Profil SMA Al Ma’soem

PORSAK 2022 (20)
SMA Al Ma’soem
  • SMA Al Ma’soem

    • SMA AL MA’SOEM FULL DAY & BOARDING SCHOOL
    • Tahun berdiri : 1987
    • Status : Terakreditasi “A”
    • Nomor Identitas Sekolah (NIS) : 300190
    • Nomor Statistik Sekolah (NSS) : 302021015017
    • Jumlah Siswa : 960
    • Jumlah Guru : 48

    Visi Sekolah : Unggul dalam prestasi, berakhlakul karimah dan berdisiplin

    Penjabaran visi :

    1. Unggul dalam Prestasi.
      Pencapaian prestasi diwujudkan dalam memajukan potensi besar untuk berkompetisi di berbagai bidang kemampuan siswa maupun guru mulai dari keberbakatan dalam bidang ekstrakurikuler sampai pada usaha memajukan diri di dalam bidang akademis  untuk prospek jangkauan yang mengarah pada masa depan. (Pinter)
    2. Berakhlakul karimah.
      Pemahaman siswa dan warga sekolah diarahkan pada akhlak-akhlak mulia seperti yang diajarkan Rasulullah dalam Agama Islam antara lain menjaga kehormatan, berkata-kata yang baik dan sopan, bertingkah laku sesuai adat ketimuran baik kepada guru maupun kepada orang tua serta orang yang lebih tua meski tidak dikenal dan menjunjung tinggi kejujuran dalam belajar dan  bekerja, berpakaian sopan yang tidak menimbulkan syahwat serta  menjaga silaturahmi diantara warga sekolah. (Bageur)
    3. Berdisiplin.
      Pelaksanaan ketertiban dalam kehidupan pembelajaran di sekolah oleh warga sekolah seperti yang tercantum dalam tata tertib yang diarahkan pula kepada para guru serta pengelola sekolah dalam menjalankan roda kehidupan  pembelajaran yang  terarah. Kehadiran, keterlambatan, keragaman pakaian,  kebersihan,  kesaranaan, ketegasan, fleksibilitas dan keseragaman cara pandang  pembelajaran yang  mengarah pada aktualitas masa depan adalah standar dasar kedisiplinan yang dijalankan dalam pembentukan karakter warga belajar sehingga mampu menciptakan jiwa yang kuat dan tangguh. (Cageur)

    Misi Sekolah

    Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal dan efektif :

    1. Keoptimalan dilakukan oleh para guru semua pelajaran dengan membuka lebar konsultasi yang berhubungan dengan pembelajaran di luar kelas tanpa harus tergantung pada ruang dan waktu sesuai kemampuan siswa dan guru.
    2. Keoptimalan ini mengefektifkan waktu pembelajaran di kelas. Selama melaksanakan pembelajaran pun, tenaga pengajar membantu membimbing siswa  kearah pembentukan karakter pada tahap-tahap tertentu.

    Menjaga dan meningkatkan suasana yang kondusif bagi kelancaran proses pembelajaran :

    1. Semua warga sekolah berperan dalam menjaga serta meningkatkan kelancaran proses pembelajaran dengan penuh kesadaran untuk menciptakan kelas yang kondusif.
    2. Kondusifitas kelas dapat diwujudkan dengan kesepakatan warga belajar yang sesuai dengan kondisi kelas.

    Menumbuhkan semangat kompetisi dan keunggulan kepada seluruh warga sekolah :

