Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Penulis : Mohamad Ramdan
Self Esteem merupakan pikiran, perasaan, sudut pandang seseorang atas diri mereka sendiri. Self esteem juga bisa disebut juga dengan harga diri seseorang, dimana orang tersebut mampu menilai, menyetujui, menghargai dan menyukai diri mereka sendiri.
Menurut Branden (2005) Self esteem adalah keyakinan dari tindakan kita untuk menghadapi tantangan kehidupan. Self esteem adalah keyakinan untuk kita bahagia, perasaan berharga, serta kelayakan diri yang memungkinkan kita untuk menegaskan kebutuhan dan menikmati hasil dari kerja kita.
Sedangkan menurut Maslow dalam (Alwisol, 2002) Self esteem adalah suatu kebutuhan yang memerlukan pemenuhan dan pemuasan untuk dilanjutkan ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi. Maslow membagi dua jenis kebutuhan dalam self esteem yaitu penghargaan diri sendiri dan penghargaan dari orang lain.
Blascovich dan Tomaka berpendapat dalam (Coetzee, 2005) Self esteem merupakan evaluasi dari konsep diri, representasi yang lebih luas sehingga mencakup aspek kognitif dan behavior yang bersifat menilai dan afektif.
Self Esteem ini sangat penting terutama untuk kesehatan mental seseorang. Karena seseorang yang memiliki self esteem yang rendah cenderung lebih mudah untuk merasakan depresi, tidak dapat mengembangkan potensi mereka dan bahkan yang paling parah adalah mereka akan jatuh ke dalam hubungan yang toxic.
Begitu juga mereka yang memiliki self esteem yang tinggi, mereka yang memiliki tingkat self esteem yang sangat tinggi cenderung lebih sombong, merasa mereka paling tinggi baik dari ras dan kasta, mereka yang memiliki tingkat self esteem yang tinggi juga cenderung tidak bisa atau tidak memiliki kemampuan untuk belajar dari kesalahan yang mereka perbuat, bahkan juga dapat menjadi gejala rasa narsisme yang tinggi.
Tingkat Self Esteem yang baik adalah yang tidak terlalu rendah tapi juga tidak terlalu tinggi, alias mereka yang mampu mengenali dirinya sendiri dan mampu memaafkan dirinya sendiri jika mengalami kesalahan.
Adapun 8 ciri dari seseorang yang memiliki tingkat Self Esteem yang sehat seperti dikutip dari gramiedia.com ada 8 ciri self esteem yang sehat diantaranya adalah :
Masih menurut gramiedia.com ada juga 8 ciri self esteem yang tidak sehat diantaranya memiliki 8 ciri sebagai berikut :
Adapun faktor yang dapat mempengaruhi self esteem seseorang antara lain adalah Kepribadian, Umur, Pengalaman hidup, Pola pikir, Keterbatasan fisik, Lingkungan, Opini orang lain, Genetik, Pekerjaan yang dimiliki dan cara seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Lantas bagaimana cara seseorang dapat meningkatkan Self Esteem? berikut cara nya.
Hal yang salah yang kita lihat dari diri kita adalah ketika kita melihat diri kita sendiri dari sisi yang salah. Aku jelek, aku gendut, aku jerawatan atau aku ini kok gini. Bahasa yang toxic terhadap diri sendiri dapat membuat mental down. Cobalah ganti pola pikir itu menjadi aku cantik atau tampan, memang tak serupawan mereka tapi aku adalah diri aku sendiri. Apa lagi ketika anda mendapatkan apresiasi dari orang lain atau ketika anda berhasil meraih hal yang tidak bisa orang lain dapatkan, cobalah lihat dan syukuri dengan apa yang anda dapatkan.
