Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Penerapan Kurikulum Merdeka di jenjang pendidikan dasar membawa paradigma baru dalam sistem pembelajaran di Indonesia. Kurikulum ini menekankan pada pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan karakter, materi esensial yang mendalam, serta fleksibilitas bagi pendidik untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan dan perkembangan peserta didik.
Di Sekolah Dasar Al Ma’soem, implementasi Kurikulum Merdeka didukung oleh tata kelola administrasi digital yang teratur dan terintegrasi. Salah satu fondasi utama dalam keberhasilan pendataan kelas, pemetaan fase pembelajaran, hingga pencatatan rapor berbasis Profil Pelajar Pancasila adalah keberadaan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). NISN tidak hanya berfungsi sebagai nomor identitas tunggal siswa di tingkat nasional, tetapi juga menjadi kunci utama dalam menghubungkan seluruh aktivitas akademik Kurikulum Merdeka ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Salah satu keunikan Kurikulum Merdeka adalah pengelompokan capaian pembelajaran berdasarkan fase, bukan sekadar tingkatan kelas konvensional. Untuk jenjang sekolah dasar, pembelajaran dibagi menjadi 3 fase utama:
Fase A: Umumnya untuk Kelas 1 dan Kelas 2 Sekolah Dasar.
Fase B: Umumnya untuk Kelas 3 dan Kelas 4 Sekolah Dasar.
Fase C: Umumnya untuk Kelas 5 dan Kelas 6 Sekolah Dasar.
Dalam proses pembentukan Rombongan Belajar (Rombel) dan pembagian fase di Sekolah Dasar Al Ma’soem, data NISN berperan sebagai acuan utama sistem.
NISN terhubung langsung dengan tanggal lahir dan riwayat pendidikan prasekolah anak (TK/PAUD) yang tercatat di Dapodik. Pendidik dapat memanfaatkan data ini untuk memastikan bahwa siswa ditempatkan pada fase perkembangan yang tepat tanpa risiko tumpang tindih data.
Setiap Rombel yang dibentuk di Sekolah Dasar Al Ma’soem wajib disinkronkan ke server Dapodik pusat. NISN memastikan bahwa setiap nama peserta didik yang terdaftar di dalam kelas fisik sesuai 100% dengan pangkalan data digital kementerian, sehingga terhindar dari status siswa tidak terdeteksi (unregistered) pada kelas terkait.
Kurikulum Merdeka mengedepankan prinsip Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat capaian atau kemampuan awal siswa. Sebelum pembelajaran dimulai, pendidik di Sekolah Dasar Al Ma’soem melakukan Asesmen Diagnostik untuk memetakan potensi, minat, dan kebutuhan belajar anak.
Pencatatan Portofolio Perkembangan Siswa: Hasil Asesmen Diagnostik awal, tes kemampuan membaca, hingga observasi psikologis dicatat secara terstruktur dalam sistem rekam akademik sekolah yang terhubung dengan NISN siswa.
Integrasi Laporan Asesmen Formatif dan Sumatif: Selama proses pembelajaran berlangsung, setiap perkembangan aspek kognitif maupun non-kognitif siswa terdokumentasi rapi berdasarkan identitas NISN. Hal ini memudahkan guru dan wali kelas dalam mengevaluasi efektivitas strategi diferensiasi yang diterapkan di dalam kelas.
Pencatatan hasil belajar pada Kurikulum Merdeka menggunakan aplikasi e-Rapor resmi yang dikembangkan oleh pemerintah. Sistem ini mewajibkan penggunaan NISN sebagai kunci pemanggil (primary key) data siswa.
Berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang hanya menampilkan angka nominal, e-Rapor Kurikulum Merdeka menyajikan deskripsi kualitatif mengenai capaian kompetensi siswa pada setiap mata pelajaran. NISN memastikan deskripsi naratif tersebut tersimpan tepat pada akun profil masing-masing siswa.