    1. Semua warga belajar berhak mendapatkan kesempatan beasiswa tiap semester yang diberikan sekolah tiap tingkatan kelas dengan ketentuan harus mencapai 10 besar serta memiliki akhlak yang baik tanpa ada pelanggaran yang disebut siswa berkriteria akhlak diambil sesuai jumlah kelas yang ada di tingkatan kelas.
    2. Semua warga belajar berhak mendapatkan kesempatan masuk dalam program layanan percepatan dengan ketentuan harus mencapai 10 besar hanya untuk tingkatan kelas X, ketentuan lain seperti IQ, Keterikatan pada tugas, dan kreatif harus terpenuhi.
    3. Sementara bagi para guru dengan berbagai ketentuan yang telah ada dapat berkompetisi untuk mendapatkan kenaikan level mengajar yang salah satu contohnya adalah apabila guru mampu mengajar dengan menggunakan alat yang berhubungan dengan teknologi mendapatkan kenaikan level di perjalanan, begitupun apabila nilai kelulusan mata pelajaran saat Ujian Nasional 100% maka semua guru tiap tingkatan kelas pada mata pelajaran tersebut akan mendapatkan reward naik tiga kali level.
    4. Guru yang berperan sebagai wali kelas mendapatkan reward apabila mampu menjaga kestabilan prestasi akademis dan non akademis siswa dalam tiap bulan, semester dan tahunan.
    5. Guru yang berperan sebagai pengelola juga diberikan semangat untuk meningkatkan prestasi dalam pengelolaan yang ditujukan pada warga sekolah yang mengarah pada ketertiban pelaksanaan pembelajaran melalui bonus di tengah bulan. Apabila ada prestasi yang luar biasa dari warga sekolah yang dikelola maka ada penambahan bonus dengan ketentuan bintang.

    Mendorong dan mengembangkan minat dan potensi siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bervariatif :

    1. Tiap siswa kelas X dan XI diwajibkan untuk mengikuti minimal 1 ekstrakurikuler dari 32 ekstrakurikuler tiap minggunya.
    2. Sementara untuk kelas XII ekstrakurikuler tidak lagi diwajibkan. Mereka dioptimalkan dalam penyaluran potensi akademik melalui bimbingan belajar sekolah.

    Mendisiplinkan semua warga sekolah melalui penerapan tata tertib yang konsekuen dan konsisten :

    1. Untuk mewujudkan visi SMA Al Ma’soem, warga sekolah menjalankan tata tertib yang berlaku dan mengikat di manapun dia berada.
    2. Tata Tertib siswa memiliki tingkat hukuman yang berjenjang dikenal dengan poin pelanggaran berat, sedang dan ringan dengan total hukuman yang terakumulasi 100 poin tidak lagi diperkenankan untuk mengikuti pembelajaran di SMA Al Ma’soem.
    3. Tata Tertib yang diberikan oleh tenaga pendidik dan kependidikan tidak jauh berbeda dengan warga belajar.

    Membentuk pribadi siswa  yang berakhlakul karimah melalui pengajaran budi pekerti dan agama dengan menitikberatkan pada praktek-praktek ibadah.

    1. Untuk memperkuat terwujudnya siswa yang berakhlakul karimah, pelaksanaan awal pembelajaran di tiap kelas diwujudkan dengan tadarus Al qur’an walau hanya satu ayat tiap siswa dengan waktu kurang lebih 10-15 menit sebelum masuk kelas atau pulang sekolah.
    2. Pengenalan akhlak Rasulullah dalam setiap upacara, pembimbingan kelas oleh Walikelas, dan pelaksanaan Jum’atan/keputrian serta Pelaksanaan Hari Besar Islam.
    3. Menjalankan sholat dzuhur/Jum’at bersama di lingkungan SMA
    4. Mengisi shaum Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat dan membuka rasa sosial kepada orang sekitar yang tinggal di dekat SMA Al Ma’soem.
    5. Ikut berdiskusi  tentang permasalahan daerah/ Negara pada peringatan nuzulul Qur’an.

    Sasaran Sekolah :

