Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ وَمَا بَيْنَهُمَاۤ اِلَّا بِا لْحَـقِّ ۗ وَاِ نَّ السَّا عَةَ لَاٰ تِيَةٌ فَا صْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيْلَ
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan Bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 85).
Diciptakan dengan Kebenaran, Diakhiri dengan Kiamat, Dihiasi dengan Memaafkan
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa usai menceritakan kisah beberapa kaum yang durhaka kepada para rasul, melalui ayat ini Allah kembali menegaskan tentang penciptaan langit dan bumi. Allah menyatakan, “Dan Kami tidak menciptakan langit dengan aneka bintang dan planet yang menghiasinya dan tidak pula kami ciptakan bumi dengan aneka makhluk di permukaannya maupun di perutnya, serta apa yang ada di antara keduanya, yakni antara langit dan bumi, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang diketahui maupun tidak diketahui oleh manusia, melainkan dengan kebenaran. Kami ciptakan itu semua sebagai bukti-bukti kekuasaan Kami agar manusia mau beriman.
Dan sungguh, Kiamat yang menjadi saat ketika semua manusia dimintai pertanggungjawaban atas amalnya, pasti akan datang. Tidak ada keraguan sedikit pun tentangnya. Maka maafkanlah kaummu yang enggan beriman, wahai Nabi Muhammad, atas kecaman, gangguan, dan pendustaan mereka kepadamu. Maafkanlah mereka dengan cara yang baik.”
Kata الحق (al-haqq) (kebenaran) memiliki makna yang sangat luas dalam Al-Qur’an. Para mufasir menjelaskan bahwa maksudnya mencakup beberapa hal berikut.
1. Diciptakan dengan tujuan yang benar, bukan sia-sia.
Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang kebetulan atau tanpa makna. Setiap gunung, bintang, tumbuhan, hewan, bahkan kehidupan manusia memiliki hikmah dan tujuan.
2. Diciptakan dengan aturan yang benar.
Alam semesta berjalan dengan hukum-hukum Allah yang sangat teratur (sunatullah). Pergantian siang dan malam, peredaran planet, pertumbuhan tanaman, hingga hukum sebab-akibat menunjukkan adanya keteraturan yang sempurna.
3. Sebagai bukti kebenaran tentang Allah.
Seluruh alam adalah ayat-ayat kauniyah yang mengarahkan manusia kepada keesaan, kekuasaan, ilmu, dan hikmah Allah.
4. Sebagai dasar keadilan.
Karena penciptaan ini benar dan penuh hikmah, maka kehidupan tidak akan berakhir begitu saja. Harus ada Hari Kiamat sebagai tempat seluruh amal dipertanggungjawabkan. Itulah sebabnya ayat ini langsung menghubungkan penciptaan dengan kepastian datangnya Hari Kiamat.
Tadabbur QS. Al-Hijr ayat 85
1. Hidup ini bukan kebetulan
Ayat ini mengingatkan bahwa kita tidak hadir di dunia karena kebetulan. Allah menciptakan setiap manusia dengan amanah dan tanggung jawab.
Orang yang menyadari hidup memiliki tujuan akan lebih mudah menjaga ibadah, akhlak, dan amal salehnya.
2. Alam adalah “kitab terbuka”
Seorang petani, dosen, peneliti, pedagang maupun pelajar sebenarnya sedang membaca sebagian ayat Allah ketika mengamati alam.
Semakin dalam seseorang memahami keteraturan alam, seharusnya semakin besar rasa takzim kepada Sang Pencipta.
3. Tidak ada amal yang sia-sia
Karena penciptaan ini *dengan kebenaran*, maka setiap amal baik maupun buruk memiliki konsekuensi.
Allah tidak akan menyia-nyiakan:
4. Hari Kiamat adalah penyempurna keadilan
Sering kali di dunia orang zalim tampak menang dan orang baik tampak menderita.
Ayat ini menjawab semuanya: “Dan sungguh, Hari Kiamat pasti datang.”
Di sanalah seluruh keadilan Allah akan tampak secara sempurna.
5. Orang yang memahami tujuan hidup akan mudah memaafkan
Menariknya, setelah menyebut penciptaan dan Hari Kiamat, Allah berfirman: “Maka maafkanlah mereka dengan cara yang baik.”
Artinya, orang yang yakin Allah akan mengadili semuanya tidak perlu membalas setiap penghinaan. Ia mampu memaafkan dengan lapang karena menyerahkan urusan balasan kepada Allah.
Hikmah praktis
Ayat ini mengajarkan bahwa:
“Ya Allah, jadikan kami termasuk hamba-hamba yang memahami bahwa hidup ini memiliki tujuan yang benar. Tunjukkan kepada kami tanda-tanda kebesaran-Mu di langit, di bumi, dan pada diri kami sendiri. Jangan biarkan kami menjalani hidup dengan sia-sia.
Teguhkan kami dalam kebenaran, terimalah amal-amal kami, dan anugerahkan kepada kami hati yang lapang untuk memaafkan sebagaimana Engkau memerintahkan dalam Al-Qur’an. Aamiin ya rabbal aalamiin..