Peristiwa Lama yang Tidak Mungkin Diketahui Nabi Muhammad SAW kecuali Melalui Wahyu dari Allah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

ذٰلِكَ  مِنْ  اَنْۢبَآءِ  الْغَيْبِ  نُوْحِيْهِ  اِلَيْكَ  ۚ وَمَا  كُنْتَ  لَدَيْهِمْ  اِذْ  اَجْمَعُوْۤا  اَمْرَهُمْ  وَهُمْ  يَمْكُرُوْنَ

“Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal engkau tidak berada di samping mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur).” (QS. Yusuf 12: Ayat 102)

Peristiwa lama yang tidak mungkin diketahui Nabi Muhammad SAW kecuali melalui wahyu dari Allah

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa kisah Yusuf yang telah dipaparkan di atas termasuk berita gaib. Berita gaib itu diwahyukan kepada Muhammad. Sebelumnya, ia dan umat Islam tidak mengetahuinya. Dia juga tidak mengetahui ketika saudara-saudara Yusuf bersatu dan sepakat untuk membuang Yusuf ke dalam sumur yang dalam, dan ketika mereka mengatur tipu daya dan makarnya. Muhammad saw mengetahui peristiwa yang telah dialami oleh Yusuf itu dengan perantaraan wahyu dari Allah SWT . Peristiwa ini merupakan bukti yang nyata atas kebenaran kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Bagi orang yang sadar, bukti ini menjadi alasan untuk mempercayai dan membenarkan kerasulan Muhammad SAW .

QS Yusuf:102 menegaskan bahwa kisah Yusuf adalah berita ghaib yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Tadabbur singkat
– Al-Qur’an bukan karangan sejarah, tapi wahyu
– Nabi Muhammad SAW ummi (tidak belajar dari kitab sebelumnya)
– Ini menjadi bukti kerasulan dan kebenaran Al-Qur’an

Sampaikanlah kisah-kisah terdahulu supaya manusia berpikir itu maknanya ada secara sangat jelas di Al-Qur’an;

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sungguh, dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal (agar mereka berpikir/bertadabbur).” (QS Yusuf ayat 111)

Doa supaya mengambil pelajaran dari kisah-kisah terdahulu:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَتَفَكَّرُونَ وَيَعْتَبِرُونَ بِقِصَصِ الْأَوَّلِينَ

Allahumma-j‘alnā minal-ladzīna yatafakkarūna wa ya‘tabirūna biqiṣaṣil-awwalīn.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mau berpikir dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah orang terdahulu.