    1. Pendidikan Umum
      1. Orientasi sekolah mengarah pada Pendidikan Umum tingkat lanjutan
      2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menggunakan standar nasional untuk Sekolah Menengah Atas
      3. Mata Pelajaran yang diajarkan berdasarkan kesepakatan yang mengarah pada masa depan dengan pendekatan yang berkekuatan Teknologi Informasi & Komputer
      4. Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik maupun standar dari segi perkembangan kognitif dan efektif
      5. Memacu siswa untuk peningkatan kecerdasan spiritual, intelektual dan emosional secara berimbang dengan kemampuan kognitif Informasi dan teknologi komputer sesuai standar yang berlaku dalam SSN
      6. Memenuhi hak asasi peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri, lingkungan, bangsa dan Negara.
    2. Pelayanan Prima
      1. Melakukan pengelolaan dengan manajemen mandiri
      2. Menyiapkan tenaga pengajar dan kependidikan untuk membentuk SDM peserta didik yang mandiri dan kreatif.
      3. Melaksanakan kegiatan yang efektif dan kreatif dalam melayani warga belajar
      4. Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik.
      5. Memenuhi kebutuhan aktualisasi diri peserta didik.
      6. Menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.
    3. Kedisiplinan yang terdidik alami
      1. Melaksanakan konsep penertiban kebiasaan siswa dalam tata tertib siswa seperti kehadiran, pelanggaran tata tertib, norma kehidupan Islam.
      2. Mengingatkan terus dalam tiap kesempatan rambu-rambu ketertiban.
      3. Mendidik kejujuran, ketepatan waktu, kerapian berpakaian dan berkata yang sesuai dengan keberadaannya sebagai siswa.
      4. Mendidik keharmonisan, ketegasan, kesopanan, berperilaku seorang siswa.
    4. Orientasi Akhlakul Karimah dan Pengetahuan berteknologi tinggi
      1. Mengingatkan keindahan berkata-kata adalah doa yang didengar oleh Allah
      2. Mengingatkan perilaku Rasulullah pada kesempatan Upacara, KPAM Wali Kelas, Jumatan/Keputrian, dan PHBI
      3. Mengingatkan dan mendorong untuk bersikap peduli pada lingkungan agar terciptanya kenyamanan belajar.
      4. Melaksanakan tadarus untuk selalu membacakan ayat-ayat Qur’an walau hanya 1 ayat.
      5. Melaksanakan berkata-kata yang penuh kebaikan dalam berbagai kesempatan.
      6. Meningkatkan kepedulian siswa untuk tetap pada pandangan Masa Depan dengan teknologi tinggi tanpa menghilangkan adab yang dicontohkan rasulullah.
      7. Kemandirian Peserta Didik. Mendidik siswa berpotensi untuk membantu menjelaskan pemahaman yang didapat kepada teman sebayanya.
      8. Membuatkan tugas terstruktur peserta didik dengan teknologi komputer untuk dipresentasikan.
      9. Memberikan izin kepada siswa per siswa; apabila siswa meminta izin untuk pergi ke toilet, ke dokter, mengantarkan buku ke kelas sebelah, mengambil barang yang tertinggal, menyampaikan tugas ke guru dan lain-lain minta diantar oleh siswa lain maka ia tidak akan mendapatkan izin tersebut.
      10. Memberikan kesempatan pada Organisasi Intra Sekolah mengelola kegiatan sendiri yang disesuaikan dengan tujuan sekolah.

