Fasilitas Al Masoem (8)

Tips Bijak Penggunaan Gadget Saat Pembelajaran

Kemajuan teknologi informasi di bidang pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting di masa globalisasi ini. Betapa tidak, Pasca pandemi yang selama 2 tahun lalu menerjang berbagai sektor hingga sektor pendidikan, membuat anak sudah terbiasa dengan penggunaan gadget baik itu untuk sekolah, untuk belajar, untuk bermain, untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan guru. Penggunaan gadget ini memang menjadi opsi tersendiri di beberapa tahun kemarin terutama masa pandemi covid 19 yang akhir akhir ini di masa pancaroba kembali berhembus dengan kenaikannya lagi yang sepertinya masyarakat sudah tidak terlalu peduli dan lebih memilih menggunakan gaya hidup normal. Begitu juga sekolah dan berbagai sektor lain, hanya menganggap itu hanya berita sebagai informasi saja yang tidak harus dibesar besarkan. 

Dua tahun diberikan pembelajaran daring dengan berbagai macam fasilitas online membuat anak tidak bisa jauh dari yang namanya gadget seperti laptop maupun smartphone, maka tidak jarang seorang anak yang melakukan aktivitas bermain baik dirumah maupun di luar rumah saat jam pelajaran berlangsung juga mereka kadang sesekali mendekatkan diri dengan smartphone yang selalu disimpan di samping mereka. Hal ini tentu perlu dijadikan perhatian khusus baik oleh pihak sekolah maupun orang tua. Memang tidak mudah bagi orang tua menerapkan aturan rutinitas dalam penggunaan gadget anaknya. Kata kuncinya adalah orang tua harus menjadi panutan (role play) yang bijak penggunaan gadget bagi anaknya sehingga anaknya merasakan aturan yang fair mengenai hal tersebut dan setuju untuk menyepakati aturan yang sudah dibuat. Yang tidak kalah penting adalah konsistensi baik dari orang tua maupun anak dalam menjalankan aturan serta rutinitas yang berhubungan dengan penggunaan gadget. Aturan-aturan yang dibuat biasanya terkait waktu dan durasi penggunaan.

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anaknya agar bijak dalam menggunakan gadget saat pembelajaran daring. Orang tua bisa mencoba lebih aktif untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan anaknya. Hal tersebut bertujuan untuk membangun kepercayaan anak terhadap orang tuanya sehingga anak akan menjadikan orang tuanya sebagai teman sharing / bercerita apapun. Biasanya dalam hal teknologi orang tua cenderung “tertinggal” maka dari itu orang tua harus berusaha untuk mengikuti perkembangan / update mengenai dunia digital yang saat ini dibutuhkan anak baik yang berhubungan dengan kegiatan belajar maupun sosial media.. Agar anak mau terbuka dengan orang tua di media sosial, tidak ada salahnya orang tua menempatkan diri sebagai “teman” atau “sahabat” anaknya agar anak tidak merasa canggung. Namun orang tua juga harus dapat menghargai privasi anak jika memang terdapat hal-hal yang bersifat sangat pribadi namun tetap positif. Hal ini bertujuan supaya orang tua bisa ikut mengontrol kegiatan anaknya di dunia digital sehari-hari

Semua orang sangat menyukai pujian dan penghargaan, termasuk anak. Maka dari itu orang tua bisa mulai untuk lebih menunjukkan perhatian dan apresiasi kepada anaknya jika anaknya berhasil membuat pencapaian tertentu. Untuk menerapkan disiplin kepada anak, orang tua bisa membuat kesepakatan dengan anak perihal pencatatan jadwal aktivitas penggunaan gadget sehari-hari. Memang pada awalnya akan terasa canggung terlebih untuk anak karena aturan ini seolah memperlakukan anak sebagai karyawan yang harus melaporkan “daily activities” kepada atasannya, namun jika sudah terbiasa anak akan memahami bahwa segala tindakannya merupakan sesuatu yang akan dipertanggungjawabkan oleh dirinya sendiri.