Emaki Lembang

Awas 3 Hal Ini Harus Kalian Hindari Jika Ingin Menjadi Hafidz Quran

Menjadi seorang Hafidz atau penghafal Al Quran tentu merupakan sesuatu yang mulia dan membanggakan baik bagi diri sendiri maupun orang tua. Selain bisa melatih kedisiplinan dan daya ingat, menjadi seorang Hafidz Quran dijanjikan pahala yang besar bahkan bisa menjadi syafaat bagi orang tuanya untuk masuk surga. Meskipun begitu, terdapat beberapa pantangan seorang Hafidz ataupun calon Hafidz yang sedang berproses dalam menghafal Al Quran. Adapun 3 hal utama yang merupakan pantangan yang perlu dihindari oleh seorang Hafidz Quran :

  1. Terlalu Membanggakan Diri

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa menjadi seorang Hafidz merupakan hal mulia yang membanggakan. Namun hal tersebut bisa menjadi boomerang kepada si penghafal Al Quran dan orang tuanya jika ada rasa terlalu membanggakan diri / ujub di dalam hatinya. Sifat ujub tersebut merupakan hal yang perlu diwaspadai karena merupakan salah satu dosa yang tidak terasa dan dapat menghilangkan pahala suatu amalan. Selain itu sifat ujub juga bisa berujung kepada sifat keras kepala dan sombong. Maka dari itu seorang Hafidz harus selalu ingat dengan Hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Baihaqi yang artinya “3 Perkara penghancur adalah: sifat kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan bangganya seseorang dengan dirinya sendiri”.

  1. Terlalu Cepat Puas

Untuk bisa menghafal 30 Juz Al Quran tentu bukan perkara mudah sehingga beberapa orang yang sudah berhasil dalam pencapaian tersebut terkadang terlalu cepat puas dengan apa yang sudah mereka raih. Hal ini tentu saja sangat berbahaya terlebih jika tidak disiplin untuk terus melatih hafalannya secara rutin di kemudian hari. Selain itu untuk menjadi seorang Hafidz yang baik maka tidak cukup hanya bermodalkan hafalan dan bacaan yang yang baik saja, namun juga harus diikuti dengan kegiatan Tadabur Al Quran. Lantas pertanyaan berikutnya apa itu Tadabbur Al Quran ? Tadabbur Al Quran adalah kegiatan dimana seseorang merenungkan sebuah makna dari setiap ayat Al Quran sehingga mampu mengambil manfaat dan mengaplikasikannya melalui kehidupan sehari-hari.

  1. Terlalu Cinta Dunia dan Bermaksiat Kepada Allah

Salah satu ujian yang cukup berat bagi manusia adalah godaan kenikmatan dunia. Bagaimana tidak, selain fitrah manusia memang menyukai keindahan terhadap suatu hal, godaan syaitan juga ikut berperan di dalamnya agar keindahan yang semula halal bisa berubah menjadi haram jika masuk ke dalam kategori maksiat. Maka dari itu hal tersebut harus diwaspadai oleh semua orang, khususnya para penghafal Quran karena di masa lampau terdapat kisah tentang penghafal Quran yang kehilangan banyak hafalannya hanya karena tidak sengaja melihat aurat seorang Wanita.

Untuk menjaga agar para santri tetap bisa fokus saat menghafal Quran tentu saja harus didukung dengan lingkungan pesantren yang baik serta metode pendidikan yang tepat. Pesantren siswa Al Masoem merupakan salah satu Islamic Boarding School terbaik di Bandung  yang mampu menerapkan metode pendidikan yang tepat kepada santrinya. Para santri tidak hanya dididik agar memiliki kedisiplinan yang tinggi saat belajar, namun juga dididik agar para santri benar-benar bisa menerapkan sunnah Rasul dengan sempurna dari mulai cara tidur /istirahat, cara makan, cara komunikasi dan lain-lain.