    TUJUAN SEKOLAH

    1. Pelaksanaan Pengembangan sekolah berorientasi pada teknologi Tinggi
      1. Pembelajaran menggunakan berbagai bentuk teknologi seperti komputer, OHP, In focus, DVD, Radio dan TV sampai dengan internet dengan Hotspotnya
      2. Pembelajaran mengarah pada metoda pengolahan data dari sumber yang didapat di sekitar sekolah, rumah atau pesantren.
      3. Presentasi merupakan langkah lanjutan dari pengembangan diri siswa untuk berpikir kritis, fleksibel, bijaksana, konsisten dengan wawasan masa depan
      4. Pemikiran pragmatis siswa dalam menciptakan berbagai bentuk kreatifitas dikuatkan dalam karya-karya mereka sebagai tugas yang terstruktur
      5. Reliabilitas sesuai kemampuan siswa dalam mengadaptasi pengetahuan yang disampaikan pendidik dengan pemahaman melalui dunia teknologi tingkat dasar, menengah dan lanjutan.
      6. Pembelajaran diberikan sesuai dengan diskusi tentang materi yang dibutuhkan siswa.
      7. Kepekaan guru terhadap kebutuhan pengembangan kemampuan akademis dikuatkan dalam strategi pengajaran yang tertuang dalam KTSP.
      8. Pengembangan pola pikir guru yang konsisten dan kreatif dalam mengolah materi pembelajaran merupakan acuan dasar pengembangan pola pikir siswa.
      9. Perkembangan pola pikir yang maju tanpa meninggalkan konsep ketimuran dalam mendisiplinkan diri pada tiap siswa menguatkan keunggulan mereka yang menjadikan mereka siswa yang Cageur, Bageur, Pinter di masa depan.
    2. Pelaksanaan dan Pengembangan Manajemen Mandiri
      1. Pengelolaan Keuangan :
        Pengelolaan keuangan terpusat agar dapat mengurangi tingkat kebocoran dan keefektifan penggunaan dana yang tersedia dan terkumpul untuk dikeluarkan sesuai kebutuhan.
      2. Pengelolaan Sumber Daya Manusia :
        • Pengelolaan sumberdaya manusia sebagai pemenuhan terhadap    standar  pendidik dan kependidikan di berbagai tingkatan sekolah dan/atau kelas  disalurkan sesuai latar belakang pendidikan pegawai.
        • Penempatan pegawai disesuaikan dengan kebutuhan dan keefektifan kerja.
        • Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan setiap satu tahun pelaksanaan pembelajaran dengan pemantauan melalui keberhasilan siswa dalam ujian nasional, serta tes materi pembelajaran yang disesuaikan dengan pemahaman soal yang diberikan kepada siswa setahun pembelajaran sebelumnya.
        • Ini dapat melihat potensi dan keloyalan guru dalam memberikan serta menciptakan materi di kelas.
        • Dalam pengembangan Strategi pembelajaran, kepala sekolah bersama Wakasek Kurikulum dan Wakasek Kesiswaan menyusun strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, kemampuan dan psikologi siswa dan guru serta warga sekolah.
      3. Kesaranaan :
        • Kesarjanaan yang terpusat.
        • Pengawasan kesaranaan pusat  dilakukan oleh tiap unit kerja.
        • Tiap unit kerja mengkoordinir dan memantau  kerja wali kelas yang berhubungan dengan kondisi kelas yang dipegangnya mulai dari kebersihan, tata letak, tata laksana, kenyamanan, keindahan, program piket siswa dan kemajuan kelas dari kesaranaan.
        • Pusat kesaranaan yayasan mendapatkan laporan otentik dari KWK tersebut tiap bulannya.
        • Bersama dengan Kepala Lab. Unit, ketua pusat kesaranaan yayasan bertanggung jawab terhadap semua peralatan yang ada dan pengembangan di dalam laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia dan multimedia serta perpustakaan.
      4. Pengelolaan Pengembangan Standar Isi dan Kelulusan
        • Mengarahkan potensi siswa sesuai kemampuan akademis dan praktik.
        • Menguatkan kebutuhan siswa tentang pembelajaran sesuai dengan keadaan di sekolah dan di rumah serta lingkungan sekitar.
        • Memberikan kebebasan untuk berkonsultasi pembelajaran yang ingin dikuasai.
        • Memberikan langkah untuk mencapai kematangan emosi dalam materi pembelajaran.
        • Mengarahkan pilihan hidup siswa setelah lulus sesuai latar belakang yang dimiliki dan keinginan yang diharapkan.
        • Menjelaskan pilihan yang akan dilalui di masa depan dan konsekuensi positif dan negatif dari diri, orang terdekat dan lingkungan.
        • Meningkatkan nilai kelulusan yang sesuai dengan kemampuan.
        • Menelusuri keberadaan alumni dan perkembangannya.
      5. Kehumasan :
        • Mengelola informasi dan penyebarannya
        • Kegiatan yang berhubungan dengan penyebaran image sampai pada Peringatan Hari Besar Islam dipusatkan dan dikelola bersama unit PREO.
        • Pembuatan booklet Profil Sekolah atas kerjasamanya
        • Untuk kerjasama dengan Bimbingan Belajar, unit melakukannya melalui bagian Petugas Pengawasan Kelas 3
        • Kerjasama dengan penerbit dilakukan dengan MOU dari Yayasan yang diwakili EO
    3. Pengembangan diri dari Sumber Daya yang mengarah pada kreativitas dalam persaingan Global.
      1. Memberikan peluang bagi siswa berpotensi untuk berkompetisi dari nilai yang dicapai untuk mendapatkan beasiswa sekolah
      2. Memberikan peluang berprestasi di bidang akademis dan non akademis di luar sekolah
      3. Memberikan peluang berprestasi di bidang ekstrakurikuler seluas-luasnya.
      4. Memberikan peluang kepada warga belajar untuk mengembangkan potensi kepemimpinan dalam semua kegiatan di Al Ma’soem
      5. Memberikan peluang kepada guru untuk berprestasi di sekolah maupun di luar sekolah sebagai wujud menciptakan generasi kreatif.
      6. Memberikan reward baik kepada guru maupun siswa yang memiliki terobosan baru di bidangnya.

