أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
رَبِّ قَدْ اٰتَيْتَنِيْ مِنَ الْمُلْكِ وَ عَلَّمْتَنِيْ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَ حَا دِيْثِ ۚ فَا طِرَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِا لصّٰلِحِيْنَ
“Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (QS. Yusuf 12: Ayat 101).
Semua nabi muslim dan berdoa supaya diwafatkan dalam keadaan muslim dan bergabung dengan orang saleh
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini adalah pernyataan dan doa yang diucapkan Yusuf a.s. sesudah Allah swt menyelamatkannya dari dalam sumur, membebaskan dari fitnah istri al-Aziz dan perempuan-perempuan lainnya, membebaskan dari penderitaan dalam penjara, dan menganugerahinya pangkat dan kedudukan sesudah bebas dari semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Yusuf segera berdoa memohon kepada Allah swt supaya dilipatgandakan pahalanya di akhirat kelak sebagaimana dilipatgandakan karunia yang diterimanya di dunia.
Yusuf berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah menganugerahkan kepadaku kedudukan dan kekuasaan, mengajarkan kepadaku takbir mimpi, dan memberitahukan kepadaku hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari dan rahasia-rahasia yang terkandung di dalam wahyu-Mu. Ya Allah! Engkaulah Pencipta langit dan bumi ini, menciptakan keduanya dengan baik dan teratur, kokoh dan rapi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, melindungiku dari maksud jahat orang-orang yang memusuhiku dan orang-orang yang ingin berbuat jahat kepadaku. Ya Allah Yang Mahakuasa! Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam, sesuai dengan wasiat leluhurku yang berbunyi:
Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub, “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (al-Baqarah/2: 132)
Yusuf melanjutkan doanya dengan mengatakan, “Ya Allah Ya Tuhanku! Masukkanlah aku ke dalam kelompok orang-orang yang saleh dari leluhur kami seperti Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishak, begitu pula dengan para nabi dan rasul sebelumnya. Engkaulah Maha Pengasih, Maha Pemurah, dan Mahakuasa atas segala sesuatu.”
“Semua nabi berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan berdoa agar diwafatkan dalam keadaan Muslim serta digolongkan bersama orang-orang saleh.”
– Dalam ayat ini, Nabi Yusuf AS, di puncak kekuasaan dan keberhasilan, tidak meminta kekuasaan abadi, tapi justru:
•mengakui nikmat dan kekuasaan berasal dari Allah,
•berdoa: “tawaffanī musliman” (wafatkan aku dalam keadaan Muslim),
•dan memohon agar digabungkan dengan orang-orang saleh.
•Doa seperti ini bukan hanya milik Nabi Yusuf, tapi juga ciri para nabi:
istiqamah sampai akhir hayat, dan khawatir pada akhir kehidupan (ḥusnul khātimah).
Tadabbur pentingnya;
•Keislaman sejati diukur di akhir hidup, bukan di puncak sukses.
•Kekuasaan, jabatan, dan prestasi tidak menjamin keselamatan, yang menjamin hanyalah keteguhan iman sampai wafat.
•Bahkan para nabi pun berdoa, diwafatkan dalam keadaan muslim, apalagi kita, manusia biasa.
Rukun khutbah Jumat, karena di dalamnya ada perintah bertakwa dan larangan meninggal kecuali dalam keadaan Muslim.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102)
Doa yang sangat masyhur dan indah untuk memohon agar diwafatkan dalam keadaan Muslim adalah doa Nabi Yusuf ‘alaihis salam:
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
“Wahai Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh.” (QS. Yusuf: 101)

