أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَاۤ اَكْثَرُ النَّا سِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ
“Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya.” (QS. Yusuf 12: Ayat 103)
Sebagian besar tidak beriman sebagian kecil beriman
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini, diterangkan bahwa orang-orang yang telah benar-benar kafir dan terus-menerus membangkang, tidak akan beriman bagaimanapun kita mengharap dan menginginkannya, sekalipun telah diberikan alasan-alasan yang nyata dan meyakinkan. Begitu pula halnya dengan kebanyakan orang Quraisy Mekah, sekalipun telah diberikan bukti-bukti yang nyata, mereka tidak akan percaya dan tidak akan membenarkan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW.
Oleh sebab itu, beriman atau tidaknya seseorang setelah menerima dakwah rasul bukan menjadi tanggung jawabnya. Firman Allah swt: Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (al-Qashash/28: 56)
Sebagian besar manusia tidak beriman, dan hanya sebagian kecil yang mau beriman, meskipun telah diberi penjelasan.
Isi satu ayat banyak yang sejalan dengan bunyi ayat lain walaupun dalam surat yang berbeda. Ayat Al-Qur’an yang sangat sejalan (bahkan lebih tegas). Allah berfirman: “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS Saba: 13)
Dan: “Dan tidaklah beriman bersama Nuh kecuali sedikit.” (QS Hud: 40)
Sedikit dalam Al-Qur’an sering berarti:
•sedikit yang bersyukur,
•sedikit yang beriman,
•sedikit yang istiqamah,
tapi mereka bernilai besar di sisi Allah.
Selain Quran, hadits juga menyebutkan sangat sedikit yang beriman atau berada dalam kelompok istimewa. Salah satu hadits yang relevan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, merasa cukup, dan tidak menonjol (tidak dikenal).” (HR. Muslim)
Orang seperti ini jumlahnya sedikit, tidak populer, tidak ramai, tapi dicintai Allah. Hadits lain yang menegaskan “yang sedikit” sebagai kelompok istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda: “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka berbahagialah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)
“Orang-orang yang asing” = kelompok kecil yang tetap lurus, saat kebanyakan orang menyimpang. Hubungannya dengan QS Yusuf 103 (sangat nyambung). QS Yusuf 103: “Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman, meskipun engkau sangat menginginkannya.”
– Benang merahnya jelas:
•Yusuf 103 → mayoritas tidak beriman
•Hadits & ayat lain → yang selamat justru sedikit
•Maka doa “jadikan aku bagian dari yang sedikit”
adalah respon iman terhadap realitas ini
Bukan sombong, tapi memohon keselamatan.
Doa yang benar secara makna (boleh diamalkan)
Meski bukan lafaz hadits, doa ini benar dan dalam maknanya:
“Allahumma ij‘alnī mina al-qalīl
alladzīna āmānū wa ṣabarū wa syakarū.”
“Ya Allah, jadikan aku bagian dari sedikit hamba-Mu yang beriman, bersabar, dan bersyukur.”