    Keunggulan

    1. Penggunaan Laptop dan LCD Pada Proses KBM, Setiap mata pelajaran telah dilengkapi dengan penggunaan laptop dan LCD. Pembelajaran yang dilakukan guru telah dipersiapkan sebelumnya untuk menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien.
    2. KURIKULUM 2013 MODEL SKS Bentuk penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik sesuai dengan bakat, minat, dan kecepatan belajar. SKS mengacu pada konsep pembelajaran tuntas (mastery learning) yang mensyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
    3. PROGRAM SUKSES PTN Bentuk penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik sesuai dengan bakat, minat, dan kecepatan belajar. SKS mengacu pada konsep pembelajaran tuntas (mastery learning) yang mensyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
      Pada saat kelas X, seluruh siswa wajib mengikuti Psikotes dan mengisi angket minat pilihan jurusan/prodi perguruan tinggi yang diharapkan. Upaya untuk mencapainya, setiap 2 bulan sekali siswa wajib mengikuti Try Out TPA (Tes Potensi Skolastik) agar mengetahui skor kemampuan siswa tsb.
    4. KELAS INTERAKTIF Menciptakan suasana belajar yang Interaktif dan Edukatif. Dilengkapi dengan penggunaan media pembelajaran berbasis internet.
    5. Metode pembelajaran Project Based Learning menjadi salah satu metode yang digunakan dalam proses pembelajaran di Sekolah
    6. Lulusan SMA diterima ke Perguruan Tinggi Favorit selalu mengalami peningkatan setiap tahun, rata rata 52% siswa SMA Al Masoem diterima di PTN favorit

    Sasaran

    Siswa kelas X yang memiliki bakat intelektual dengan kualifikasi sebagai berikut :

    • Memiliki kemampuan umum diatas rata-rata
    • Memiliki kreativitas tinggi
    • Keterikatan pada tugas
    • Komitmen tinggi

    Bentuk/Model

    • Bentuk/model akselerasi yang dilaksanakan adalah model inklusif MIPA dan inklusif mata pelajaran lain.

    Rekrutmen

    Rekrutmen siswa calon peserta akselerasi menggunakan instrumen tes yang meliputi :

    • Psikologi, untuk mengukur tingkat IQ, kreativitas, tugas, dan komitmen
    • Akademis (NEM diatas 37, skor tes akademik diatas 80%, mendapat persetujuan orang tua)

    Pemberian Penghargaan Kepada Siswa Berprestasi

    Fasilitas diberikan kepada :