Tapi jangan terlalu berlebihan yang membuat anda malah menjadi seseorang yang narsis. Cukup memuji diri anda sendiri secukupnya saja, yang perlu diingat adalah bersyukur dengan diri anda sendiri secara rasional. Jangan sampai karena anda memuji diri anda sendiri anda malah menjadi seorang yang sombong, tapi secukupnya saja. Memuji juga bisa membuat anda merasa percaya diri terutama dengan fisik yang anda miliki, tapi ingat ini berbeda dengan bersyukur dengan apa yang anda punya. Ingat setiap manusia harus memiliki target, jangan sampai karena anda berada di zona nyaman anda menjadikan Self Esteem sebagai alasan bagi anda untuk tidak beranjak dari zona nyaman anda.
Perlu dicatat, beberapa orang terutama remaja masa kini selalu mendengarkan omongan orang lain atau teman sepermainannya. Yang perlu diingat juga, teman itu terkadang ada yang benar benar mampu membangun dan ada juga yang bersifat toxic karena iri dengan temannya sendiri. Maka bagi anda yang ingin meningkatkan Self Esteem mendengarkan ungkapan orang lain itu boleh saja namun jangan terlalu anda jadikan patokan.
Karena sewaktu kecil hampir semua orang tidak diajarkan caranya untuk mencintai diri sendiri juga, maka dari itu ketika anda beranjak usia remaja anda harus mulai untuk belajar mencintai diri anda sendiri. Salah satu bentuk mencintai diri anda sendiri adalah dengan tidak menurunkan standar diri anda di bawah omongan orang lain.
Hal paling penting dalam Self Esteem adalah bagaimana cara anda berbicara pada diri anda sendiri. Mungkin anda orang yang peduli dengan teman teman anda, bagaimana cara anda memperlakukan orang lain yang menurut anda special, bagaimana cara anda melakukan pada diri anda sendiri? Seharusnya anda bisa memberi “jatah” lebih terhadap diri anda sendiri dengan cara yang lebih baik dari anda memperlakukan atau cara anda peduli kepada orang lain. Karena selain diri sendiri, siapa lagi yang bisa mencintai diri anda sepenuhnya jika bukan anda dengan Tuhan.
Hal paling penting dalam Self Esteem adalah dengan berhenti untuk membandingkan diri anda dengan orang lain, yang perlu anda ingat adalah anda adalah special edition dan tidak ada lagi copyan dari diri anda didunia ini. Begitu juga mereka, mereka adalah diri mereka sendiri dengan semua kekurangannya. Yang paling parah di dunia remaja masa kini adalah banyak sekali remaja yang membandingkan dirinya dengan orang lain atau aktor aktor di media social. Perlu anda ingat, apa yang mereka share di media sosial adalah satu dari sejuta hal yang mereka sembunyikan. Maksudnya seperti ini, apa yang mereka post hanya sebuah hal yang dibalik layar memiliki banyak kebohongan. Jadi buat apa membandingkan anda dengan orang lain? Karena itu tidak akan pernah ada gunanya bagi diri anda sendiri.
Hal terakhir yang perlu anda ingat adalah cobalah peduli pada diri anda sendiri dengan cara melakukan gaya hidup sehat, seperti rajin berolahraga, tidur dengan porsi yang sesuai, makan makanan sehat dan jangan menyiksa diri dengan hal hal yang tidak anda sukai. Cobalah nikmati hidup anda sebagai diri anda sendiri.
Di Al Masoem baik kepala sekolah dan ketua Yayasan selalu mengungkapkan bahwa anda mampu berprestasi dengan gaya anda sendiri. Konsep seperti ini juga dipegang dari tingkat SD dengan foto “semua anak bisa jadi juara” ini menunjukan bahwa Lembaga sebesar Al Masoem paham betul bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berprestasi dengan minat dan bakatnya sendiri. Maka dari itu tidak aneh jika ekstrakurikuler di Al Masoem sangat banyak dan beragam yang diikuti juga dengan fasilitas yang dapat menunjang semua itu.
Jadi bagaimana hasilnya? Dengan sangat jelas, siswa Al Masoem rata rata berprestasi bukan karena mereka memiliki skill saja, tapi mereka dibuat untuk paham betul dan memahami diri mereka sendiri. Sehingga sekolah dengan mudah bisa menyalurkan minat dan bakatnya dengan maksimal.