Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Hybrid Learning atau pembelajaran campuran merupakan sebuah metode pembelajaran yang dimana mencampurkan metode pembelajaran tatap muka dengan metode pembelajaran jarak jauh (daring). Metode pembelajaran ini menjadi salah satu solusi terbaik yang bisa dilaksanakan sekolah untuk memberikan edukasi yang lebih efektif dan efisien dari pada pembelajaran jarak jauh atau daring. Dalam metode pembelajaran ini juga diharapkan pendidikan karakter yang diperankan oleh Al Ma’soem bisa tersalur secara maksimal.
Setelah setahun penuh Al Ma’soem melaksanakan kegiatan belajar mengajar berbasis Online akhirnya di pertengahan Agustus ini Al Masoem mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan metode pembelajaran campuran atau lebih dikenal dengan istilah Hybrid Learning.
Metode pembelajaran ini dilaksanakan pada pagi khusus santri Pesantren Siswa Al Masoem terlebih dahulu, karena memang sudah ada beberapa santri yang sudah mulai berada di asrama, terutama santri kelas 7 (siswa baru tahun ajaran 2021/2022) yang sudah tidak sabar untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung meskipun terbatas.
Dalam realisasinya, hanya ada delapan kelas yang digunakan untuk santri Al Masoem melaksanakan hybrid learning, dimana dalam satu kelas hanya berisi maksimal 20 santri yang mengikuti pembelajaran tatap muka secara langsung, tentu saja ini juga dengan berbagai macam protokol kesehatan yang sudah di maksimalkan demi menjaga amanah dan kenyamanan santri.
Untuk waktu kegiatan belajar mengajar pun dipersingkat, yang tadinya berlangsung selama delapan jam, maka dengan metode hybrid learning ini hanya dilaksanakan selama 3 jam saja, itu juga tanpa adanya istirahat dan tanpa adanya interaksi dengan pihak luar selain guru. Selain itu juga interaksi dari santri dengan guru sangat dibatasi.
Dalam pembelajaran ini juga Al Masoem membagi kelas menjadi hanya kapasitas 15-20 orang saja, terbukti siswa yang mengikuti pembelajaran ini akan terlihat longgar tentu saja dengan pintu kelas yang wajib dibuka dan penggunaan hand sanitizer serta masker yang wajib dipakai oleh santri yang mengikuti pembelajaran hibrid ini.
Antusias dari santri Al Masoem sangat tersirat dari wajah mereka, mengingat sudah setahun lebih siswa dan santri harus terpaksa melaksanakan pembelajaran online, akhirnya mimpi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka bisa terwujud meskipun harus menggunakan sistem campuran.
Sebenarnya tahun lalu Al Masoem sudah mulai melaksanakan sekolah berbasis campuran ini atau hybrid learning, hanya saja dengan metode yang sedikit berbeda. Pembukaan pesantren bagi santri sesuai peminatan surah Al Ma’soem laksanakan dari tahun lalu, yang berbeda adalah sistem dan metode pembelajaran yang berlaku, jika tahun lalu aktifitas santri terfokus di pondok pesantren, untuk saat ini santri bisa menggunakan kelas atau gedung sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Metode pembelajaran campuran ini juga menggunakan sistem perpecahan siswa, dimana ketika sekolah fullday umum Al Masoem mencampur siswa dan siswi dalam satu ruangan kelas maka dengan metode pembelajaran campuran ini kami membagi setiap kelas menjadi sesuai dengan gender, dan setiap kelas yang digunakan juga dipisahkan cukup jauh dimana untuk santri laki laki di lantai 3 gedung SMP Al Masoem sedangkan untuk santri perempuan berada di lantai 2 gedung SMP Al Masoem.
Dengan berjalannya waktu tidak bisa dipungkiri bahwa rencana Al Masoem melaksanakan hybrid learning bagi siswa dan santri sekaligus bisa tercapai, mengingat Al Ma’soem memiliki fasilitas yang sudah memadai untuk pelaksanaan metode hybrid learning.
Dari Fasilitas kesehatan hingga fasilitas teknologi, selain itu juga dalam metode pembelajaran ini Al Masoem menggunakan 2 orang guru dalam satu mata pelajaran, dimana satu orang guru sebagai teknisi pengajar dan satu orang guru untuk melaksanakan pembelajaran daring.
Rencananya setelah PPKM selesai dan tidak diperpanjang lagi, Al Masoem akan mencoba mengajukan perizinan untuk melaksanakan sekolah tatap muka dengan metode Hybrid learning, itu juga jika Kabupaten Sumedang sudah menjadi zona hijau, karena sampai artikel ini terbit kami masih dalam zona Orange. Harapan kamu kedepannya, selain kami akan mencoba beradaptasi dengan Covid sekolah juga bisa kembali sedia kala meskipun harus menggunakan proses yang ketat.