    1. Siswa teladan berdasarkan kriteria akhlak. Penentuannya meliputi : peringkat di kelas, tingkat ketidakhadiran, poin pelanggaran, catatan di PWK, catatan wali kelas, hasil tes kemandirian dan aktivitas dalam kegiatan ekstrakurikuler. Fasilitas yang diberikan berupa bebas DOP selama satu semester.
    2. Siswa yang berprestasi di bidang Imtaq, Iptek, Olahraga dan Seni dengan kriteria sebagai berikut :
      • Penyelenggara lomba adalah induk organisasi resmi yang memiliki reputasi nasional dan citra positif di masyarakat
      • Perlombaan/pertandingan minimal tingkat Kabupaten/Kota
      • Jumlah peserta proporsional mewakili daerah / wilayah
      • Catatan : untuk jenis lomba/ pertandingan beregu yang berhak mendapat fasilitas adalah seluruh anggota regu termasuk
      • Jenis penghargaan kepada siswa yang berprestasi tingkat :
      • Kabupaten/provinsi/nasional : bebas DOP dan bebas berenang atau salah satunya sesuai pertimbangan manajemen.
      • Internasional : bebas seluruh biaya sekolah dan atau DAFT PSAM, bebas berenang, bebas biaya insidental lainnya atau sesuai pertimbangan Manajemen.
      • Masa pemberian dan prosentasenya mengacu pada konsistensi prestasi dan tingkat manfaat berdasarkan pertimbangan Manajemen.
    1. Ketua OSIS dan MPK
    2. Memiliki kontribusi istimewa kepada pihak sekolah berdasarkan pertimbangan Manajemen
    3. Putra-putri staf pengajar YPAM dan karyawan Ma’soem Group sesuai ketentuan
    4. Dinyatakan memerlukan bantuan sesuai rekomendasi Tim Kunjungan Silaturahmi

    Sebagai  Rintisan Sekolah Kategori Mandiri (RSKM)

    SMA Al Ma’soem merupakan satu-satunya sekolah swasta di Kabupaten Sumedang yang menjadi Rintisan Sekolah Standar Nasional mulai tahun ajaran 2008/2009. Tujuan utamanya adalah menjadikan  SMA Al Ma’soem sebagai sekolah yang lebih unggul baik dari segi kualitas pembelajaran, sumber daya manusia, sarana maupun prasarana. Target selanjutnya adalah menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

    TATA TERTIB

    TANPA TAHAPAN

    1. Membawa dan atau menggunakan narkoba, minuman keras, dan senjata api
    2. Membawa senjata tajam untuk mencelakakan orang lain dan berkelahi
    3. Pemukul pertama dalam perkelahian antar civitas dan atau pemicu yang menyebabkan terjadinya perkelahian/pemukulan
    4. Melakukan tindakan pencurian dan asusila , antara lain pelecehan seksual.
    5. Membawa barang-barang bersifat pornografi
    6. Menyalahgunakan obat-obatan, barang, bahan dan zat yang tidak sesuai fungsinya
    7. Memfitnah, mencemarkan nama baik lembaga  dan atau civitas Al Ma’soem
    8. Melakukan pemalakan, intimidasi kepada siswa lain.
    9. Mencontek saat evaluasi belajar tertulis yaitu : Ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan ujian nasional/sekolah. Kriteria mencontek antara lain :
    • Membuka dan menggunakan catatan, buku pelajaran, dan sumber-sumber catatan lainnya pada saat evaluasi
    • Menerima dan atau memberikan contekan dari dan untuk orang lain
    • Membaca sms yang berkaitan dengan materi tes
    1. Tidak masuk sekolah tanpa keterangan 9alpa) dan ditemukan di luar kampus dalam keadaan berseragam

    TAHAPAN

    PELANGGARAN SANGAT BERAT ( 80 POINT )

    1. Membawa senjata tajam atau sejenisnya yang tidak ada hubungan dengan KBM ke lingkungan YPAM
    2. Keluar dari lingkungan YPAM atau meninggalkan kampus sebelum waktunya tanpa seizin pengelola

    PELANGGARAN BERAT (60 POINT)

    1. Memalsukan tanda tangan orang lain untuk kepentingan dirinya dan atau orang lain yang berdampak negatif, antara lain membuat surat keterangan palsu dari dokter dan dari orang tua.
    2. Pergaulan laki-laki dengan  perempuan yang tidak sesuai dengan etika Islam,  a.l. pacaran  : Di dalam kampus atau di luar kampus dalam  keadaan berseragam (kriteria menyusul)
    3. Merokok di area kampus atau di luar dalam keadaan berseragam
    4. Merusak atau mengotori aset YPAM
    5. Tidak melaksanakan shalat Jum’at tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan
    6. Tidak mengikuti PHBI yang diselenggarakan sekolah
    7. Melakukan kegiatan yang membahayakan dirinya atau orang lain, misal : konvoi berkendaraan bermotor dalam keadaan berseragam.
    8. Melecehkan, menyebarluaskan dan memprovokasi ketidaksetujuan atas ketentuan yang berjalan.

