Jangan Takut pada Makar Manusia, Takutlah kepada Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَدْ  مَكَرُوْا  مَكْرَهُمْ  وَعِنْدَ  اللّٰهِ  مَكْرُهُمْ  ۗ وَاِ نْ كَا نَ  مَكْرُهُمْ  لِتَزُوْلَ  مِنْهُ  الْجِبَا لُ

“Dan sungguh, mereka telah membuat tipu daya padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka tidak mampu melenyapkan gunung-gunung.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 46).

Makar dan rencana jahat orang-orang zalim tidak akan pernah mampu mengalahkan kekuasaan Allah SWT

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI: Allah SWT menerangkan dalam ayat ini bahwa orang-orang kafir Mekah telah membuat rencana jahat untuk mematahkan perjuangan kaum Muslimin. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa setiap rencana jahat mereka pasti diketahui Allah, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah sedikit pun. Allah menggagalkan setiap usaha mereka, sehingga cita-cita dan tujuan mereka itu tidak akan tercapai.

Sebenarnya usaha mereka itu sangat besar, sehingga jika rencana itu digunakan untuk menghancur-leburkan gunung yang sangat kokoh pun akan terlaksana. Tetapi segala rencana mereka betapapun besarnya tidak akan dapat mengalahkan mukjizat Allah, tidak dapat menghapuskan ayat-ayat-Nya, dan tidak mampu menghambat perkembangan agama Islam di muka bumi.

Ayat ini mengisyaratkan kemenangan kaum Muslimin dan kehancuran orang-orang musyrik Mekah dalam waktu yang dekat. Ayat ini berlaku juga bagi kaum Muslimin pada masa kini, asal saja mereka meningkatkan daya dan usaha mereka, selalu sabar dan tabah menghadapi berbagai penderitaan dan cobaan yang ditimpakan oleh rencana jahat orang-orang kafir.

Makar dalam Al-Qur’an maknanya lebih luas dibanding pengertian “makar” dalam istilah hukum atau politik yang sering dipakai di Indonesia.

Dalam Al-Qur’an, makar (مكر) berarti:

  • Tipu daya,
  • Siasat tersembunyi,
  • Rencana jahat,
  • Usaha licik untuk mencelakakan atau menggagalkan kebenaran.

Makar dalam Al-Qur’an bisa dilakukan oleh:

  • Orang kafir terhadap para nabi,
  • Orang zalim terhadap manusia,
  • Siapa saja yang membuat rencana buruk secara diam-diam.

Contohnya:

  1. Makar kaum Quraisy untuk membunuh Nabi Muhammad,
  2. Makar saudara-saudara Nabi Yusuf,
  3. atau tipu daya penguasa zalim terhadap rakyat.

Sedangkan dalam penggunaan umum di Indonesia, “makar” sering dipakai secara lebih sempit, terutama dalam konteks: Pemberontakan, upaya menggulingkan pemerintah, dan tindakan melawan negara.

Jadi, makna makar dalam Al-Qur’an lebih umum dan lebih dalam: setiap rencana licik dan jahat untuk menzalimi atau menghancurkan kebenaran dapat disebut makar.

Yang bisa ditadabburi dari Ibrahim 46

  1. Makar manusia tidak akan mengalahkan kekuasaan Allah
    Sebesar apa pun rencana jahat manusia, semuanya tetap di bawah kekuasaan Allah.
  2. Orang zalim sering merasa rencananya paling hebat
    Padahal Allah mengetahui seluruh tipu daya dan rahasia mereka.
  3. Mukmin diajarkan untuk bertawakal
    Ayat ini mengajarkan agar tidak takut berlebihan terhadap ancaman dan kejahatan manusia.
  4. Kebenaran pada akhirnya akan menang
    Makar orang zalim tidak akan mampu menghancurkan kebenaran yang Allah jaga.

Ayat ini juga menjadi peringatan agar manusia tidak bangga dengan kelicikan, manipulasi, atau rencana jahat.

“Ya Allah, lindungilah kami dari kezaliman dan makar manusia, serta kuatkan hati kami untuk selalu bertawakal kepada-Mu.”