Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Program sekolah internasional atau kelas bilingual sering menjadi pilihan orang tua yang ingin anak mendapatkan lingkungan belajar dengan paparan Bahasa Inggris lebih intensif. Namun, penggunaan Bahasa Inggris tidak hanya menarik untuk dilihat dari kegiatan akademik di kelas. Orang tua juga sering ingin mengetahui apakah bahasa tersebut digunakan dalam kegiatan pendukung seperti ekstrakurikuler.
Pertanyaan “Apakah ekstrakurikuler di SD Internasional Al Ma’soem menggunakan pengantar Bahasa Inggris?” menjadi relevan karena kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang tambahan bagi anak untuk menggunakan bahasa dalam situasi yang lebih praktis.
SD Internasional Al Ma’soem menerapkan pembelajaran bilingual dengan penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam lingkungan pembelajaran. Programnya juga dilengkapi Intensive English Course atau IEC. Namun, penggunaan Bahasa Inggris dalam setiap ekstrakurikuler dapat berbeda berdasarkan jenis kegiatan, instruktur, dan ketentuan program.
Konsep bilingual perlu dipahami secara tepat. Lingkungan bilingual memberikan kesempatan kepada siswa menggunakan dua bahasa sesuai konteks.
Dalam kegiatan tertentu, instruksi dapat menggunakan Bahasa Inggris lebih banyak. Sementara pada kegiatan lain, Bahasa Indonesia tetap dapat digunakan agar anak memahami instruksi dengan jelas.
Hal tersebut terutama penting untuk siswa sekolah dasar yang kemampuan bahasanya masih berkembang.
Belajar bahasa akan lebih bermakna ketika anak memperoleh kesempatan menggunakannya dalam konteks nyata.
Misalnya, dalam kegiatan olahraga, anak dapat mengenal kosakata mengenai gerakan, posisi, instruksi, dan peralatan. Dalam kegiatan seni, mereka dapat mengenal istilah yang berhubungan dengan pertunjukan.
Dengan demikian, Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi dapat muncul dalam komunikasi selama aktivitas.
Tidak semua anak yang masuk kelas internasional sudah memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang sama.
Ada anak yang sejak kecil terbiasa menggunakan Bahasa Inggris, tetapi ada pula yang baru mendapatkan paparan intensif ketika mulai sekolah.
Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler sebaiknya tidak dipandang sebagai tes kemampuan bahasa semata. Kegiatan tersebut justru dapat menjadi kesempatan untuk menambah kosakata dan keberanian berkomunikasi.
Program Intensive English Course atau IEC menjadi salah satu unsur yang relevan ketika membahas perkembangan kemampuan Bahasa Inggris siswa.
Kegiatan intensif seperti ini dapat memberikan tambahan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa secara lebih terarah.
Ketika digabungkan dengan lingkungan bilingual dan kegiatan pendukung, anak memiliki beberapa konteks berbeda untuk berlatih.
Namun, jadwal dan bentuk pelaksanaan IEC maupun ekstrakurikuler dapat berubah sesuai program sekolah pada tahun ajaran tertentu.
Kehadiran guru Bahasa Inggris atau native English teacher dapat memberikan pengalaman paparan bahasa yang berbeda bagi siswa.
Anak dapat mendengar pengucapan, intonasi, dan penggunaan ungkapan dalam konteks pembelajaran.
Lingkungan tersebut dapat membantu anak terbiasa mendengar Bahasa Inggris secara lebih natural. Akan tetapi, perkembangan kemampuan setiap anak tetap berbeda sehingga hasilnya tidak dapat disamaratakan.
Bahasa Inggris tidak hanya dapat digunakan dalam kegiatan akademik. Olahraga juga mempunyai banyak istilah yang mudah diterapkan dalam komunikasi sederhana.
Instruksi seperti bergerak, berhenti, mengoper, menjaga posisi, atau mengikuti aturan dapat diperkenalkan dalam Bahasa Inggris sesuai kemampuan siswa.
Cara seperti ini membuat anak memahami bahwa bahasa dapat digunakan untuk melakukan sesuatu, bukan hanya untuk menjawab soal.
Salah satu keuntungan kegiatan nonakademik adalah suasana yang relatif lebih kontekstual.
Anak memiliki tujuan utama untuk mengikuti aktivitas. Bahasa menjadi bagian dari proses tersebut.
Pendekatan seperti ini dapat membuat penggunaan bahasa terasa lebih alami dibandingkan jika anak hanya diminta menghafalkan kosakata.
Namun, tetap diperlukan pendampingan yang sesuai usia agar anak tidak merasa takut salah ketika berbicara.
Pertanyaan apakah ekstrakurikuler menggunakan Bahasa Inggris sebaiknya tidak dijawab hanya berdasarkan status sekolah internasional.
Setiap kegiatan dapat memiliki pola pelaksanaan berbeda. Karena itu, orang tua sebaiknya menanyakan langsung apakah instruksi kegiatan tertentu menggunakan Bahasa Inggris, seberapa sering digunakan, siapa pengajarnya, dan apakah ada persyaratan kemampuan bahasa.
Informasi tersebut membantu orang tua memilih kegiatan yang sesuai.
Pengalaman menggunakan Bahasa Inggris dalam berbagai konteks dapat membantu anak memahami bahwa bahasa merupakan alat komunikasi.
Anak tidak hanya belajar struktur atau kosakata, tetapi juga kapan dan bagaimana bahasa digunakan.
Jika pengalaman tersebut diberikan secara konsisten dan sesuai kemampuan, anak dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun keberanian berkomunikasi.
Ekstrakurikuler di lingkungan SD Internasional Al Ma’soem dapat menjadi ruang tambahan bagi siswa untuk mendapatkan paparan Bahasa Inggris, terutama karena program pembelajarannya menggunakan pendekatan bilingual dan dilengkapi program Intensive English Course.
Namun, tidak tepat menganggap seluruh ekstrakurikuler otomatis menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar penuh. Penggunaan bahasa dapat bergantung pada jenis kegiatan, pengajar, serta teknis program yang berlaku.
Bagi orang tua, pertanyaan yang paling penting bukan hanya apakah Bahasa Inggris digunakan, tetapi bagaimana bahasa tersebut diterapkan secara sesuai usia dan kemampuan anak.
Dengan lingkungan bilingual, kegiatan akademik, IEC, serta aktivitas pendukung yang saling melengkapi, siswa dapat memperoleh lebih banyak kesempatan untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks yang beragam.