    PELANGGARAN SEDANG (40 POINT)

    1. Membawa rokok ke lingkungan kampus YPAM
    2. Tidak melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah
    3. Merayakan, memberi/menerima hadiah/cinderamata, mengucapkan selamat dan menghadiri hari-hari yang tidak sesuai dengan norma-norma Islam (a.l. Valentine Day, Ulang tahun) atas dasar laporan dan atau saksi mata.
    4. Tidak hadir tanpa keterangan dalam KBM pada hari-hari yang tidak sesuai dengan norma-norma Islam (a.l. Valentine Day)
    5. Mengikuti kegiatan di luar organisasi siswa/santri, tanpa seizin Yayasan (antara lain Ormas, Parpol, Multi Level Marketing)
    6. Menggunakan pakaian tambahan di area kampus pada hari KBM (antara lain jaket, sweater, rompi, kemeja selain seragam) tanpa seizin pengelola
    7. Memberi hadiah/bingkisan/cinderamata kepada guru/wali kelas/wali santri, antara lain dalam rangka ulang tahun, pembagian raport, pemrosesan permasalahan, kelulusan.

    PELANGGARAN RINGAN ( 30 POINT )

    1. Meninggalkan forum kegiatan tanpa izin pada saat orang lain sedang berbicara, antara lain : ceramah, pidato, pengajian, dan pengarahan.
    2. Tidak mengindahkan rambu-rambu dan fasilitas dengan semestinya, antara lain berjalan melintasi jalur dan bermain pada tempat yang tidak semestinya antara lain melompat pagar, keluar masuk lewat jendela.

    PELANGGARAN SANGAT RINGAN ( 20 POINT )

    1. Ditemukan SMS, surat dan atau photo bertendensi pacaran
    2. Membawa dan atau menggunakan peralatan/perlengkapan lain/barang/makanan yang mengganggu KBM atau mengotori kelas.
    3. Memakai penutup kepala (antara lain: peci, topi haji) selain shalat.
    4. Tidak melaksanakan shalat sunnah ba’da Jum’at (untuk laki-laki) dan tidak mengikuti keputrian pada hari  Jum’at (untuk perempuan).
    5. Tidak masuk sekolah tanpa keterangan (alpa)
    6. Tidak masuk sekolah karena izin dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
    7. TIDAK SESUAI NORMA AL MA’SOEM
    8. Penampilan fisik, antara lain :Memakai make up berlebihan, rambut rancung dengan cara sengaja, berpakaian (celana/rok melorot, pakaian ketat), menggunakan kendaraan (mobil atau sepeda motor )yang tidak sesuai dengan aturan kepolisian
    9. Perilaku , antara lain :Menghina orang lain atau nama orang tua siswa lain, tidur di dalam kelas, menyebrang jalan di depan kampus YPAM tidak melalui jembatan penyebrangan, berada di kampus YPM melewati pukul 17.30 WIB tanpa seizin pengelola, membuang sampah tidak pada tempatnya, melakukan kegiatan-kegiatan yang mengakibatkan pelaksanaan shalat Jum’at terganggu atau menjadi tidak khidmat, seperti : ngobrol, tidur berbaring, duduk dalam posisi tidak bersila (menekuk lutut), mengganggu orang lain pada saat khutbah Jum’at, bereaksi negatif pada saat selesai membacakan I’tiraf, bermain-main atau mengganggu orang lain ketika shalat berjamaah.
    10. Perkataan, antara lain: Berbohong, berkata kasar, berbicara (ngobrol) pada saat orang lain sedang berbicara (a.l. ceramah, pidato, dan pengarahan).
    11. Berpakaian
    12. Tidak mematuhi aturan dan jadwal pemakaian seragam dan atribut.
    • Senin -Rabu : baju putih-rok/celana coklat muda (SMA).
    • Kamis : batik (voluntary)
    • Jum’at : laki-laki baju koko, wanita model Muslimah

