingkungan seperti ini dapat memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berpusat pada buku teks.

Siswa dapat belajar konsep akademik di kelas, kemudian mengembangkan kreativitas melalui kegiatan musik.

Mengapa Gitar dan Biola Bisa Menjadi Pilihan Positif?

Gitar dan biola merupakan dua alat musik dengan karakter yang berbeda.

Gitar mengajarkan koordinasi tangan kiri dan kanan, ritme, akor, serta kemampuan mengiringi sebuah lagu.

Biola membutuhkan ketelitian dalam menentukan intonasi, penguasaan posisi tangan, koordinasi gerakan, dan kepekaan pendengaran.

Keduanya membutuhkan latihan yang konsisten.

Siswa yang terbiasa menjalani latihan musik dapat belajar membuat target. Misalnya, minggu pertama menguasai bagian tertentu, minggu berikutnya meningkatkan tempo, kemudian belajar memainkan lagu secara utuh.

Kebiasaan menetapkan target semacam itu juga dapat diterapkan dalam belajar akademik.

Manajemen Waktu Menjadi Kunci

Siswa aktif dalam musik harus memahami bahwa ekstrakurikuler bukan pengganti pendidikan akademik.

Jadwal belajar dan latihan harus dibuat realistis.

Misalnya, siswa dapat menetapkan waktu khusus untuk menyelesaikan tugas sekolah sebelum latihan. Setelah latihan, siswa dapat melakukan review materi ringan atau mempersiapkan kebutuhan pembelajaran esok hari.

Dengan cara ini, kegiatan musik tidak menjadi pengganggu, tetapi bagian dari rutinitas yang terstruktur.

Keterampilan manajemen waktu bahkan dapat menjadi salah satu manfaat penting dari kegiatan ekstrakurikuler.

Musik dan Kemampuan Sosial

Musik juga tidak selalu dilakukan secara individual.

Siswa yang belajar gitar dan biola dapat berkolaborasi dalam kelompok musik, pertunjukan sekolah, atau kegiatan seni lainnya.

Dalam kelompok, siswa belajar mendengarkan orang lain. Seorang pemain gitar tidak dapat bermain sesuka hati ketika tampil bersama pemain biola. Mereka harus mengikuti tempo, struktur lagu, dan arahan kelompok.

Dari sinilah muncul kemampuan komunikasi dan kerja sama.

Kemampuan tersebut juga penting di dunia perkuliahan dan dunia kerja.

Kreativitas sebagai Kompetensi Masa Depan

Dunia pendidikan modern tidak hanya membutuhkan siswa yang mampu menghafal informasi.

Kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, problem solving, dan adaptasi semakin penting.

Kegiatan musik dapat menjadi salah satu media untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Misalnya, ketika siswa membuat aransemen sederhana, mereka belajar mengambil keputusan kreatif. Ketika tampil di depan orang lain, mereka belajar mengelola rasa percaya diri. Ketika melakukan kesalahan saat tampil, mereka belajar menghadapi tekanan dan memperbaiki diri.

Semua pengalaman tersebut memiliki nilai pendidikan.

Peran Guru dan Sekolah

Keseimbangan antara akademik dan musik tidak hanya menjadi tanggung jawab siswa.

Sekolah juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung.

Ketersediaan ruang kegiatan, jadwal ekstrakurikuler yang jelas, pembimbing, serta komunikasi antara sekolah dan orang tua dapat membantu siswa menjalankan berbagai aktivitas secara lebih teratur.

SMA Al Ma’soem menempatkan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pengembangan diri siswa. Informasi terbaru sekolah menyebutkan pilihan kegiatan yang beragam, mulai dari olahraga hingga seni, teknologi, dan aktivitas lainnya.

Apakah Siswa Musik Tetap Bisa Berprestasi Akademik?

Tentu bisa.

Namun, kuncinya bukan pada banyaknya kegiatan yang diikuti, melainkan bagaimana siswa mengelolanya.

Siswa harus mengetahui prioritas. Ketika menghadapi ujian, misalnya, waktu latihan mungkin perlu disesuaikan. Sebaliknya, ketika jadwal akademik lebih ringan, siswa dapat meningkatkan waktu latihan.

Pola fleksibel seperti ini membuat kegiatan musik tetap berjalan tanpa mengorbankan kewajiban akademik.

Musik sebagai Bagian dari Identitas Siswa

Masa SMA juga merupakan masa pembentukan identitas.

Seorang siswa mungkin mulai menyadari bahwa dirinya memiliki ketertarikan terhadap musik dan ingin menjadikannya bagian dari masa depan.

Dengan mengikuti kegiatan musik sejak SMA, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan portofolio pengalaman.

Portofolio tersebut tidak selalu berarti sertifikat. Rekaman penampilan, pengalaman tampil, proyek musik, aransemen, atau kolaborasi juga dapat menjadi dokumentasi perkembangan kemampuan.

Bagi siswa yang nantinya ingin melanjutkan pendidikan pada bidang seni, musik, komunikasi, industri kreatif, atau bidang lain yang membutuhkan kreativitas, pengalaman tersebut dapat menjadi nilai tambah.

Kesimpulan

Pilihan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dan kegiatan ekstrakurikuler dapat berjalan berdampingan apabila siswa memiliki manajemen waktu yang baik.

Bagi siswa yang aktif dalam gitar dan biola, kegiatan musik bukan sekadar hiburan. Aktivitas tersebut dapat melatih konsistensi, kreativitas, koordinasi, kerja sama, keberanian tampil, dan kemampuan menerima evaluasi.

SMA Al Ma’soem menyediakan lingkungan dengan berbagai fasilitas akademik dan nonakademik sehingga siswa memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan dari berbagai sisi.

Pada akhirnya, siswa tidak harus memilih antara “anak akademik” atau “anak seni”. Dengan pengelolaan yang tepat, keduanya dapat berkembang bersama. Justru kemampuan menggabungkan pembelajaran akademik dengan kreativitas musik dapat menjadi bekal yang berharga bagi siswa dalam menghadapi pendidikan tinggi dan kehidupan setelah SMA.