P5 merupakan bagian tak terpisahkan dari Kurikulum Merdeka. Dalam kegiatan P5 di Sekolah Dasar Al Ma’soem, siswa terlibat dalam berbagai projek kontekstual untuk mengasah dimensi karakter seperti Beriman dan Bertakwa, Gotong Royong, Mandiri, Nalar Kritis, dan Kreatif. Evaluasi capaian dimensi P5 diinput ke dalam modul rapor P5 berbasis NISN, sehingga rekam jejak pembangunan karakter siswa tersimpan secara permanen.
Salah satu komponen penting dalam evaluasi mutu pendidikan di bawah Kurikulum Merdeka adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). ANBK dilaksanakan pada tingkat sekolah dasar untuk mengukur literasi membaca, numerasi, serta survei lingkungan belajar.
Penetapan Sampel Peserta ANBK: Peserta ANBK (biasanya siswa Kelas 5 Sekolah Dasar) dipilih secara acak oleh sistem pusat Kemdikbudristek dari data Dapodik.
Peran Validitas NISN: Hanya siswa dengan NISN yang sudah terverifikasi dan tervalidasi (berstatus aktif di Verval PD) yang dapat masuk ke dalam Daftar Peserta Tetap (DPT) ANBK. Keabsahan NISN di Sekolah Dasar Al Ma’soem menjamin seluruh proses evaluasi mutu sekolah berjalan lancar tanpa ada hambatan teknis kepesertaan.
Selain kegiatan intrakurikuler, Sekolah Dasar Al Ma’soem memfasilitasi pembentukan karakter dan bakat siswa melalui program pengayaan akademik seperti Sains Club dan Math Club, serta ragam ekstrakurikuler unggulan seperti Tahfidz, Futsal, Taekwondo, dan Robotik.
Sertifikasi Kejuaraan Berbasis NISN: Ketika siswa mewakili Sekolah Dasar Al Ma’soem dalam ajang perlombaan Kurikulum Merdeka (seperti OSN, FLS2N, atau O2SN), pendaftaran kejuaraan mewajibkan pencantuman NISN valid.
Portofolio Talenta Terintegrasi: Seluruh sertifikat kejuaraan resmi yang diperoleh siswa akan diinput ke dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) nasional menggunakan acuan NISN, sehingga menjadi portofolio prestasi yang diakui hingga jenjang pendidikan berikutnya.
Mengingat betapa krusialnya fungsi NISN dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasar Al Ma’soem secara konsisten melakukan langkah-langkah verifikasi dan validasi data:
Pencocokan Dokumen Kependudukan: Tim administrasi sekolah mencocokkan ejaan nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir, dan nama ibu kandung pada data NISN dengan berkas fisik Akta Kelahiran serta Kartu Keluarga (KK).
Pengajuan Perbaikan via Verval PD: Jika ditemukan perbedaan penulisan data lama, sekolah mengajukan sinkronisasi data melalui portal Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (Verval PD) kementerian.
Penerbitan NISN Baru: Bagi siswa yang baru masuk jenjang sekolah dasar dan belum memiliki NISN dari prasekolah, sekolah mengajukan penerbitan nomor baru agar tercatat resmi di Dapodik.
Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) memegang peranan pivotal dalam keberhasilan pendataan kelas dan penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Al Ma’soem. Mulai dari pemetaan fase pembelajaran, pelaksanaan diferensiasi kelas, pencatatan rapor P5, keikutsertaan ANBK, hingga pengakuan rekam jejak prestasi, seluruhnya bergantung pada validitas data NISN.
Melalui tata kelola administrasi yang tertib dan bersinergi dengan kurikulum modern berbasis karakter, Sekolah Dasar Al Ma’soem berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang optimal guna mencetak generasi muda yang berkarakter Islami, terampil, serta berprinsip Cageur, Bageur, dan Pinter.