02 prestasi

Manfaat Silaturahmi Saat Idul Fitri, Apa saja?

Idul fitri merupakan hari raya umat muslim. Dalam acara idul fitri kita selalu disajikan dengan berbagai macam kegiatan, dari bertemu keluarga, mudik, makan opor ayam hingga menjalin silaturahmi dengan tetangga dan keluarga besar. 

Momen idul fitri ini memang ditunggu tunggu semua umat muslim, bukan karena itu sebagai tanda bahwa ramadhan telah berakhir, tapi pada momen idul fitri inilah kita bisa melaksanakan silaturahmi dan saling memaafkan satu sama lain. Ada beberapa manfaat silaturahmi dan berikut beberapa manfaat silaturahmi yang perlu anda ketahui :

Mempererat tali persaudaraan

Manfaat pertama dari silaturahmi adalah mempererat tali persaudaraan, bisa jadi kita memiliki saudara yang tinggal jauh dengan kita. Kadang juga ada beberapa saudara yang memang jarang sekali bertemu dan bertegur sapa, dengan adanya momen idul fitri diharapkan bisa memaksimalkan tali silaturahmi terutama dengan saudara jauh yang jarang kita temui.

Menggugurkan Dosa

Manfaat silaturahmi kedua adalah dapat menggugurkan dosa dosa kita terutama dosa kita terhadap orang yang pernah sengaja ataupun tidak sengaja kita sakiti. Tentu saja ada etika dalam silaturahmi yang anda laksanakan, salah satunya adalah dengan mengikuti sunnah rasul yaitu bersilaturahmi dengan saling menjabat tangan.

Ada beberapa hadist yang mengungkapkan bahwa dengan berjabat tangan dosa kita dan saudara kita bisa berguguran, seperti dalam HR. Abu Daud no. 5212 dan at-Tirmidzi no. 2727, dishahihkan oleh al-Albani Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan dosa keduanya sudah diampuni sebelum mereka berpisah.”

Selain itu berjabat tangan juga bisa menghindari kita dari berbagai macam konflik, bisa meluruskan kesalahpahaman, dan bisa meredam amarah apalagi jika dilakukan oleh orang orang yang tawadhu.

Salah satu kunci surga

Kunci surga itu banyak, salah satunya adalah menjaga dan mempererat tali silaturahmi. seperti yang diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim yang memiliki arti : “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” 

Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Melaksanakan silaturahmi merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu juga mempererat tali silaturahmi merupakan cara seorang manusia untuk terhubung dengan Allah SWT. Seperti sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : “Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung denganMu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: Iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu”.

Selain itu silaturahmi juga merupakan bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT, karena dengan mempererat tali silaturahmi juga merupakan salah satu cara meningkatkan akhlak terpuji. Bahkan Allah berfirman dalam QS. Ar-Rad ayat 21 : “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk”. (QS. Ar-Ra’d : 21).

Memperbanyak dan memperluas rezeki

Dalam beberapa hadits mengungkapkan bahwa dengan melakukan silaturahmi dapat memperlancar dan memperbanyak rezeki. Rezeki disini bukan berarti sesuatu yang berupa materi seperti uang dan lain sebagainya, misalkan dengan memperluas tali silaturahmi anda bisa mendapatkan relasi bisnis ataupun dapat menambah rekan dalam bisnis yang anda rintis.

Dengan Bersilaturahmi juga kita bisa melakukan sedekah kepada saudara kita yang memang kurang mampu. Maka dengan sedekah itu juga rezeki kita akan diperluas. Rasulullah SAW bersabda ” Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah”. (HR Al-Baihaqi). Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah berfirman: ”Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu“. (HR Muslim)

Memperpanjang Usia

Dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya, hendaklah ia bersilaturahmi.” Ungkapan “ditangguhkan ajalnya” dapat juga diartikan dengan panjang umur atau memperpanjang usia. kata ditangguhkan sendiri berasal dari kata tangguh yang menurut KBBI memiliki arti menunda. 

Sedangkan ajal adalah batasan hidup atau kematian. Maka makna dari ditangguhkan ajalnya dapat diartikan bahwa orang orang yang bisa menjaga dan bersilaturahmi Allah janjikan untuk mendapatkan umur yang panjang.