    Catatan :

    • Baju dimasukan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah kecuali pada hari Kamis (batik) dan Jum’at
    • Baju siswi yang berjilbab diizinkan dikeluarkan dengan ukuran sampai menutup pantat.
    • Ukuran baju tidak ketat.
    • Celana/rok potongannya sesuai ketentuan yang berlaku dan berada di pinggang (tidak melorot).
    • Ikat pinggang warna hitam atau gelap
    • Warna sepatu dominan gelap atau putih
    • Kaos khaki warna putih dengan ukuran di atas mata kaki
    • Atribut lengkap, model dan ukuran sesuai  ketentuan.
    1. Menghidupkan handphone saat KBM
    2. Membawa HP/Multiplayer (Mp4) yang memiliki fasilitas kamera dan multimedia antara lain : Bluetooth, GPRS, Infra merah, dan atau Video

    Catatan :

    • Ditemukan pertama kali akan disita, yang berhak mengambil adalah orang tua dengan menandatangani Surat Pernyataan tidak akan mengulang.
    • Apabila mengulang akan disumbangkan kepada Musa’adatul Ummah
    1. Penjemput berpenampilan dan atau berlaku tidak sesuai norma Al Ma’soem
    2. Membawa orang lain masuk ke dalam lingkungan kampus pada saat jam sekolah
    3. Berseragam di luar kampus bukan jam KBM sedang melakukan hal negatif
    4. Makan/minum sambil berdiri/berjalan
    5. Makan/minum menggunakan piring, mangkok/botol kaca melewati batas yang telah ditetapkan.
    6. Motor siswa tidak rapi
    7. Membawa laptop

    PELANGGARAN PALING RINGAN (10 POINT)

    1. Membayar DOP tidak sesuai dengan ketentuan
    2. Meninggalkan kelas tanpa izin guru dan masuk kelas tanpa izin pengelola pada saat KBM berlangsung
    3. Terlambat mengikuti KBM
    4. Tidak memakai baju koko pada hari Jum’at (untuk laki-laki) dan baju model muslimah (untuk perempuan)

    Ketentuan baju koko dan model muslimah :

    • Baju koko : 
      Kelas 1 dan 2 : Warna putih,
      Kelas 3 : Warna bebas
    • Baju model muslimah :
      Kelas 1,2, dan 3 : Berjilbab putih atau hitam.
    • Tidak berpakaian muslim yang baik, benar (tidak berbahan kaos) dan layak (koko dengan peci/topi haji) khusus pada rangkaian ibadah shalat Jum’at

    CATATAN :

    1. Siswa yang melakukan pelanggaran Tanpa Tahapan (100 Point) akan dikembalikan kepada orang tuanya tanpa melalui tahapan.
    2. Siswa yang memiliki akumulasi pelanggaran (100 Point) akan dikembalikan kepada orang tuanya dengan catatan kepada siswa tersebut sebelumnya sudah dilakukan bimbingan dan pengarahan
    3. Point akumulasi tetap diberlakukan untuk kesalahan yang dilakukan pada waktu bersamaan.
    4. Pemutihan poin pelanggaran siswa diberlakukan hanya karena force major untuk point pelanggaran kategori ringan (30 point ke bawah) dan dilakukan 1 tahun sekali.
    5. Siswa kesiangan : 1 kali dikenakan point 10, kesiangan berikutnya point digandakan, kesiangan 3 kali orang tua dipanggil dan harus membuat pernyataan.
    6. Jika terjadi pemukulan baik antar siswa, Guru terhadap siswa baik secara langsung dengan tangan maupun dengan alat, maka untuk tindakannya, jika kedua belah pihak sudah saling memaafkan dianggap selesai, selanjutnya pelaku dikenakan sanksi administratif dan bisa ditambahkan dam (denda).
    7. Siswi yang sedang haid tidak berada di belakang garis merah bagian timur utara Masjid PSAM pada shalat Dzuhur dan Ashar berjamaah. (Pengawasan Oleh guru yang sedang haid).